Hidup Bahagia ala Buku The Subtle Art of not Giving a F*ck

Hidup ini singkat. Kita cukup peduli dengan hal yang benar-benar penting saja. Jika, kamu menghabiskan waktu untuk peduli dengan hal-hal yang tidak penting, seperti selalu dengerin omongan orang lain, hidupmu pasti akan menderita.

Kali ini saya akan membahas buku: The Subtle Art of not Giving a F*ck karya Mark Manson. Jadi, buku ini bercerita kalau untuk bahagia, kita hanya perlu memperhatikan hal yang benar-benar berarti bagi hidup kita.

Gaya bahasa buku ini memang tidak sama seperti buku-buku pengembangan diri yang lain. Ibaratnya, buku ini seperti jujur tanpa disensor sama sekali dengan pesan moral yang cukup dalam dan bermakna. Mungkin karena gaya penulisannya yang unik, buku ini merupakan salah satu buku bestseller versi New York Times.

Berikut adalah empat poin penting dari buku The Subtle Art of not Giving a F*ck karya Mark Manson:

Sumber foto: foreverwe.org

Fokus pada hal yang benar-benar penting 

Hidup adalah tentang menentukan prioritas hal apa yang perlu kita dengerin. Tapi, seringkali kita terjebak pada hal-hal yang tidak penting. Kita sedih ketika ada orang yang omongin jelek di belakang, harus jadi orang sukses, harus terlihat sempurna. Ini adalah fokus yang salah. Semakin kita sibuk dengerin orang lain, kita akan semakin jauh dengan tujuan hidup yang kita inginkan.

Sumber foto:sourcecon.com

Kita selalu punya pilihan

Ketika banyak hal buruk terjadi dalam hidup kita, ada saatnya kita merasa bahwa ini adalah nasib dan tidak ada pilihan lain. Padahal, tanpa kita sadari, sebenarnya kita punya pilihan. Seperti contohnya, ketika kita sedang ada di luar rumah dan tiba-tiba hujan. Kita tetap punya pilihan, kita bisa cari tempat untuk berteduh, pakai payung, pakai jas hujan, atau bisa saja kita mengumpat langit karena turun hujan. Tentu saja, ada hal yang tidak bisa kita kontrol, tapi kebahagiaan kita pribadi adalah tanggung jawab kita sendiri dan pilihan ada di tangan kita.

Sumber foto: padraig.ca

Kegagalan bukan masalah

Manson bercerita saat dirinya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai karyawan dan mulai keliling dunia, lalu membuka usaha sendiri. Tentu saja, hal ini merupakan tanggung jawab yang sangat besar. Tidak ada lagi gaji bulanan dan hidup kita sepenuhnya tergantung pada diri kita sendiri, baik setiap kesuksesan maupun setiap kegagalannya. Awalnya mungkin menakutkan, tapi setelah dijalani, dan melewati berbagai kegagalan, ternyata itu merupakan pilihan yang tepat. Kalau saja, dia tidak berhenti menjadi karyawan saat itu, mungkin Manson tidak akan menjadi penulis buku best seller versi New York Times seperti sekarang.

Sumber foto: Unsplash.com

Hidup bahagia dengan menikmati masalah

Mayoritas orang selalu hidup untuk menjauhi masalah. Padahal, selama kita masih hidup, pasti selalu ada masalah di dalam hidup kita. Manson menawarkan sudut pandang yang berbeda dalam melihat masalah. Kebahagiaan sejati hanya muncul saat kita menikmati masalah dan bahagia ketika menyelesaikannya. Mungkin kalau diibaratkan, kita harus melihat masalah seperti kita menyusun puzzle. Walaupun rumit, kita bahagia saat menyelesaikan puzzle. Ketika kita selesai menyelesaikan puzzle pun ada masalah baru, kita sekarang bingung harus melakukan apa. Itulah sebabnya kita tidak bisa menjauhi masalah. Terimalah masalah sebagai bagian dari hidup dan selesaikanlah masalah yang muncul.

Hidup terlalu singkat kalau kita terlalu banyak dengerin omongan orang lain. Fokus ke hal yang benar-benar penting bagi hidupmu dan nikmatilah!

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.