Melihat Dunia dengan Lebih Akurat

Hans Rosling mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang melihat dunia berdasarkan fakta. Fakta itulah yang membuat kita sadar bahwa dunia menuju ke arah yang lebih baik.

Kali ini saya akan membahas buku Factfullness karya Hans Rosling. Di buku ini, Hans menjelaskan bahwa kebanyakan orang melihat dunia dengan cara yang kurang tepat, apalagi di era dimana fake news dan hoaks bertebaran dimana-mana. Sebagai contoh, ketika kita ditanya soal tren global, biasanya kita langsung menjawab saat ini dunia keadaan yang semakin buruk. Padahal, jawaban yang kita berikan belum tentu didasarkan pada fakta. Sebagai seorang ahli statistik, Hans mengajak kita untuk berbicara berdasarkan data dan objektivitas. Saking populernya buku ini, bahkan hingga direkomendasikan oleh Barrack Obama dan Bill Gates. 

Dalam bukunya, Hans membahas 10 insting yang membawa seseorang melihat dunia dengan kurang tepat. Saya akan membahas 3 insting yang paling sering saya temui.

Sumber foto: Gapminder.org

Gap Instinct

Gap Instinct adalah kecenderungan seseorang untuk membagi segala sesuatu menjadi dua kubu, hitam putih, negara kaya negara miskin, introvert extrovert. Padahal dunia tidak bekerja se-ekstrim itu, mayoritas akan berada di tengah-tengah bukan di ekstrim kiri atau ekstrim kanan. Sebagai contoh, negara berkembang dan negara maju. Ini adalah mispersepsi yang sering ditemui. Hans berargumen, hal ini sudah tidak relevan lagi. 

Hans menjabarkan sebuah framework dalam membagi tingkat kekayaan seseorang. Level 1 hidup dengan pendapatan kurang dari $2 per hari. 1 milyar orang di dunia hidup di kondisi tersebut. Jika seseorang berada di level ini berarti dia hidup tanpa alas kaki, memasak makanan di api unggun, dan menghabiskan waktu seharian untuk mengambil air, dan tidur di tanah saat malam hari. Level 2 artinya orang yang hidup dengan pendapatan antara $2 – $8 per hari. 3 milyar orang hidup di level ini yang berarti orang tersebut sudah mampu beli sepatu atau bahkan sepeda, anak mereka sudah bersekolah, memasak dengan kompor, dan tidur di ranjang. Level 3 artinya orang dengan penghasilan $8 – $32 per hari. 2 milyar orang hidup di level ini yang artinya orang tersebut sudah punya kulkas dan air di rumahnya. Mereka juga punya sepeda motor dan anak-anak mereka sudah bersekolah hingga SMA. Sedangkan, di level 4 artinya orang yang hidup dengan pendapatan $32 per hari. 1 milyar orang hidup dalam kondisi ini dengan pendidikan perguruan tinggi, punya mobil, dan bisa liburan. 50 tahun lalu, setengah dari total penduduk dunia hidup di level 1. Saat ini, jumlahnya hanya 13% dari total penduduk dunia.

Sumber foto: iasexpress.net

Straight line instinct

Ini adalah kecenderungan pikiran seseorang bahwa setiap tren akan selalu naik ke atas seperti garis lurus dalam sebuah statistik. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu. Sebagai contoh, banyak orang berpikir kalau populasi PBB memproyeksikan populasi penduduk akan mencapai 9,8 milyar orang di tahun 2050. Angka ini hampir dua kali lipat dari tahun 2000 dimana jumlah penduduknya adalah 6,1 milyar orang. Kalau dilihat data historis, pada tahun 1900, jumlah penduduk dunia hanya 1.6 milyar orang dan mengalami peningkatan hampir empat kali lipat selama 100 tahun. Hal ini berarti, ketika taraf hidup seseorang makin meningkat, jumlah anak yang dihasilkan tiap keluarga akan menurun. Hans juga mencontohkan perkembangan anak. Di tahun-tahun awal, bayi atau balita pasti bertumbuh sangat cepat, tapi semakin dewasa pertumbuhannya akan semakin melambat hingga berhenti untuk bertambah tinggi.

Sumber foto: voanews.com

Generalization instinct

Ini adalah kecenderungan kita untuk menggeneralisir dan mengkategorikan sesuatu. Bukan berarti gak boleh, tapi yang tidak boleh adalah menggeneralisir sesuatu dengan kurang tepat. Hal yang sering kita dengar seperti: Mayoritas orang bla bla bla. Padahal kata mayoritas sendiri bisa sangat rancu, apakah 99% atau hanya 51%. Mungkin seperti halnya, menggeneralisir kalau semua wilayah China terjangkit virus Corona, padahal hanya di beberapa kota saja. Hal ini tentu saja tidak tepat.

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.