3 Cara Mencari Pasangan yang Tepat

comic-annoyed-movies-pick-the-wrong-partner
Sumber foto: meetmindful.com

Penelitian membuktikan mayoritas manusia cenderung tidak tahu apa yang dia inginkan dalam sebuah relationship. Padahal, mencari pasangan yang tepat adalah perkara serius. Coba kurangkan umurmu sekarang dengan 90 tahun. Jika umur kamu cukup panjang, itu adalah waktu yang kurang lebih akan kamu habiskan bersama pasangan kamu sekarang atau pasangan kamu di masa depan.

Selain itu, ketika kamu memilih pasangan, kamu juga memilih banyak hal termasuk partner dalam mengasuh anak, partner makan bersama kurang lebih 20.000 kali, partner jalan-jalan sekitar 100 kali, partner dalam menikmati waktu luang, career therapist, dan seseorang yang akan kamu dengar suaranya selama lebih dari 18.000 kali. Sangat intens bukan?

Happiness is about finding the perfect dance partner.

Ketika kamu sadar betapa seriusnya hal ini, ada tiga cara untuk mengetahui apakah dia adalah pasangan yang tepat:

An Epic Friendship
Apakah kamu masih ingat kapan terakhir kali kamu berbicara dengan teman kamu berjam-jam dan kamu sangat menikmatinya? Itu artinya teman tersebut sudah melewati Traffic Test. 

Traffic Test adalah ketika kamu dalam perjalanan pulang setelah kamu pergi bersama dengan teman kamu, namun kamu berharap bisa lebih lama bersama dengan orang tersebut. Ini menunjukkan betapa besar kamu menikmati waktu yang kamu habiskan bersama orang tersebut.

Ada 4 unsur yang diperlukan untuk lolos Traffic Test:
1. Selera humor yang cocok. Tidak ada yang ingin menghabiskan 50 tahun dengan pura-pura tertawa setiap kali pasangan kita melucu. 
2. Menyenangkan. Sebuah kemampuan yang bisa membuat situasi apapun menjadi menyenangkan—airport delay, macet, dan lain-lain. Penelitian juga membuktikan bahwa pasangan yang menyenangkan memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi.
3. Menghargai pola pikir pasangan. Pasangan memiliki dua pekerjaan utama: a career and life therapist. Jika kamu tidak menghargai pola pikir pasanganmu, kamu tidak akan memberitahu pasanganmu bila ada hal menarik yang kamu pikirkan atau pemikiranmu soal pekerjaan.
4. Memiliki banyak kesamaan dalam hal yang disukai, aktivitas yang ingin dilakukan, dan tipe teman. Pernahkah kamu kebingungan apa yang harus kalian berdua lakukan setiap kali kencan? Kalau iya, mungkin kalian tidak memiliki banyak kesamaan.

Bagi saya, kriteria paling penting dalam memilih pasangan yang tepat, yaitu seseorang yang mampu melewati Traffic Test. Karena pernikahan yang bahagia bukanlah seperti bulan madu di Bali, tapi makan malam bersama pasangan kita untuk ke 4.386 kalinya.

“To look into that person’s eyes and find yourself so completely lost in another world, a world full of absolute comfort and happiness,” – Lily Collins.

A Feeling of Home
Bayangkan kamu harus duduk di kursi selama 12 jam non-stop tanpa bergerak sedikitpun. Apa yang kamu lakukan? Tentu saja, kamu akan mencari posisi yang paling nyaman, karena kamu tahu bahkan sedikit saja rasa tidak nyaman pasti akan membuatmu tersiksa. Sama halnya, ketika kamu ingin melakukan sesuatu dalam waktu yang sangat lama, penting bagi kamu untuk menjadi sangat nyaman.

Bicara soal pernikahan, “ketidakcocokan” yang  berulang-ulang tentu saja akan menjadi sumber ketidakbahagiaan dalam relationship. Oleh karena itu, penting kamu bisa merasakan “feeling at home” dengan pasangan kamu, yaitu perasaan dimana kamu merasa aman, nyaman, dan bisa menjadi dirimu sendiri.

Ada beberapa unsur dari perasaan “feeling at home”:
1. Natural Chemistry. Ketertarikan harusnya berjalan secara natural dan mudah, itu seperti kamu dan dia berbicara dalam “gelombang” yang sama.
2. Menerima kekurangan pasangan. Setiap orang termasuk kamu pasti punya segudang kekurangan. Tentu saja, sangat melelahkan apabila menghabiskan hidup dengan seseorang yang selalu mengkritik kekuranganmu terus menerus. Tapi perlu diingat, menerima bukan berarti tidak melakukan perbaikan diri.
3. Memiliki sikap positif. Kehidupan kamu akan sangat dipengaruhi oleh pasangan kamu. Jika pasangan kamu terbiasa mengeluh, marah-marah, dan terus bersikap negatif, maka hal itu pasti akan berdampak besar pada kehidupanmu.

Relationships are not about finding the perfect partner, but learning to see your imperfect partner perfectly.

A Determination of Good Marriage
Menjalin hubungan memang tidak mudah, masing-masing orang di dalam relationship harus berusaha keras untuk mewujudkan hubungan yang bahagia. Hal-hal penting seperti, komunikasi, menjaga kesetaraan, dan mengelola konflik, adalah kemampuan yang harus dikuasai. Pertengkaran dalam hubungan adalah hal yang pasti ada dalam setiap relationship, tapi hubungan yang sehat pasti tidak akan membiarkan pertengkaran itu menghancurkan hubungan. Menurut profesor psikolog John Gottman, 69% pasangan bertengkar disebabkan hal yang sama terus menerus tanpa ada penyelesaiannya hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah.

Dalam mencari pasangan yang tepat, perlu diingat bahwa tidak ada relationship yang sempurna dan kamu mungkin tidak mendapatkan semua hal yang sudah disebutkan di atas. Tapi tentu saja, kamu berharap pasangan kamu memiliki kurang lebih hampir semua poin yang sudah disebutkan karena hal-hal tersebut akan berpengaruh pada kebahagiaan yang ada di dalam hidupmu.

“Marriage isn’t the honeymoon in Thailand, marriage is forgettable Wednesday. Together,” – Tim Urban.

Referensi tulisan:
Waitbutwhy.com

Advertisements

4 thoughts on “3 Cara Mencari Pasangan yang Tepat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s