Uang di Mata Si Kaya dan Si Miskin

Semua berawal dari pikiran. Alasan utama orang tidak mendapatkan apa yang diinginkan, karena mereka tidak pernah tahu apa yang mereka sebenarnya inginkan. Tujuan yang jelas akan mempermudah pikiran kita untuk mencapai apa yang dituju. Sederhananya, untuk jadi orang kaya, semua dimulai dari pola pikir yang benar soal kekayaan dan uang.

Kali ini saya akan membahas buku: Secrets of the Millionaire Mind karya T. Harv Eker. Buku ini bercerita kalau kita butuh mindset tertentu buat jadi orang kaya. Eker fokus pada apa yang orang pikir dan rasakan tentang uang. Apakah cara kita melihat uang dan kekayaan sudah benar? 

Berikut adalah beberapa pola pikir Si Kaya dan Si Miskin dari buku The Secrets of Millionaire:

Si Kaya bilang,”Hidup ini tanggung jawab saya”, Si Miskin bilang,”Hidup ini takdir.”

Jika mau jadi Si Kaya, kita harus punya kontrol penuh pada hidup yang kita jalani. Apakah kamu tahu siapa yang sering main lotre? Kebanyakan pemain lotre adalah Si Miskin. Si Kaya tidak akan menghabiskan kekayaan mereka untuk main lotre, karena dia tidak punya kontrol atas hasil dari permainan itu. 

Si Miskin juga sering merasa jadi korban dari keadaan. Selalu menyalahkan kondisi ekonomi, menyalahkan orang lain, dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengeluh. Si Kaya tidak berpikir bahwa dirinya adalah korban. Daripada sibuk mengeluh, Si Kaya menghabiskan waktu untuk mengerjakan hal-hal yang dia bisa kontrol untuk menghasilkan kekayaan.

Si Kaya berkomitmen untuk jadi kaya, Si Miskin MAU jadi kaya

Ada perbedaan mendasar dari komitmen dan kemauan. Komitmen artinya Si Kaya bekerja dan berusaha secara serius untuk menjadi kaya. Tentu saja, melakukan hal yang legal, bermoral dan sesuai etika ya. Sedangkan, kemauan ya hanya kemauan. Si Miskin hanya mau jadi kaya tanpa mau melakukan apa yang dilakukan oleh Si Kaya. 

Apakah Si Miskin mau bekerja keras? Apakah Si Miskin mau mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk bekerja keras menuju kekayaan? Biasanya, Si Miskin hanya berhenti di kemauan. Jadi, ketika Si Miskin ngeliat Si Kaya sukses, respon yang paling sering adalah iri dan nyinyir.

Si Kaya berpikir “dan”, Si Miskin berpikir “atau”

Si Kaya hidup dalam berkelimpahan. Si Kaya selalu berpikir “dan”, bagaimana dia bisa mencapai keduanya. Si Kaya tidak membatasi diri dengan pikirannya sendiri. Sebagai contoh, jika ada pilihan: 1. Karir yang bagus. 2. Punya waktu untuk keluarga. Si Miskin terjebak harus memilih di antara kedua hal itu. Sedangkan, Si Kaya berpikir “Bagaimana?” Bagaimana saya bisa mendapatkan karir yang bagus dan juga punya waktu untuk keluarga?” Dengan mengganti kata “atau” menjadi “dan”, Si Kaya melihat dunia dengan cara yang berbeda, dunia yang berkelimpahan dan kesempatan tanpa batas.

Si Kaya fokus pada kekayaan bersih, Si Miskin fokus pada gaji

Kalau kita bicara soal uang, pertanyaan umum yang ditanyakan oleh orang lain ke kita adalah “Gaji kamu berapa?” Tapi cukup aneh kalau ada yang tanya, “Total kekayaan bersih kamu berapa?” Si Kaya tahu persis perbedaan antara kekayaan bersih dan gaji atau pendapatan bulanan. Gaji hanya salah satu komponen dari kekayaan bersih. Sisanya yang lain: tabungan, investasi, dan gaya hidup minimalis. Gaji memang penting, tapi Si Kaya butuh tiga hal lainnya untuk mengembangkan kekayaan bersih.

Si Kaya dan Si Miskin tidak ditentukan dari seberapa besar penghasilan yang dimiliki tapi lebih kepada pola pikir dan bagaimana cara dia melihat uang. Ketika kita melihat uang dengan cara yang berbeda, itulah awal perubahan hidup kita.

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.