Hidup Penuh Makna dengan Ikigai

Di dalam diri setiap orang, pasti ada Ikigai-nya. Tidak perlu terburu-buru dan nikmati prosesnya. Ada orang yang butuh waktu setahun dua tahun untuk tahu apa Ikigai-nya. Ada juga yang butuh waktu puluhan tahun untuk tahu apa Ikigai-nya. Tidak peduli waktu yang dibutuhkan, yang paling penting adalah prosesnya. Karena, bagaimanapun juga, hidup adalah sebuah perjalanan, bukan sebuah tujuan.

Kali ini saya akan membahas buku Ikigai karya Hector Garcia dan Francesc Miralles. Buku ini bercerita tentang rahasia hidup panjang warga Okinawa, Jepang. Setelah diteliti, ternyata semuanya berakar dari ideologi Jepang kuno yaitu Ikigai. Kalau kamu lihat di internet ada banyak pengertian soal Ikigai, tapi yang paling saya suka adalah the happiness of always being busy

Sebelum membahas lebih detail soal buku ini, saya ingin bercerita sedikit soal biografi penulisnya. Jadi, awalnya karena rasa penasaran, apakah ada korelasi antara Ikigai dan umur panjang di Okinawa? Hector yang merupakan software engineer dan Francesc yang merupakan seorang penulis, Mereka mewancarai 100 orang yang ada di Ogimi, sebuah desa yang terkenal karena warganya berumur sangat panjang, bahkan mencapai lebih dari seratus tahun dengan kondisi sehat dan bugar.

Jadi, apa sih Ikigai itu? Dalam menjelaskan Ikigai, biasanya akan lebih mudah jika menggunakan diagram. Ikigai adalah irisan dari what you love, what you are good at, what you can be paid for, and what the world needs. Kadang ada miskonsepsi Ikigai hanya soal karir atau profesi, tapi jauh lebih daripada itu, Ikigai adalah semacam way of life atau kompas hidup seseorang. 

Nah, tapi di buku ini, Hector merangkumnya menjadi 10 aturan Ikigai yang menjadi kebiasaan warga Okinawa: Stay Active, don’t retire. Take it Slow, Don’t Fill your Stomach, Surround Yourself with Good Friends, Get in Shape for your Next Birthday, Smile, Reconnect with Nature, Give Thanks, Live in the Moment, dan Follow your Ikigai.

Dari 10 aturan Ikigai yang dibahas, saya akan membahas 5 aturan yang kena banget buat saya.

Sumber foto: runningschool.com

Stay Active, Don’t Retire

Ini mungkin menjadi perbedaan antara job dan work. Job berarti ada masa pensiunnya, kita berhenti dan menikmati hidup. Sedangkan, orang yang menganggap apa yang dilakukan adalah work, maka orang itu akan terus berkarya dan melakukan hal yang dia suka. Sederhananya, job ada masa pensiun, sedangkan work adalah perjalanan semasa hidup. Yang membedakan adalah dalam menjalankan work, ada Ikigai disana yang berfungsi sebagai kompas kehidupan, itulah yang membuat seseorang tidak akan berhenti untuk terus berkarya selama tubuhnya masih sehat.

Sumber foto: moneycrashers.com

Take it Slow

Kita selalu ingin jadi orang yang cepat sukses dan cepat kaya. Buat apa sih sebenarnya? Kenapa sih harus buru-buru? Kadang yang terlupa adalah semua perlu waktu dan setiap orang punya waktunya masing-masing. Sama seperti pohon yang punya waktu untuk berbuah, akan ada saatnya juga kita akan sukses. Ketika kita berhenti untuk jadi yang paling cepat, kita akan mulai menikmati proses dan yang paling penting, menikmati hidup dengan lebih hidup.

Sumber foto: Unsplash.com / Simon Maage

Give Thanks

Latihan bersyukur mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang. Misalnya, kita terima kasih atas udara yang kita hirup, petani yang telah menanam padi hingga menjadi nasi untuk kita makan, pedagang makanan yang menjual makanan untuk kita. Tapi, ini adalah cara kita menghargai hidup mulai dari hal yang paling kecil. Agar ketika kita sukses dan berhasil, kita tidak akan pernah lupa, bahwa kita bisa seperti sekarang, karena adanya privilege dan bantuan dari orang-orang yang ada di sekitar kita.

Sumber foto: thoughtcatalog.com

Smiling

Hidup tidak butuh hal yang rumit, sederhana saja. Seperti misalnya, sebuah senyuman. Nah, di buku ini, penulis bertemu dengan seorang wanita berumur 88 tahun. Rahasia hidup panjangnya adalah senyum dan menikmati hidup. Di Ogimi, menari, musik, dan lagu adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup mereka. 

Sumber foto: positiveroutines.com

Being grateful

Bersyukur adalah cara sederhana kita menghargai hidup. Ini adalah awal yang baik untuk memahami bahwa untuk bisa hidup dan bernafas adalah sebuah anugerah. Kadang, kita sibuk melihat rumput tetangga yang kelihatan lebih bagus dan kemudian iri. Akhirnya, rumput sendiri malah gak pernah disiram. Padahal, kita lupa, kita punya rumput saja sudah bagus, dibandingkan orang yang gak punya rumput. 

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.