IQ, EQ, AQ Mana yang Kamu Pilih?

maxresdefault
Sumber foto: youtube.com

Bayangkan kamu sekarang berada di tahun 2045. Di tahun ini, kamu sudah menikah dan sebentar lagi anak kamu akan lahir. Di tahun ini juga, perkembangan teknologi sangat pesat dan rekayasa karakter adalah hal yang lumrah dilakukan oleh orang-orang yang hidup di masa tersebut. Tentunya, seperti kebanyakan orang, kamu juga ingin melakukan rekayasa karakter anak kamu. Namun, berhubung budget kamu terbatas, kamu hanya boleh melakukan rekayasa pada tiga kecerdasan besar yaitu IQ, EQ, dan AQ. Jika dihadapkan pada kondisi tersebut, mana yang kamu pilih?

Awalnya, kamu pun bingung untuk memilih tiga kecerdasan mana yang paling baik untuk anak kamu. Setelah berdiskusi dengan pasangan kamu, akhirnya kamu memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter ahli di klinik bersalin. Ketika sampai disana, dokternya pun menjelaskan kecerdasan apa saja yang bisa kamu pilih:

IQ (Intelligence Quotient) – Elemen ini berkaitan dengan kecerdasan anak kamu, kemampuan dia untuk berpikir secara kompleks, kemampuan memecahkan masalah, menggunakan bahasa, dan belajar. Elemen ini sering disebut juga sebagai kecerdasan intelektual.

EQ (Emotional Quotient) – Elemen ini berkaitan dengan kemampuan untuk memahami orang lain, mengontrol emosi, dan melakukan negosiasi dengan orang lain. Elemen ini sering disebut juga  sebagai kecerdasan emosional.

AQ (Adversity Quotient) – Elemen ini berkaitan dengan etos kerja, ketahanan mental, dan kemampuan untuk bertahan dalam masa-masa sulit. Elemen ini sering disebut juga sebagai kecerdasan dalam menghadapi masalah.

Setiap elemen kecerdasan yang disebutkan di atas memiliki skor 1-100. Jadi dengan IQ 100 berarti anak kamu merupakan orang dengan IQ tertinggi di dunia. Sedangkan, skor 50 di kecerdasan EQ berarti anak kamu hanya memiliki emotional quotient rata-rata seperti kebanyakan orang.

Cuma sayangnya, kamu hanya diberi 150 poin untuk melakukan rekayasa karakter. Jadi, sebagai contoh, apabila kamu memilih 100 poin untuk IQ dan menyisakan masing-masing 25 poin untuk EQ dan AQ berarti anak kamu akan menjadi anak yang sangat pintar tapi memiliki kemampuan emosional dan sifat pantang menyerah yang rendah.

Apabila saya berada di posisi tersebut, saya akan memilih 60 poin untuk EQ, 50 poin untuk AQ, dan 40 poin untuk IQ. Itu berarti anak saya akan memiliki kemampuan untuk memahami orang lain cukup baik, memiliki ketahanan mental rata-rata, dan kepintaran yang sedikit di bawah rata-rata orang lain.

Alasannya sederhana, saya yakin untuk sukses dalam hidup, kemampuan yang lebih dibutuhkan adalah kemampuan untuk berhubungan antar sesama manusia. Kemampuan ini merupakan life skill yang bisa membantu anak saya untuk bertahan hidup di masyarakat. Selain itu, ketahanan mental juga diperlukan. Ketahanan mental inilah yang mampu membuat seseorang untuk terus berusaha dan tidak menyerah ketika menghadapi kegagalan. Seperti yang orang-orang sering katakan, Behind every success, there is always a series of failures.”

Bagaimana dengan kamu? Kecerdasan mana yang ingin kamu tonjolkan?

“I’ve learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel,” – Maya Angelou.

Referensi tulisan:
Waitbutwhy.com

Advertisements

2 thoughts on “IQ, EQ, AQ Mana yang Kamu Pilih?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s