2 Hal yang Paling Berkesan dari 7 Habits of Highly Effective People

Sumber foto: Eleanor Bentall / Telegraph.co.uk

Apa yang membuat orang sukses? Kebiasaan apa yang mereka punya? Kebiasaan yang baik akan membantu seseorang menjadi sangat efektif yang berujung pada kesuksesan dalam hidup.  Covey membagi kebiasaan menjadi tiga komponen: pengetahuan (apa yang kamu tahu), kemampuan (bagaimana caranya), dan keinginan (apa yang ingin kamu lakukan).

Kali ini saya akan membahas buku: 7 Habits of Highly Effective People karya Steven Covey. Covey percaya bahwa hidup kita tergantung dari cara kita melihat dunia. Apabila kita ingin mengubah kondisi yang kita alami sekarang, kita harus mengubah cara pandang kita dulu. Menurut saya, buku ini sangat bagus untuk membangun kebiasaan dan fondasi berpikir untuk hidup yang lebih baik.

Berikut adalah 7 Habits of Highly Effective People dalam buku ini adalah:

  1. Jadilah Proaktif
  2. Mulai dari Bagian Akhir
  3. Dahulukan yang Benar-Benar Penting
  4. Berpikir Menang Menang
  5. Mengerti Orang Lain Dulu Sebelum Dimengerti
  6. Sinergi
  7. Asah Gergajimu

Bagi saya pribadi, ada dua hal dari buku ini yang kena banget sampe sekarang:

Circle of Influence and Circle of Concern
Lingkaran Pengaruh dan Lingkaran Kepedulian

Lingkaran pengaruh

Hidup kadang banyak tantangan, baik itu dengan orang lain atau keadaan yang kita hadapi. Tapi yang membedakan adalah respon kita terhadap hidup.

Covey menjelaskan konsep lingkaran pengaruh (Circle of Influence) dan lingkaran kepedulian (Circle of Concerns).

Lingkaran kepedulian berisi tentang semua hal yang kita pedulikan. Dari lingkaran itu, kita buat lingkaran yang lebih kecil lagi, isinya adalah hal-hal yang bisa kita pengaruhi atau kontrol hasilnya. 

Untuk mempermudah, saya akan kasih contoh: apabila kita diomelin sama bos gara-gara kerjaan ada yang belom kelar. Ini tentu saja masuk ke dalam lingkaran kepedulian, tapi apa sih yang masuk dalam lingkaran pengaruh kita? Tentu saja, hasil pekerjaan. Apakah kita bisa merubah bos kita jadi baik hati dan tidak marah-marah? Tentu saja tidak, karena itu di luar lingkaran pengaruh kita. Terus, apa yang kita bisa lakukan? Pertama, kita harus tahu persis dulu maunya si bos apa, kemudian lakuin sebaik-baiknya. Jika si bos berharap kita ngerjain 100, kita kerjain 120. Pasti dijamin gak dimarahin. 

Daripada kita sibuk curhat kalau si bos tukang ngomel, lebih baik kita fokus ke hal-hal yang bisa kita kontrol yaitu hasil pekerjaan kita.

Manajemen Waktu Efektif
Time Management Matrix

Manajemen waktu yang efektif

Setiap orang punya waktu 24 jam yang sama. Ada orang yang bisa mengerjakan banyak hal, tapi ada juga orang yang selalu sibuk tapi gak tahu hasilnya apa. Ini semua sangat terkait pada manajemen waktu. Covey menjelaskan konsep manajemen waktu yang sangat simpel tapi kuat sekali.

Covey membagi manajemen waktu (Time Management Matrix) menjadi empat kuadran:

  1. Quadran I: Penting dan Mendesak.  Kuadran ini berisi tentang hal-hal yang sangat penting dan mendesak. Bagian ini yang harus segera kita kerjakan.
  2. Quadran II: Penting tapi Tidak Mendesak. Kuadran ini berisi hal-hal yang penting, tapi masih bisa kita undur waktu penyelesaiannya. Tapi biasanya, karena tidak ada deadline yang jelas, bagian ini cenderung gak dikerjain.
  3. Quadran III: Tidak Penting tapi Mendesak. Bagian ini sebenarnya tidak penting, tapi harus segera selesai. Covey menyarankan untuk kita delegasikan bagian ini.
  4. Quadran IV: Tidak Penting dan Tidak Mendesak. Biasanya bagian ini berisi hiburan dan merupakan quadran yang harus kita kurangi untuk manajemen waktu yang efektif.

Agar lebih mudah dicerna, saya akan memberikan contoh:

  1. Di Kuadran I, biasanya terdiri dari krisis, hal-hal darurat, proyek yang deadline-nya besok, dan sebagainya.
  2. Di Kuadran II, biasanya terdiri dari bikin planning, olahraga, makan lebih sehat.
  3. Di Kuadran III, biasanya terdiri dari beres-beres rumah yang mulai kotor. Sekilas memang tidak penting, tapi mendesak karena misalnya mau ada tamu yang dateng. Mungkin bisa delegasiin, pakai jasa go-clean mungkin.
  4. Di Kuadran IV, biasanya paling gampang diidentifikasikan misalnya kamu main sosmed, kepoin mantan, liatin timeline temen kamu, dan sebagainya.

Jika kita sudah membagi aktivitas kita seharian dalam empat kuadran itu, maka kita akan lebih mudah untuk bikin skala prioritas agar 24 jam yang kita punya lebih efektif.

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.