Transformers: The Last Knight Film Review

transformers_the_last_knight-wide-1024x519
Sumber foto: cheatsheet.com

Seri kelima film Transformers: The Last Knight akan menampilkan kelanjutan dari hubungan yang memanas antara manusia dan Transfomers pada sekuel sebelumnya. Selama 2 jam 29 menit, penonton akan kembali diajak pada petualangan epik Transformers di Bumi. Sayangnya film terbaru besutan Michael Bay ini terasa cukup aneh karena mencampurkan beberapa sejarah. Hal inilah yang membuat film ini menuai banyak kritik negatif.

Film Transformers: The Last Knight bercerita tentang pertarungan antara manusia dan Transformers. Di masa itu, Transformers merupakan buronan, tak peduli Autobots atau Decepticons. Hal ini diperparah karena Optimus Prime (Peter Cullen) yang sudah tidak berada di bumi. Di tengah pertarungan itu, eksistensi Bumi terancam karena Creator Transformers bernama Quintessa (Gemma Chan) berencana untuk menghancurkan Bumi demi menghidupkan kembali planet Cybertron.

Cara satu-satunya untuk menyelamatkan Bumi berada tersembunyi di masa lalu, tepatnya pada sejarah kemunculan Transformers pertama kali di Bumi. Di tengah kekacauan yang terjadi, tanggung jawab untuk menyelamatkan Bumi terletak pada pundak empat orang yaitu Cade Yeager (Mark Wahlberg), Bumblebee (Erik Aadahl), seorang bangsawan Inggris bernama Sir Edmund Burton (Anthony Hopkins), dan profesor dari Oxford University bernama Vivian Wembley (Laura Haddock).

Seperti halnya film-film Transformers sebelumnya, efek visual yang memukau, mobil-mobil keren, adegan yang lucu, dan pidato Optimus Prime yang memukau, masih kental di film ini. Pesan persahabatan antara manusia dan Autobots juga masih memiliki porsi yang besar. Terutama persahabatan antara Sir Edmund Burton dan Autobots bernama Cogman (Jim Carter) yang memiliki bentuk mirip C-3PO di film Star Wars. Film ini juga masih berisi karakter-karakter Autobots lama yang ada di sekuel Transformers: Age of Extinction seperti Optimus Prime, Bumblebee, Hound, Crosshairs, Drift, dan Brains.

Sayangnya, film ini banyak dikritik oleh para kritikus terutama yaitu plot ceritanya yang aneh. Di film Transformers: The Last Knight, plot ceritanya mengangkat sejarah Raja Arthur, Ksatria Meja Bundar, dan Merlin yang pemabuk. Bukan cuma sejarah Raja Arthur, film ini juga memasukkan cuplikan peperangan Nazi. Mungkin plotnya yang banyak mencampurkan hal-hal ini, membuat film ini jadi terkesan aneh.

Selain plot ceritanya, saya pribadi juga merasa kurang greget ketika nonton film ini, terutama pada bagian kekuatan tongkat Merlin, pedang Arthur, dan 12 ksatria Autobots. Menurut saya, kekuatan pedang Arthur dan peran Cade Yeager sebagai ksatria terakhir juga tidak terlalu menonjol. Selain itu, 12 ksatria Autobots juga tidak banyak dieksplor, padahal saya menantikan bagaimana kehebatan dari ksatria tersebut ketika melawan Decepticons. Hal-hal inilah yang membuat film Transformers: The Last Knight mendapat ulasan yang buruk, bahkan hanya mendapat rating 17% di rottentomatoes.com dan 5.5/10 di IMDB.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s