5 Pelajaran dari Buku The Richest Man in Babylon


The Richest Man in Babylon adalah buku klasik yang masih relevan sampai sekarang. Saran-saran keuangan yang diberikan juga masih cocok digunakan sebagai fondasi berpikir dasar dalam hal pengaturan keuangan pribadi. Buku ini dikemas dengan banyak cerita-cerita yang menarik dengan pesan moral yang baik. Karena masa depan gak ada yang tahu, lebih baik kita siap daripada menyesal di kemudian hari. Buku ini merupakan karya dari George S. Clarson yang menyimpan rahasia untuk mendapatkan uang, menyimpannya, dan membuat uang menghasilkan lebih banyak uang.

5 pelajaran penting dari buku The Richest Man in Babylon:

Tabung di Awal

Ketika kita baru gajian dari kantor atau dari bisnis kita sendiri, yang paling pertama kita lakukan adalah simpan minimal 10% dari uang tersebut untuk ditabung sebelum dibelanjakan. Mungkin sulit bagi beberapa orang, tapi ini merupakan kebiasaan keuangan yang baik. Jadi ketika kita mendapat uang, urutan yang benar adalah tabung, pengeluaran rutin, hiburan.

Buat Uang Bekerja

Orang kaya selalu membuat uang bekerja untuk dirinya. Jadi, ketika kalian mendapatkan kenaikan gaji, kalian harus fokus mengembangkan investasi, bukan ke hal-hal yang konsumtif seperti beli mobil baru, beli baju baru, dan sebagainya. Yang paling penting juga, investasikan uang kalian di bidang investasi yang kalian pahami dan seiring waktu akan menjadi sumber pendapatan pasif yang semakin besar.

Hindari Berhutang

Hutang disini maksudnya adalah hutang konsumtif ya, jadi bukan hutang produktif seperti hutang untuk mengembangkan usaha. Apalagi sekarang gampang banget buat berhutang, contohnya bisa pakai kartu kredit. Wait, bukan berarti tidak boleh pakai kartu kredit. Tentu saja, kartu kredit memudahkan banyak hal, tapi harus punya mindset yang benar dulu. Kartu Kredit adalah alat bayar bukan alat berhutang. Okay, sekali lagi saya ulangi ya: Kartu Kredit adalah alat bayar bukan alat berhutang. Artinya, kalau kita pakai kartu kredit untuk bayar, kita harus langsung sisihkan uang tersebut untuk dibayarkan saat ada tagihan. Jadi, kita harus membeli sesuai kemampuan ya.

Upgrade Diri Sendiri

Banyak orang lupa bahwa investasi yang paling menguntungkan adalah investasi ke diri sendiri. Contohnya begini, kalau misalnya kita bekerja di bidang penjualan dan biasanya kita cuma mampu menjual 3 dari 10 kali penjualan. Tapi, dengan kita ambil kursus, training, dan latihan. Dalam tiga bulan, Kita akhirnya mampu menjual 6 dari 10 kali penjualan. Pastinya, ini merupakan return yang sangat besar: 100% dalam tiga bulan.

Jaga Kekayaan Melalui Diversifikasi Aset dan Asuransi

Mungkin ini keliatan terlalu teknis ya, sederhananya, kita gak boleh taruh semua kekayaan kita di satu jenis investasi. Harus dibagi-bagi. Contoh: kita bisa bagi kekayaan kita ke saham, emas, properti, bisnis, dan sebagainya. Satu hal lagi yang paling penting, sebelum kita mulai investasi, kalian harus punya asuransi dan dana darurat. Ini penting banget yang kadang orang-orang suka lupa. Karena masa depan gak ada yang tahu, lebih baik kita siap daripada menyesal di kemudian hari.

Untuk versi animasinya, bisa langsung dilihat di:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.