Ghost in the Shell Film (2017): Siapa Saya Sebenarnya?

ghost_in_the_shell-2017-live_action-movie-(721)
Sumber foto: anoncraft.com

Major Mira Killian bangun dari tidurnya dalam kondisi hilang ingatan dan tubuh yang hampir 100% telah menjadi cyborg. Satu-satunya yang masih tersisa adalah otaknya yang masih manusia. Kondisi inilah yang membuat Mira mencari siapa jati dirinya, robot atau manusia? Selain itu, Mira juga penasaran dengan kehidupan masa lalunya sebelum hilang ingatan. Hal-hal inilah yang terus menghantui Mira dan membuat dirinya menanyakan ke dirinya sendiri, “Siapa saya sebenarnya?”

Ghost in the Shell adalah film yang diangkat dari komik Jepang tahun 1989 dan kemudian diadaptasi menjadi film animasi dengan judul yang sama yaitu Ghost in the Shell (1995). Judul Ghost in the Shell berasal dari plot ceritanya yang berisi tentang kesadaran (jiwa/roh) seorang wanita yang dipindahkan ke dalam tubuh cyborg, dengan kata lain, wanita itu adalah “ghost” di dalam “shell”. Sejatinya, anime dan manga ini sudah memiliki basis fans loyal yang sangat banyak karena sempat menjadi tren di tahun 1990-an.

Berikut adalah sinopsis dari film Ghost in the Shell:

Tahun 2029 adalah tahun dimana robot-robot dengan kecerdasan buatan hidup berdampingan dengan manusia. Selain robot dengan kecerdasan buatan, manusia pun mampu menjalani operasi robotik untuk mengganti bagian tubuhnya yang rusak dengan mesin. Mengalami cidera yang luar biasa dengan kerusakan di sekujur tubuhnya, Major (Scarlett Johansson) adalah satu-satunya manusia yang berhasil menjalani operasi implan otak ke dalam tubuh robot oleh Hanka Robotics.

Major merupakan seorang manusia yang telah disempurnakan dengan teknologi robotik untuk menjadi tentara profesional yang ditempatkan di divisi Section 9. Divisi ini dibentuk untuk menangkap penjahat paling berbahaya di dunia. Diceritakan, pada masa itu, terorisme sudah berada pada tingkatan yang mampu meretas pikiran manusia dan mengontrol mereka, hanya Major yang mampu menghentikannya.

Saat dia mempersiapkan dirinya untuk menangkap penjahat tersebut, Major menemukan fakta mengejutkan bahwa hidupnya telah direnggut darinya bukan diselamatkan. Berbekal fakta tersebut, Major berusaha untuk menggali lagi masa lalu dirinya yang sebenarnya dan membalas dendam pada orang yang telah merenggut hidupnya.

“Everyone around me, they feel connected to something. Connected to something, I’m not,” – Major Mira Killian.

Hal yang menarik perhatian saya terkait film Ghost in the Shell adalah soal krisis identitas yang dialami oleh Major Mira Killian, si tokoh utama. Di film ini, Major mempertanyakan siapa dirinya, apakah dia robot atau manusia? Di satu sisi, dia memiliki pikiran dan perasaan, tapi di sisi lain tubuhnya sama sekali tidak merasakan apapun. Itulah yang membuat Major tidak merasakan sakit ketika tubuhnya terluka. Hal ini juga yang membuat Major bersimpati kepada robot geisha yang dibunuhnya, karena dia merasa dirinya adalah robot.

Apa sebenarnya yang menjadikan “sesuatu” dikatakan sebagai manusia? Dalam film ini dijelaskan bahwa selama masih memiliki ghost (jiwa/roh), maka dia adalah manusia. Jiwa inilah yang menghubungkan dirinya dengan manusia lain.

“They did not save your life. They stole it,” – Kuze.

Poin penting lainnya dalam film ini adalah soal konstruksi realitas. Apa yang sebenarnya kenyataan atau khayalan? Dua hal ini sangat tergantung pada apa yang kita percayai. Sejak bangun dari tidurnya dengan kondisi hilang ingatan, Major mempercayai bahwa dirinya adalah korban dari serangan teroris di pelabuhan yang membuatnya kehilangan ayah ibunya. Ternyata, di pertengahan film, kita baru sadar bahwa selama ini memori Major soal dirinya adalah sebuah kebohongan yang direkonstruksi.

Di film ini juga diceritakan bahwa pada masa tersebut, seseorang dapat dengan mudah menghapus atau mengganti memori di dalam otak seseorang. Inilah yang terjadi pada Major, yang ternyata dulunya merupakan teroris yang kemudian menjadi eksperimen sebuah perusahaan bernama Hanka Robotics. Sebelum menjadi Major Mira Killian, dia adalah seorang perempuan yang bernama Motoko Kusanagi. Motoko merupakan salah satu anak muda yang tergabung di dalam kelompok teroris yang menentang perkembangan teknologi yang melampai manusia.

Setelah Major mengetahui masa lalunya, apakah itu penting? Apakah itu merupakan identitasnya? Apa tujuan Major diciptakan? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang terus muncul sepanjang film. Hingga akhirnya, hal ini terjawab di akhir film bahwa masa lalu bukanlah identitas kita, tapi apa yang kita lakukan saat ini adalah yang menentukan siapa diri kita sebenarnya.

“You are not defined by your past, but for your actions,” – Major Mira Killian.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s