Menjawab Mitos Soal Sukses

Kita cenderung menerima asumsi tanpa mengecek apakah itu benar atau salah. Asumsi yang salah akan menuju keputusan yang salah. Kebiasaan membaca dan cek fakta adalah cara terbaik untuk memulai.

Kali ini saya akan membahas buku: Barking up the Wrong Tree karya Eric Barker. Mungkin bagi yang belum kenal Eric, jadi dia adalah seorang blogger Amerika yang bukunya jadi best seller versi Wall Street Journal. Ada cerita unik soal Eric. Jadi, saat belajar bahasa Jepang pas kuliah, Eric baru tahu kalau nama belakang dia yaitu “barker” artinya bodoh dalam bahasa Jepang. Bukannya sedih, malah Eric gunain itu sebagai nama blognya bakadesuyo yang artinya I am Barker atau I am Idiot. Tentu saja, pekerjaan Eric sebagai blogger, membuat Eric harus menyebut nama blog-nya ketika memperkenalkan diri. Nah, dengan nama blog seperti itu, Eric malah justru diingat semua orang dan merupakan ice-breaking yang paling efektif setiap kali bertemu orang baru.

Oke, kembali lagi ke buku Barking up the Wrong Tree. Di buku ini, Eric banyak menyajikan data-data scientific based untuk menjawab asumsi yang beredar di masyarakat. Misalnya kayak, orang yang pinter di sekolah pasti jadi orang sukses, orang baik pasti dimanfaatin dan susah jadi orang sukses. 

Untuk lebih detailnya, saya akan menjabarkan tiga hal yang menarik dari buku ini:

Sumber foto: usnews.com

Nilai bagus di sekolah tidak menjamin kesuksesan

Apakah belajar yang rajin di sekolah tidak perlu? Tentu saja, tidak. Saya tetap punya pemikiran bahwa pendidikan adalah cara terbaik bagi seseorang untuk mendapatkan hidup yang lebih layak. Tapi, tentu saja, menjadi orang paling pintar di sekolah, tidak berarti jadi orang paling sukses. Di buku ini, Eric mengutip studi dari Boston College soal 81 lulusan terbaik setelah kelulusan mereka di tahun 1981. 15 tahun kemudian, mereka semua sudah bekerja dan memiliki penghasilan yang baik. Tapi, tidak ada yang menjadi multi miliarder. Seperti yang kita ketahui, di jajaran orang terkaya versi majalah Forbes malah banyak mahasiswa yang drop out. Jadi, apa yang terjadi? Nilai yang bagus hanya berarti kita bagus dalam mengikuti aturan. Padahal, untuk jadi sukses, kadang harus berpikir lebih gila, lebih kreatif, kerja keras, dan komitmen yang kuat. 

Sumber foto: Thomas EyeDesign / Getty Images

Orang baik belum tentu karirnya mandek

Mungkin di periode jangka pendek, orang yang gak bisa kerja tapi jago ngejilat atasan, karirnya bagus. Tapi di jangka panjang, orang yang cuma jago ngejilat akan mandek karirnya. Riset Adam Grant, profesor dari Wharton, soal giver dan taker. Ternyata orang yang baik atau masuk dalam kategori giver, ternyata karirnya berada di bagian paling atas atau paling bawah. Jadi apa yang membedakan orang baik yang karirnya di paling bawah dan paling atas? Orang baik yang karirnya cemerlang adalah orang yang suka menolong, tapi juga hati-hati agar tidak dimanfaatkan oleh orang lain. 

Sumber foto: riskology.co

Introvert dan Extrovert sama-sama bagus

Stigma yang beredar di masyarakat selalu mengarah ke ekstrovert itu lebih baik. Padahal, apabila ditanya mana yang lebih baik, tidak bisa dijawab hitam putih. Ekstrovert dan introvert punya keunggulannya masing-masing. Secara rata-rata, orang dengan kepribadian ekstrovert menghasilkan uang sedikit lebih banyak. Hal ini karena orang dengan kepribadian ekstrovert lebih mudah untuk bergaul dan melebarkan jejaring pertemanannya. Tapi, orang dengan kepribadian introvert merupakan spesialis. Mereka merupakan orang-orang yang ahli dalam bidangnya. Alasannya sederhana, orang dengan kepribadian introvert biasanya menghabiskan waktunya dalam kesendirian sehingga mereka bisa fokus pada bidangnya masing-masing. Sebagai contoh, 89% dari atlit paling top berkepribadian introvert.

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.