“Bermain Aman” Adalah Saran yang Paling Buruk

bigstock-risk-taking-vector-illustrat-33998462-converted
Sumber foto: Dhakatribune.com

Banyak orang mencapai usia empat puluh tahun hanya untuk menyadari bahwa mereka telah melewatkan hidup mereka begitu saja. Dalam banyak kejadian, banyak hal baik yang mungkin dapat terjadi di hidup mereka. Hanya saja ketika tantangan itu datang, mereka tidak memiliki cukup keberanian untuk mengambilnya. Hidup bicara soal keputusan-keputusan. Dan, “bermain aman” adalah keputusan yang sangat buruk.

Membuat keputusan yang aman itu membosankan. Keputusan ini tidak memberikan gairah kehidupan. Keputusan ini membuat kamu mudah diprediksi dan tidak mengarahkan ke sesuatu yang baru. Sebaliknya, keputusan yang tidak aman membuat kamu berpikir dan melakukan cara-cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Langkah kecil ini yang mendorong kamu pada pemikiran-pemikiran lain yang akan membantu mewujudkan apa yang kamu inginkan.

“In the end, we only regret the chances we didn’t take,” ― Lewis Carroll.

Setiap orang pasti menginginkan sebuah kehidupan yang menggairahkan, tetapi sebagian besar dari mereka takut melakukan sesuatu dengan penuh tekad. Jadi, ini yang dilakukan sebagian besar orang “BERMAIN AMAN”. Dengan menyelaraskan diri dengan yang dilakukan orang lain membuat mereka merasakan sedikit sentuhan dari gairah tersebut. Gairah yang sebenarnya diciptakan oleh orang-orang yang berani mengambil resiko berbahaya. Orang-orang ini mengambil keputusan yang gila tanpa mengetahui kemana keputusan itu akan membawa mereka, namun menyadari bahwa keputusan aman justru berbahaya.

Coba ingat ketika kamu masih kecil, pada saat itu kamu tidak pernah berpikir untuk “bermain aman”. Kamu belajar merangkak, berjalan, dan berlari. Tentunya, semua itu ada resiko. Kamu mungkin saja jatuh, mungkin saja kaki kamu berdarah. Tapi, apakah itu membuat kamu berhenti mencoba? Tidak. Kamu terus berusaha hingga akhirnya kamu mampu merangkak, berjalan, dan berlari. Namun, ketika dewasa, kamu menjadi “pemikir”. “Bagaimana bila saya gagal?” adalah pemikiran yang selalu muncul ketika kamu ingin melakukan sesuatu yang baru. Kamu kehilangan sifat “sembrono” dan berani mengambil resiko.

Dunia ini adalah dunia yang terbentuk dari hasil yang kamu pikirkan. Oleh karena itu, pikirkanlah secara berbeda dan hidup kamu akan berubah.

Jadi, apakah kamu masih ingin “bermain aman”?

Tulisan ini disarikan dari buku Whatever You Think, Think the Opposite karya Paul Arden, tahun 2006.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s