Rahasia untuk menjadi Super Team

Perusahaan yang sukses tidak ditentukan dari seberapa hebat teknologinya, seberapa hebat strategi bisnisnya, tapi ditentukan dari seberapa hebat kerjasama timnya dalam bergerak maju dan bertumbuh bersama dalam sebuah organisasi. Jadi, hal apa saja yang membuat sebuah tim bisa disebut sebagai tim super? Apa ada hal-hal yang perlu dihindari supaya tidak menjadi tim yang “gagal”?

Kali ini saya akan membahas buku The Five Dysfunctions of a Team karya Patrick Lencioni. Saya pertama kali mendapatkan buku ini saat mengikuti leadership development program beberapa waktu lalu. Buku ini dibuat sangat ringan dan menarik. Intinya ada lima hal yang membuat sebuah tim tidak bisa bekerja dengan baik. 

Dalam buku ini, Patrick bercerita soal Katheryn, seorang wanita yang ditunjuk sebagai CEO dari perusahaan teknologi di Silicon Valley bernama Decision Tech. Walaupun tidak punya latar belakang bekerja di sebuah perusahaan teknologi, Katheryn dipercaya untuk memperbaiki kinerja manajemennya yang buruk. Tentu saja, hal ini disebabkan masing-masing anggota manajemen tidak bisa bekerja sama dengan baik dalam sebuah tim. 

Saya akan membahas satu per satu dari lima hal yang menjadi penyebab sebuah tim tidak bisa bekerja sama dengan baik: 

Sumber foto: aconsciousrethink.com

Absence of Trust

Patrick menjabarkan alasan utama sebuah tim tidak bisa bekerja dengan baik adalah tidak adanya kepercayaan antar sesama anggota tim. Membangun kepercayaan memang bukan hal yang sepele. Untuk bisa percaya, kita harus kenal dulu anggota tim kita. Masing-masing anggota tim harus terbuka satu sama lain. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seperti: sharing session antar anggota tim, personality profile seperti Insight Discovery, dan 360 feedback.

Sumber foto: nevadasmallbusiness.com

Fear of Conflict

Tim yang baik tidak takut pada konflik. Adanya perbedaan pendapat dalam sebuah meeting adalah hal yang wajar, selama yang didiskusikan adalah ide dan programnya, bukan sisi personalnya. Ini yang dinamakan konflik yang sehat. Tugas seorang leader adalah memastikan setiap anggota tim berpartisipasi dalam sebuah rapat yang sehat dan menghasilkan keputusan yang produktif.

Sumber foto: acumen.sg

Lack of Commitment

Anggota tim akan sulit komitmen apabila dalam dirinya sendiri tidak meyakini hal yang sudah disepakati. Ketika setiap anggota tim berpartisipasi, mereka akan merasa bahwa pendapatnya didengar dan dihargai. Di akhir setiap meeting, tim perlu untuk membuat sebuah kesimpulan tentang hal apa saja yang sudah disepakati. Hal ini penting agar setiap anggota tim memiliki pemahaman yang sama.

Sumber foto: cuinsight.com

Avoidance of Accountability

Ketika arahan sudah jelas, masing-masing anggota tim harus bertanggung jawab atas pekerjaannya. Setiap orang harus mampu men-deliver sesuai apa yang sudah disepakati di awal. Apabila ada anggota tim yang tidak perform, anggota tim yang lain harus berani menegur. Biasanya, anggota tim sungkan menegur karena masing-masing tidak punya kepercayaan yang tinggi, jadi takut menyinggung perasaan orang lain. Pada akhirnya, kalau dibiarkan, hasilnya malah jadi buruk. Kalau anggota tim ngomong langsung dengan tim yang tidak perform, semua orang jadi tahu apa masalahnya, apa kendalanya. Nantinya, bisa dicarikan solusinya bersama-sama sehingga pekerjaan yang sudah disepakati, tetap bisa dijalankan dengan baik.

Sumber foto: Unsplash.com / Anna Samoylova

Inattention to Results

Kesuksesan tim harus lebih penting daripada kesuksesan individu. Apabila salah satu anggota tim mengerjakan pekerjaannya sangat baik, tapi hasil keseluruhannya gagal. Maka, tim itu gagal, karena hasil yang sesungguhnya bukan hasil pribadi, tapi hasil kelompok. Ini ibarat seperti olahraga sepakbola, sebanyak apapun kamu mencetak gol, tapi kalau ternyata tim kamu kalah, ya tetap saja kamu kalah. 

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.