Passion Dalam Hidup, Penting atau Enggak?

Follow-your-passion-2-SIZED
sumber foto: livehappy.com

Sebagai anak yang lahir sebagai generasi millenials, saya terbiasa dengan jargon “find your passion”. Dimulai dari generasi inilah, orang-orang mulai percaya bahwa hobi itu bisa jadi duit. Tapi sebenernya, penting gak sih punya passion dalam hidup?

Mungkin alasan terbesar kenapa passion menjadi sangat populer di generasi millenials adalah karena di generasi ini kehidupannya sudah cukup stabil dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Coba bayangkan kamu lahir di generasi baby boomers yang berada dalam kondisi pasca perang dan krisis ekonomi yang berat, boro-boro bicara soal passion, yang penting perut dulu yang diisi.

Selain itu, maraknya penggunaan media sosial, seakan-akan membuat kata passion makin populer. Ada yang suka bikin komik, kemudian menyebarkan karyanya dan akhirnya populer seperti @tahilalats. Ada juga yang suka nulis review dan foto makanan di blog dan media sosial pribadinya, kemudian booming seperti @anakjajan dan @eatandtreats. Tentu saja kesuksesan mereka membuat kagum bercampur iri kebanyakan orang. “Enak banget ya mereka dapet duit dari ngelakuin apa yang mereka suka.” Kurang lebih begitulah yang di pikiran banyak orang.

Setelah banyak yang terinspirasi dengan karya-karya mereka yang saya sebutkan di atas, mulailah banyak yang mengikuti jejak mereka. Ada yang sukses, banyak juga yang gagal. Banyak orang berpikir kalo bekerja sesuai passion itu keren, padahal sebenernya tidak sesederhana itu. Mempunyai passion yang bisa menghasilkan uang ibarat membesarkan seorang bayi, perlu waktu, dan usaha yang tidak mudah.

Irma Rahayu, penulis buku Money Therapy, mengatakan bahwa  passion adalah harta karun terbesar dalam hidup kita. Hal dasar yang membedakan apakah yang kamu lakukan passion atau tidak itu sederhana: apakah kamu melakukan hal itu dengan cinta dan sukacita? Apakah kamu tetap melakukan itu walaupun banyak orang yang mencibir dan enggak dibayar? Kalau jawabannya iya, mungkin itu passion kamu.

Jadi balik lagi ke pertanyaan awal, apakah penting mempunyai passion dalam hidup? Bagi saya, melakukan hal yang saya cintai itu penting. Karena kalau “tidak cinta”, tentunya saya tidak punya keinginan untuk belajar banyak soal bidang yang saya tekuni sekarang. Sebagai contoh, saya pribadi sangat mencintai dunia komunikasi. Saya suka melihat cara orang berkomunikasi, cara orang bercerita, cara orang berbicara di depan umum, cara orang merumuskan strategi komunikasi, dan sebagainya. Karena kecintaan saya itulah yang membuat saya belajar terus menerus soal bidang ini. Beruntungnya, saya juga bekerja dalam bidang yang sama.

Terakhir, saya mempunyai tips buat kamu yang tertarik untuk mencari atau mengembangkan passion kamu. Mungkin saat ini kamu masih bekerja di tempat yang kamu tidak sukai karena alasan ekonomi, tidak apa-apa, lanjutkan saja tapi jangan lupakan passion kamu. Gunakan waktu luang yang kamu miliki untuk eksplorasi passion kamu seperti ikut kursus, gabung komunitas, latihan terus menerus, dan bagikan karya kamu di media sosial. Gunakan waktu yang ada untuk perlahan-lahan membesarkan passion kamu hingga mampu menghasilkan uang. Baru di saat itulah, kamu bisa full-time bekerja sesuai passion yang kamu miliki.

“Finding and living with your passion is not easy, but it is fulfilling your life,” – Michael Bliss.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s