Ini Alasan Kenapa Kamu Terlambat

always late
Sumber foto: Today.com

Jam karet! Ini kalimat yang sering kita ucapkan ketika membuat janji dengan orang yang sering datang terlambat! Kebiasaan buruk tersebut seolah sudah menjadi budaya yang mengakar di Indonesia. Bayangkan kamu membuat janji makan siang dengan orang lain pada jam 12 siang dan mereka baru muncul jam 12.30 atau bahkan jam 13.00 tanpa merasa bersalah. Tapi, sebelum menghakimi lebih lanjut, apakah ada penjelasan ilmiah yang membuat seseorang sering datang terlambat?

Tidsoptimist (noun)
a person who is always late because they think they have more time than they do; a time optimist.

Penelitian membuktikan bahwa orang-orang yang sering terlambat mempunyai persepsi passage of time (skala ukuran untuk berlalunya waktu) yang berbeda. Penulis buku Never Be Late Again, Diana DeLonzor, melakukan penelitian terhadap ratusan orang tentang bagaimana mereka mempersepsikan waktu. DeLonzor meminta para responden untuk membaca 3-4 lembar sebuah buku dan meminta mereka untuk berhenti membaca setelah 90 detik. Dari penelitian tersebut, DeLonzor menyimpulkan, orang-orang yang tepat waktu, berhenti membaca pada waktu 90 detik atau kurang. Sedangkan, orang-orang yang sering terlambat, berhenti membaca setelah 90 detik. Tentu saja, hal ini sudah dapat diduga sebelumnya. Orang-orang yang tidak peduli apakah dia akan terlambat, tentu saja tidak akan peduli apakah dia membaca melewati 90 detik.

“I would rather play with ten men than wait for a player who is late for the bus,” – Jose Mourinho, a football manager.

Terlambat bukanlah tindakan yang bisa dibenarkan. Namun pada penelitian yang dilakukan oleh DeLonzor, dia menemukan mayoritas orang yang terlambat sebenarnya tidak ingin terlambat, mereka berusaha untuk tepat waktu, tapi ada sesuatu dalam diri mereka yang membuat mereka terlambat. Ibaratnya untuk memberitahu orang yang sering terlambat untuk tidak terlambat, sama seperti memberitahu orang yang diet untuk tidak makan terlalu banyak. Tidak mudah memang untuk mengubah kebiasaan, tapi tidak mustahil.

Ada beberapa alasan yang membuat kamu sering terlambat:

Mengingat waktu tercepat
Waktu pada dasarnya adalah persepsi. Orang yang sering terlambat hanya mengingat waktu tercepat ketika melakukan sesuatu. Sebagai contoh, 20 menit adalah waktu perjalanan tercepat kamu untuk sampai kantor. Dan, waktu tercepat ini yang kamu ingat terus menerus dan menjadi patokan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke kantor. Padahal, kamu biasanya membutuhkan waktu 30-40 menit untuk sampai. Untuk mengubah persepsi, coba tulis waktu yang benar-benar kamu butuhkan untuk sampai di kantor setiap hari. Hal ini bertujuan untuk mengubah persepsi kamu soal waktu perjalanan yang kamu butuhkan.

Suka menunda pekerjaan
Orang yang terbiasa datang terlambat, biasanya merupakan orang yang cenderung menunda pekerjaan. Ketika kamu menunda pekerjaan, berarti pikiran kamu sedang teralihkan oleh hal lain yang lebih menarik. Sebagai contoh, kamu harus pergi ke ulang tahun teman kamu 10 menit lagi, tapi sekarang kamu sedang menonton youtube.  Dalam hati, kamu berpikir, “Tidak apa-apa lah, nanti setelah video ini selesai.” Dan ternyata, kamu kebablasan dan baru kaget setelah kamu sudah menonton video tersebut selama 20 menit! Parahnya, ketika kamu suka menunda pekerjaan, kamu baru termotivasi untuk melakukan hal lain setelah menyadari kalau kamu hampir atau sudah terlambat.

Tidak memberikan spare time
Hidup di kota metropolitan seperti Jakarta sudah pasti memiliki resiko macet sangat besar. Selain karena potensi macet, orang yang sering terlambat biasanya menghitung waktu sangat “tepat”. Sebagai contoh, perjalanan kamu dari rumah ke kantor rata-rata 20 menit. Dan waktu tersebut yang kamu ingat. Padahal, kamu butuh waktu 10 menit untuk parkir, 5 menit untuk jalan dari parkiran ke gedung kantor, dan 5 menit untuk antri lift. Hal-hal yang tidak kamu perhitungkan itulah yang membuat kamu telat.

Untuk mengubah kebiasaan memang tidak mudah. Tapi apabila kamu sudah tahu alasan kenapa kamu sering terlambat, sekarang terserah pada kamu, apakah kamu ingin berubah atau tidak?

Most people said, better late than never. Actually, never late is better,” – Unknown.

Referensi tulisan:
huffingtonpost.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s