Ada 5 Tahapan Cinta, tapi Mayoritas Pasangan Gagal di Tahap Ketiga

Sumber foto: artpal.com

Semua orang menginginkan relationship yang bertahan lama, tapi kenyataannya banyak relationship yang gagal tanpa tahu apa sebabnya. Awalnya, mereka berpikir bahwa mereka mendapatkan pasangan yang salah. Namun ketika mereka memulai lagi hubungan yang baru, pola yang sama tetap saja tidak hilang. Seorang Psikolog sekaligus penulis buku dari Amerika Serikat, Dr. Jed Diamond, mengungkapkan ada lima tahapan cinta yang harus dipahami oleh setiap pasangan untuk membantu mereka mendapatkan cinta yang sejati.

Selama 40 tahun pengalamannya menjadi psikolog,  Dr. Jed Diamond, menemukan bahwa pada dasarnya mayoritas orang menemukan cinta sejati dalam hidupnya. Namun sayangnya, kebanyakan dari mereka tidak bisa mempertahankan hubungannya hingga lima tahapan yang dijabarkan oleh Dr. Jed, mayoritas berakhir di tahap ketiga. Padahal di tahap ketiga itu bukanlah akhir dari hubungan, melainkan awal dari cinta sejati yang sebenarnya.

Berikut adalah 5 tahapan dalam relationship:

Falling in Love
Tahap ini sering disebut sebagai honeymoon period. Ini adalah masa yang paling bahagia karena kamu dan dia sedang dibanjiri oleh hormon-hormon seperti dopamin, oksitoksin, serotonin, testosteron, dan estrogen. Hormon-hormon inilah yang dikenal sebagai “hormon cinta”.  Hal lain yang membuat jatuh cinta sangat membahagiakan adalah karena kita menaruh harapan yang besar kepada calon pasangan kita. Kita yakin bahwa kita akan selamanya “jatuh cinta” terus menerus. Kita yakin calon pasangan kita adalah manusia yang sempurna, mampu memberikan kita kehangatan, memenuhi janji-janji yang tidak dipenuhi pada relationship sebelumnya, dan sebagainya. 

Becoming a Couple
Pada tahap ini, cinta kamu dan dia semakin kuat dan kalian memutuskan untuk menjadi pasangan. Kalian mulai mengenal satu sama lain, mungkin memutuskan untuk menikah, punya anak, dan sebagainya. Walaupun perasaan “jatuh cinta” kalian berdua sudah mulai berkurang, tetapi kalian makin terikat satu sama lain. Di tahap ini, kamu merasa dilindungi, diperhatikan, disayangi, dan dicintai. Banyak orang berpikir ini adalah bentuk tertinggi dari cinta dan berharap masa ini akan berlangsung selamanya. Namun sayangnya, ini bukan bentuk tertinggi dari cinta dan kalian akan mulai merasakan “badai” yang cukup besar. 

Disillusionment
Ini adalah tahap permulaan dari sebuah akhir. Ketika relationship mulai terasa tidak menyenangkan, ketika pasangan kita mulai merasa insecure dan tidak dihargai, ketika hal-hal bahagia yang kita impikan ternyata tidak sesuai, ini adalah awal dari tahap ketiga. Munculnya tahap ini berbeda untuk tiap pasangan, ada yang berlangsung lambat tapi ada juga yang berlangsung tiba-tiba.

Pada tahapan ini, kamu dan pasangan akan mulai berpikir untuk pergi dan berpisah. Namun, Dr. Jed menjelaskan, ketika di masa ini, jangan menyerah dan terus berusaha bersama dengan pasangan. Dr. Jed mengutip dari pepatah lama, “When you’re going through hell, don’t stop.” Ini adalah tindakan yang tepat ketika berada dalam tahap ini. Hal positif dari tahap ini adalah kamu akan mulai melihat pasangan secara utuh dan sebagaimana adanya, bukan sebagai seseorang yang kamu imajinasikan menjadi “pasangan ideal” kamu.

Ini adalah turning point dalam setiap relationship, ketika kamu dan pasangan mampu melewati tahap ini, maka perjalanan cinta sejati yang sesungguhnya baru dimulai.

Creating Real, Lasting Love
Pasangan yang berhasil melewati turning point di tahap ketiga akan mengetahui banyak hal baru tentang dirinya sendiri dan pasangannya. Di tahap ini, kamu dan pasangan akan mulai memahami satu sama lain dan mencintai pasangan apa adanya. Kamu akan memahami bahwa perilaku buruk yang kamu dan pasangan kamu miliki bukan berarti kalian berdua adalah orang yang jahat, tapi disebabkan karena luka masa lalu dan luka tersebut secara tidak sadar masih hidup hingga saat ini.

Pada tahap ini, kamu dan pasangan akan saling berusaha menguatkan dan mengobati satu sama lain. Ketika luka masa lalu mulai sembuh, cinta dan kebahagiaan yang kalian berdua pikir hilang akan muncul kembali. Hubungan kalian akan bertumbuh menjadi lebih dewasa dan saling memahami satu sama lain.

Using the Power of Two to Change the World
We vs The World. Hidup tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya ketika kamu dilanda stress saat bekerja, mengalami hari yang buruk, tertimpa banyak masalah, hingga kamu putus asa. Tetapi, ketika kamu memiliki hubungan percintaan yang sejati, hal-hal buruk tadi tidak akan mempengaruhimu karena pasanganmu akan selalu ada dan mendukungmu.

Tahapan cinta yang terakhir ini merupakan titik awal dari relationship yang kuat dan bahagia. Di tahap ini, kamu dan pasangan akan belajar bahwa apapun yang terjadi di hidup ini akan mampu diselesaikan selama kalian berdua saling mendukung dan tidak menyerah satu sama lain.

“No measure of time with you will be long enough. But let’s start with forever,” – Twilight: Breaking Dawn Part 1.

Referensi tulisan:
Menalive.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s