Berani untuk Jadi Orang yang Tidak Disukai?

Sumber foto: Mohammad Faruque / Unsplash.com

Keberanian untuk bahagia dimulai dengan berani untuk menjadi orang yang tidak disukai. Jangan pernah hidup hanya untuk memuaskan harapan orang lain. Jika mereka tidak suka dengan dirimu, itu adalah urusan mereka. Bukan urusanmu.

Kali ini saya akan membahas buku The Courage to be Disliked karya Ichiro Kishimi. Bagi yang belum familiar, buku ini merupakan salah satu buku best seller yang telah terjual lebih dari 3,5 juta copy di seluruh Asia. Saking populernya buku ini, bahkan sampai ada TV series-nya. Pemikiran buku ini dipengaruhi oleh Alfred Adler yang merupakan salah satu psikolog terkenal abad ke-19. 

Buku ini memiliki prinsip yang sederhana. Menjadi bahagia bukanlah hal yang rumit. Apabila kita berhenti memperdulikan apa yang orang lain pikirkan tentang kita, maka kita akan bahagia. Menariknya, Kishimi adalah seorang filsuf. Oleh karena itu, gaya penceritaan dalam buku ini seperti dialog Socrates yaitu pembicaraan antara seorang filsuf bijaksana dan anak muda yang pengetahuannya terbatas. 

Saya merangkumnya menjadi empat hal yang menurut saya penting dari buku ini:

Sumber foto: agenda.ge

Masa lalu tidak menentukan masa depan

Kita bebas dalam menentukan pilihan. Trauma masa lalu tidak akan menjadi penghalang. Hidup kita tidak ditentukan oleh pengalaman masa lalu, tapi makna yang kita berikan atas kejadian itu yang menentukan hidup kita. 

Sebagai contoh, apabila kita melihat anak kecil yang selalu di-bully di sekolah. Pasti kita berpikir, ah nanti udah gede pasti jadi trauma mendalam. Padahal, tentu saja ini tidak benar. Ketika dewasa, anak kecil itu bebas untuk memilih hidup apa yang ingin dia jalani. 

Sumber foto: freepik.com

Hidup bukan kompetisi dengan orang lain

Di era bahwa sukses di usia muda adalah sukses yang sesungguhnya, kadang kita lupa bahwa hidup bukan kompetisi. Apalagi dengan adanya sosial media, semua orang berlomba-lomba untuk pamer kesuksesan. Pamer mobil baru, pacar baru, rumah baru. Semua orang ingin terlihat lebih sukses, lebih kaya, lebih pintar di lingkaran sosialnya. Itu adalah pemikiran yang sempit. Kompetisi yang sesungguhnya tidak melibatkan orang lain, tapi merupakan kompetisi untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. 

Sumber foto: passionpassport.com

Fokus pedulikan urusanmu

Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk suka dengan kita. Sama halnya, orang tua tidak bisa membuat anaknya mendapat ranking 1. Sekeras apapun orang tua memaksa anaknya, akhirnya si anak harus mengerjakan urusannya yaitu belajar. Urusan orang tua hanya memberikan kesempatan dan urusan si anak adalah belajar. Ketika orang tidak suka dengan kita, itu adalah urusan mereka, bukan urusan kita. Ini yang disebut Kishimi sebagai keberanian untuk menjadi orang yang tidak disukai. 

Sumber foto: Brooke Cagle / Unsplash.com

Keberanian untuk menjadi orang biasa

Hidup terdiri dari rangkain momen. Coba bayangkan hidup seperti kita menari. Ketika kamu menari, pasti kamu berpindah tempat. Dari tempat A ke tempat B. Menari adalah tujuan kita. Berpindah tempat dari tempat A ke tempat B, bukan tujuan kita. Hidup juga seperti itu. Jika kita fokus untuk mengejar hal-hal yang kita anggap akan membuat kita bahagia, pada akhirnya kita akan lupa. Lupa untuk menikmati perjalanannya itu sendiri. Masa lalu dan masa depan tidak bisa kita kontrol. Hanya di momen saat inilah, kita bisa hidup, nikmati, dan jalani. 

Berbeda dengan kebanyakan buku pengembangan diri lainnya, dimana kamu harus sukses, kamu harus menjadi orang nomor satu. Kishimi ingin menulis buku yang mengingatkan kita kalau tidak apa-apa kok kalau jadi orang yang biasa saja. Menjadi nyaman dengan diri sendiri adalah cara sederhana untuk bahagia.

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.