Tips Menghadapi Perubahan ala Buku Who Moved My Cheese?

Sumber foto: Vectorstocks.com

Kesuksesan masa lalu tidak akan berarti apa-apa apabila kita berhenti untuk bertumbuh dan berkarya. Seperti kata ilmuwan Charles Darwin,”Bukan spesies paling kuat yang bertahan, bukan juga yang paling pintar. Namun spesies yang akan bertahan adalah yang siap menghadapi perubahan.”

Kali ini saya akan membahas buku Who Moved My Cheese? karya Spencer Johnson. Buku ini bercerita tentang cara pandang yang berbeda antara dua tikus dan dua kurcaci dalam melihat keju. Keju disini dapat diibaratkan sebagai karir, usaha, atau hal lain yang identik dengan kebahagiaan. Penyampaian buku ini sangat ringan tapi memiliki pesan moral yang bagus. Bagi saya pribadi, buku ini merupakan pengingat kalau dalam hidup, kita harus mau berubah untuk tetap relevan.

Sumber foto: Spencer Johnson dan Double Take Productions

Johnson memulai bukunya dengan menceritakan empat karakter dalam buku ini: dua ekor tikus (Sniff dan Scurry) dan dua kurcaci (Hem dan Haw). Mereka berempat hidup dalam sebuah labirin dan awalnya ada Stasiun Keju yang cukup untuk mereka semua. Tapi, suatu hari, keju yang ada disana tiba-tiba habis. Disinilah drama pun dimulai!

Sniff dan Scurry layaknya seperti tikus pada umumnya, pemikiran mereka sederhana, apabila tidak ada keju lagi, ya mereka cari di tempat lain. Sedangkan, Hem dan Haw layaknya seperti manusia, mereka tidak terima keadaan, mereka mengeluh,”Siapa yang pindahin kejunya?” Hidup ini kok gak adil? Seperti manusia pada umumnya, fokus pada masalah, bukan pada solusi.

Membaca kisah ini, mengingatkan saya pada pidato terakhir dari CEO Nokia yang bilang,”Kita tidak melakukan apapun yang salah, tapi entah bagaimana kita kalah.” Ini merupakan pengingat bahwa dunia terus berubah dan kita tidak bisa terjebak dalam kesuksesan masa lalu.

Sumber foto: Darius Foroux

Oke, kembali ke buku Who Moved My Cheese?, Haw akhirnya sadar kalau dia tidak bisa mengeluh terus, dia harus melakukan sesuatu dan mulai mencari keju lainnya. Awalnya, Haw mengajak Hem, tapi Hem menolak. Akhirnya, hanya Haw seorang diri dalam perjalanan mencari keju.

Perjalanan mencari keju tidaklah mudah. Haw banyak menemukan kegagalan. Bahkan, ketika dia menemukan Stasiun Keju ternyata kejunya hanya sedikit. Haw kemudian membawa sedikit keju untuk diberikan kepada Hem yang terjebak di masa lalu. Lagi-lagi, Hem menolak untuk move on dan terus mengenang masa-masa indah di masa lalu. Akhirnya, Haw pun menyerah untuk membujuk Hem dan melanjutkan pencarian kejunya. Setiap jalan yang Haw lewati, dia menulis petunjuk dan pelajaran hidupnya, berharap suatu hari nanti Hem berubah dan kata-kata tersebut dapat memandu Hem untuk menemukan keju. 

Akhir cerita, Haw pun bertemu Sniff dan Scurry di Stasiun Keju yang berisi banyak sekali keju. Belajar dari masa lalu, Haw pun rajin untuk mengecek kondisi kejunya agar keju yang ada di Stasiun Keju dapat bertahan untuk waktu yang lama.

Sumber foto: plannersweb.com

Saya merangkum pelajaran hidup Haw paling penting dari pencarian kejunya:

Perubahan adalah hal yang pasti – keju akan terus bergerak. Kita akan tertinggal apabila kita berhenti. Coba lihat Bluebird, di tengah gempuran taksi online, Bluebird terus berbenah diri untuk tetap relevan dengan perkembangan jaman. Walaupun berat, Bluebird sadar bahwa perubahan adalah hal yang tidak bisa ditawar dan harus dilakukan walaupun sulit.

Perhatikan Perubahan – Cium kejumu sesering mungkin agar kamu tahu bila kejumu sudah tua. Ini adalah hal yang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Kalau saja, Nokia pada masa itu tidak lengah sebagai pemimpin pasar dan bergerak cepat untuk berubah. Mungkin Nokia masih terus bertahan dan tidak akan kalah dengan Samsung. 

Adaptasi Perubahan dengan Cepat – Semakin cepat kita melepas keju lama, kita akan mendapat keju yang baru. Perubahan itu kadang menakutkan dan gak enak. Fujifilm dan Kodak awalnya merupakan penjual film, sebelum era kamera digital. Namun, ketika konsumen mulai beralih dari kamera film ke kamera digital, Fujifilm berhasil berevolusi menjadi salah satu pemain mirrorless yang cukup kuat dan mampu bersaing dengan produsen kamera digital lainnya. Sedangkan, Kodak tertinggal oleh jaman.

Bersiap untuk Berubah dan Nikmatilah – Keju akan terus bergerak. Di tengah era digital, teknologi mengubah hidup manusia. Kita harus terus berkarya dan tetap relevan. Bukan tidak mungkin, di masa yang akan datang, pekerjaan kita akan digantikan oleh robot. Seperti halnya, banyak pekerjaan jaman sekarang yang sudah digantikan oleh mesin.

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.