Wonder Woman (2017) Film Review

wonder woman 2017
sumber foto: nytimes.com

Langkah DC Extended Universe untuk membuat film layar lebar Wonder Woman ternyata berbuah manis. Super heroine paling ikonik sepanjang sejarah komik superhero yang akhirnya memiliki film sendiri ternyata memberikan hasil yang memuaskan di minggu pertamanya. Berlatar perang dunia pertama, seorang wanita keturunan Zeus yang naif bernama Diana akan belajar banyak mengenai sifat asli manusia dan jati dirinya yang sesungguhnya.

Sebelum menjadi Wonder Woman (Gal Gadot), dia adalah Diana, seorang putri dari suku Amazon di sebuah pulau ajaib yang tersembunyi bernama Themyscira. Dibesarkan di sebuah pulau yang semua penduduknya adalah wanita dan kisah-kisah mitologi Yunani membuat Diana menjadi seorang wanita yang naif dan polos. Suatu hari, seorang mata-mata Amerika bernama Steve Trevor (Chris Pine) secara tidak sengaja menembus lapisan pelindung pulau Themyscira. Steve juga menceritakan tentang perang dunia yang sedang terjadi di dunia.

Dengan keyakinan yang bulat bahwa itu adalah takdirnya untuk menyelamatkan dunia, Diana meninggalkan pulau Themyscira pertama kalinya. Dibesarkan dari kisah-kisah mitologi Yunani membuat Diana percaya bahwa perang yang sedang terjadi karena manusia dipengaruhi oleh Ares (David Thewlis), sang dewa perang. Dan, hanya Diana yang merupakan keturunan suku Amazon yang mampu mengalahkan Ares.

Kesuksesan Wonder Woman di minggu pertamanya membuat DC Comics bisa tersenyum lebar, mengingat dua film terakhirnya boleh dibilang kurang begitu sukses yaitu, Batman v. Superman dan Suicide Squad. Tentu saja, hal ini tidak terlepas dari akting Gal Gadot yang memukau. Walaupun awalnya sempat dikritik fans garis keras Wonder Woman karena penampilan Gal Gadot tidak seperti di komik aslinya dengan payudara yang besar, akhirnya tetap saja film ini menuai banyak pujian.

Selain bercerita tentang masa lalu dari Wonder Woman, film ini juga bercerita tentang unsur romansa yang kuat antara Diana dan Steve Trevor. Bukan cuma soal romansa, Gal Gadot juga sukses menghibur penonton sepanjang film. Penonton akan dibuat tertawa melihat kelakuan Diana yang polos. Dibesarkan di pulau yang terisolasi membuat Diana tidak tahu apapun tentang dunia luar. Banyak adegan lucu ketika Diana berjalan-jalan di kota London, mulai dari adegan Diana yang harus mengganti bajunya dengan baju yang sesuai abad ke-20, hingga adegan Diana yang meminta sekretaris Steve Trevor untuk menjaga pedang Diana dengan nyawanya.

Secara pribadi, saya suka film Wonder WomanBukan hanya akting dan paras Gal Gadot yang mempesona, saya juga suka alur ceritanya yang menceritakan perubahan Diana yang awalnya merupakan wanita yang naif dan polos kemudian perlahan-lahan berubah menjadi wanita yang lebih dewasa.

“I used to want to save the world, this beautiful place. But the closer you get, the more you see the great darkness within,” – Diana Prince, Wonder Woman.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s