King Arthur: Legend of the Sword Film Review (2017)

king-arthur-legend-of-the-sword_poster_goldposter_com_32.jpeg@0o_0l_800w_80q
sumber foto: goldposter.com

Diangkat dari cerita rakyat Inggris, King Arthur: Legend of the Sword bercerita tentang seorang raja yang agung dan pedang Excalibur yang legendaris. Perebutan kekuasaan dan hak sebagai raja Inggris yang sejati merupakan elemen penting dalam cerita ini. Walaupun cukup berbeda dari kisah aslinya, Warner Bros membungkus film ini dengan kemasan yang lebih modern dan memberikan perspektif baru dari cerita tentang raja Arthur yang sudah ada.

Berlatar abad ke-5 Masehi di Londinium (Inggris), Arthur (Charlie Hunnam) adalah seorang anak kecil yang melihat langsung ayahnya terbunuh, raja Uther (Eric Bana), oleh pamannya yang haus kekuasaan, Vortigen (Jude Law). Kejadian ini memaksa Arthur untuk melarikan diri dan kemudian dibesarkan di rumah bordil. Disana, Arthur tumbuh menjadi sosok pria yang tahu caranya bertarung dan memiliki pengaruh yang cukup besar sebagai ketua gangster di wilayahnya.

Hingga suatu hari, sebuah pedang legenda yang tertancap di sebuah batu bernama Excalibur tiba-tiba muncul dari bawah sungai. Barang siapa yang mampu mencabut pedang tersebut merupakan raja yang sesungguhnya. Khawatir akan ramalan tersebut, raja Vortigen memaksa semua laki-laki muda untuk mencoba mencabut pedang tersebut. Arthur merupakan salah satu dari ratusan pria lainnya yang dipaksa untuk mencabut pedang tersebut. Tanpa diduga, Arthur pun berhasil mencabut pedang tersebut dan mengetahui jati dirinya yang sebenarnya. Hal inilah yang kemudian membuat gempar kerajaan Inggris.

Bagi kamu penggemar film dari Guy Ritchie, King Arthur: Legend of the Sword juga memasukkan beberapa sentuhan khasnya, salah satunya seperti dalam adegan ketika Arthur bercerita ulang dengan cepat kejadian yang dia alami dengan bangsa Viking, gaya pengambilan kamera dan cara Arthur bercerita sungguh mirip dengan Holmes di film Sherlock Holmes. 

Selain Guy Ritchie, aktor utama film ini yaitu Charlie Hunnam juga banyak menuai pujian. Selain aktingnya, Charlie juga dipuji karena kegigihan dalam mempertahankan bentuk tubuhnya. Dalam memerankan Arthur, Charlie melakukan Thai Boxing dan Jiu-Jitsu. Bukan cuma itu, Charlie juga melakukan 1.000 push ups dalam sehari selama lebih dari 6 bulan. Bahkan, Ritchie juga sempat mengejek body fat Charlie kurang dari 6%.

Sejatinya, film ini banyak menuai kritik karena ada beberapa hal yang cukup “lucu” dari film ini. King Arthur: Legend of the Sword dinilai mirip seperti film Lion King dimana Arthur adalah Simba, raja Uther sebagai Mufasa, dan Vortigen sebagai Scar. Ketika Scar membunuh Mufasa, Simba harus melarikan dirinya dan ditemukan oleh Timon dan Pumba (orang-orang yang ada di rumah bordil). Hingga kemudian, Simba kembali, mengalahkan Scar, dan menjadi raja hutan.

Selain alur ceritanya, ada yang cukup “lucu” juga dari salah satu karakter di film ini bernama George yang merupakan seseorang dari etnis Cina yang mengajarkan bela diri pada orang-orang Inggris di masa tersebut. Lebih lucunya lagi, di akhir cerita, George diberikan gelar knight oleh Arthur selaku raja Inggris.

Film yang mengangkat plot cerita yang semua orang sudah familiar dengan jalan ceritanya memang tidak mudah. Inilah yang membuat Guy Ritchie tidak memfokuskan pada perselingkuhan dalam cerita asli dari legenda raja Arthur, malah tidak ada romansa sama sekali di film ini. Ritchie memilih untuk bereksplorasi pada masa lalu dan perjalanan Arthur dari seorang “berandalan” menjadi raja yang sesungguhnya, seperti tagline dalam trailer film ini yaitu: from nothing comes a king.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s