3 Rahasia Sukses dari Buku Outlier

Sumber Foto: Ian Allen/Vox.com

Sukses tidak terjadi dalam semalam dan bukan cuma usaha sendiri. Semua bisa bergantung pada kapan kamu dilahirkan, lingkungan tempat kamu dibesarkan, waktu bekerja yang panjang, dan sedikit keberuntungan.

Kali ini saya akan membahas buku: Outlier: The Story of Success karya Malcolm Gladwell. Buku ini menjelaskan kalau orang bisa sukses karena mereka diberi kesempatan dan bekerja keras untuk mencapainya. Gladwell tidak percaya soal adanya bakat, tapi dia percaya semua terjadi karena dukungan dari lingkungan tempat orang itu dibesarkan.

Saya merangkum tiga poin paling menarik dari buku ini:

Sumber foto: finance.yahoo.com

Tanggal Lahir Menentukan Nasib?

Mungkin terdengar seperti percaya gak percaya ya, tapi Gladwell menemukan ilmu sains di balik tanggal lahir (relative age effect). Di buku Outlier, Gladwell mengambil contoh pemain profesional hoki yang ternyata mayoritas lahir di awal tahun. Di Kanada, penerimaan pemain junior hoki dimulai dari 1 Januari hingga 1 Desember di tahun yang sama. Jarak antara Januari hingga Desember mungkin terlihat pendek, namun bagi anak 10 tahun yang sedang dalam masa pertumbuhan, ini merupakan jarak yang sangat besar dalam hal pertumbuhan fisik.

Anak usia 10 tahun yang lahir di bulan Januari secara fisik pasti lebih dewasa dan kuat dibandingkan anak usia 10 tahun yang lahir di bulan Desember pada tahun yang sama. Jarak inilah yang ternyata mendukung anak yang lahir di awal tahun mendapatkan keuntungan untuk bisa bermain lebih baik daripada anak-anak sebayanya. Semua ini tentunya apabila diakumulasikan bertahun-tahun akan menghasilkan anak-anak yang lahir di awal tahun menjadi lebih mudah diterima di liga profesional ketika mereka dewasa.

Sumber foto: blog.syncano.rocks

Aturan 10.000 Jam

Gladwell menjelaskan “angka ajaib” 10.000 jam untuk mengubah seseorang dari amatir menjadi pemain kelas dunia. Gladwell mencontohkan bagaimana Bill Gates mengakumulasikan 10.000 jam dimulai ketika Gates masih di Sekolah Menengah Pertama di Seattle. Uniknya di kasus Gates, Gladwell tidak hanya menekankan pada angka 10.000 jam tapi juga adanya beberapa keberuntungan yang dimiliki Gates tapi tidak dimiliki oleh anak-anak sebayanya.

Pertemuan Gates dengan komputer dimulai saat dia bersekolah di sekolah elit swasta dan sekolahnya ternyata membeli sebuah terminal komputer. Ingat, ini adalah tahun 1968, dimana bahkan mahasiswa saja tidak bisa bersentuhan dengan komputer. Namun, Gates bisa mulai lebih dahulu ketika dia berusia delapan tahun. Setelah itu, kesempatan lain datang dari jejaring keluarganya, Computer Centre Corporation (C-Cubed), organisasi yang dibentuk oleh University of Washington. Disana, Gates mendapatkan pekerjaan dan perjalanan Gates dengan programming berlanjut hingga dia mendirikan Microsoft sampai sekarang.

Belajar dari kisah Gates, Gladwell menjelaskan kisah tersebut hanya akan terjadi apabila Gates bersekolah di Seattle, bayangkan apabila dia lahir di Asia atau Afrika, mungkin tidak ada Microsoft yang kita kenal sekarang. Ini juga menjelaskan adanya faktor keberuntungan dan kesempatan yang dimiliki oleh Gates, tapi tidak dimiliki oleh orang lain.

Sumber foto: Fox/The Simpsons

Budaya Menentukan Kecerdasan Matematika

Negara di Asia ternyata memiliki kecerdasan matematika yang lebih tinggi daripada Negara Barat. Setelah diteliti, Gladwell menemukan ternyata ada dua aspek budaya yang sangat mendukung: budaya bertani dan bahasa.

Budaya bertani Asia dan Negara Barat sangatlah berbeda. Di Asia, bertani adalah pekerjaan yang sangat melelahkan, mulai dari subuh harus bekerja di ladang. Sedangkan di Negara Barat, banyak petani sudah menggunakan mesin modern seperti traktor dan mesin lainnya untuk mempercepat proses bertani. Inilah yang menjelaskan bagaimana budaya kerja keras sangat berakar pada beberapa negara di Asia.

Bahasa juga memiliki peran yang cukup besar. Gladwell menjelaskan bagaimana pengucapan angka dalam bahasa Inggris lebih panjang untuk diucapkan dan tidak menggunakan logika yang sama. Sebagai contoh: untuk penyebutan angka tujuh dalam bahasa Inggris adalah seven dan dalam bahasa Cina “qi”. Dalam bahasa Inggris ada dua suku kata, sedangkan dalam bahasa Cina hanya satu suku kata. Selain itu, untuk angka yang lebih besar, sistem logikanya juga tidak sama. Sebagai contoh, untuk penyebutan angka sebelas adalah eleven, dimana seharusnya adalah “ten one”, ini adalah logika dalam bahasa Cina.

Dua faktor ini walaupun terlihat sepele namun apabila diakumulasikan bertahun-tahun menjelaskan alasan kenapa anak di Negara Asia bekerja lebih keras dan mempunyai kecerdasan matematika yang lebih tinggi.

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.