Spiderman: Homecoming, Perjalanan Remaja Laba-Laba menjadi Dewasa

spider-man-homecoming-nba-spot
sumber foto: cosmicbooknews.com

Superhero yang lucu dan menghibur merupakan DNA yang tetap dijaga di film terbaru Spiderman yang berjudul Spiderman: Homecoming. Mengambil latar kehidupan Peter Parker saat SMA, penonton akan diajak melihat kehidupan Peter layaknya anak SMA pada umumnya seperti menjadi korban bully, jatuh cinta, reunian sekolah, olimpiade sekolah, hingga perubahan pola pikir Peter dari anak-anak remaja yang naif menjadi dewasa. Selain itu, sentuhan teknologi Iron Man juga memberikan cita rasa baru di film Spiderman: Homecoming. Di film ini, kostum Spiderman dilengkapi Artificial Intelligence seperti Jarvis bernama Karen.

Film Spiderman: Homecoming merupakan seri lanjutan dari film Avengers: Age of Ultron (2015) dan Captain America: Civil War (2016). Bahagia karena pengalamannya menjadi bagian dari Avengers di seri sebelumnya, Peter Parker muda (Tom Holland) mulai membiasakan diri hidup sebagai Spiderman dan tinggal bersama bibi May (Marisa Tomei), di bawah pengawasan yang ketat dari Tony Stark (Robert Downey, Jr.). Walaupun sudah kembali ke kehidupannya semula menjadi anak SMA, pikiran Peter masih sering terganggu untuk membuktikan dirinya merupakan superhero sungguhan yang menyelamatkan dunia bukan hanya sekadar melindungi lingkungannya. Hal ini disebabkan karena Tony memperlakukan Peter seperti anak-anak, tentunya mengingat Peter baru berumur 15 tahun!

Masalah muncul ketika penjahat bernama Vulture (Michael Keaton) yang mendapatkan kekuatan dari mengumpulkan barang-barang bekas yang berasal dari serangan alien di kota New York pada seri Avengers: Age of Ultron (2015). Peter harus berusaha untuk mengagalkan usaha Vulture dalam merampok sisa barang-barang bekas serangan alien yang dikumpulkan oleh U.S. Department of Damage Control (D.O.D.C.).

Bagi saya pribadi, film Spiderman: Homecoming sangat menghibur dan memberikan cita rasa baru dari serial Spiderman yang sudah ada. Apalagi, film ini juga memasukkan elemen Avengers dan Iron Man sehingga membuat film ini memiliki kesan yang berbeda dibandingkan film stand alone Spiderman biasanya. Akting para pemainnya juga sangat baik, dilihat dari pikiran naif Peter yang ingin membuktikan dirinya mampu menyelamatkan dunia, aksi Spiderman yang kikuk ketika melompat dari atap-atap gedung, raut wajah Peter yang tidak bisa disembunyikan ketika mengetahui identitas Vulture yang sebenarnya, hingga sisi psikologisnya yang goyah ketika diancam oleh Vulture yang ternyata merupakan ayah dari teman kencannya Peter di reuni sekolah.

Hal yang paling keren dalam film ini, menurut saya, adalah sentuhan Iron Man dalam kostum Spiderman. Di film ini, kostum Spiderman dilengkapi dengan Artificial Intelligence yang diberi nama Karen oleh Peter. Kostumnya sendiri memiliki kemampuan tambahan seperti, bom jaring, laba-laba pengintai, jaring dua arah, mode investigasi, mode membunuh seketika, dan banyak mode lainnya. Tentu saja, hal ini merupakan breakthrough yang tidak pernah ada sebelumnya di serial Spiderman.

Film Spiderman: Homecoming juga memberikan cita rasa baru pada inner circle dari Peter. Seperti contohnya, ternyata sebelum jatuh cinta pada Gwen Stacy dan Marry Jane Watson, Peter Parker jatuh cinta pada Liz Allan (Laura Harrier) dimana pada cerita komik Spiderman, Liz akan menikah dengan Harry Osborn (teman baik Peter ketika kuliah). Selain itu, penonton juga diperkenalkan kepada teman baik Peter saat SMA yaitu Ned Leeds (Jacob Batalon). Bukan cuma itu yang mengejutkan adalah teman sekolah Peter bernama Michelle (Zendaya), yang awalnya tidak begitu mencolok, namun di akhir cerita, ketika dia ditunjuk menjadi ketua Academic Decathlon, dia berkata bahwa teman-temannya biasa memanggil dia “MJ”. Tentu saja, hal ini cukup mengagetkan, mengingat MJ di dalam Spiderman merupakan singkatan dari Mary Jane yang merupakan kekasih Peter di masa depan.

Selamat untuk Marvel dan Sony yang berhasil membuat film Spiderman: Homecoming yang sangat menghibur dan menyenangkan! Tentunya, keberhasilan ini menjadi salah satu dari kesuksesan jajaran film-film Marvel Cinematic Universe yang sukses di pasaran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s