3 Tips Dasar Leadership untuk Pemula

picture2
Sumber foto: michaelbliss.co

Setiap orang dalam hidupnya pasti pernah diminta untuk memimpin sesuatu, mulai dari memimpin tim kecil hingga tim besar. Entah itu pekerjaan kantor, acara di tempat ibadah, memimpin rumah tangga, dan sebagainya. Tentu saja memimpin orang lain bukan hal yang mudah. Kebanyakan dari kita bingung harus memulai darimana dan apa yang harus dilakukan. Beruntungnya, hal ini bisa dipelajari dan ada beberapa tips dasar yang harus dikuasai ketika menjadi seorang leader. 

Jika bicara soal leadership, pasti tidak akan lepas dari kemampuan manajerial. Mungkin banyak dari kita berpikir,Ngapain sih ribet-ribet manajemen, lakuin aja langsung!” Untuk jenis-jenis pekerjaan yang sederhana, mungkin kalimat just do it! masih bisa dilakukan. Namun, untuk jenis pekerjaan yang kompleks, tidak bisa hanya sekadar melakukan saja tetapi memerlukan perencanaan yang matang. Apalagi untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan koordinasi dari banyak pihak, penting bagi seorang leader untuk memastikan setiap orang dalam tim mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya.

“Always plan ahead. It wasn’t raining when Noah built the ark,” – Richard Cushing.

Ada tiga tips dasar yang bisa membantu seorang leader pemula dalam memimpin timnya untuk mencapai hasil yang diinginkan:

Make a SMART goal 
Riset membuktikan, hanya 19% karyawan perusahaan yang tahu dan termotivasi untuk menjalankan goals perusahaan. Ini disebabkan banyak perusahaan memiliki goals, tapi tidak mudah dipahami oleh karyawannya. Ada syarat dasar untuk membuat goal yang baik, yaitu SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, and Time-based). Artinya, goal tersebut harus spesifik (apa dan dimana), memiliki pengukuran yang tepat (dalam bentuk angka), dapat dicapai dan realistis, terkait dengan tujuan bisnis, dan memiliki deadline. Goal yang jelas akan membantu masing-masing anggota tim untuk memiliki pemahaman yang sama dan keyakinan untuk mewujudkan goal tersebut.

“You can’t be a leader if you are afraid of responsibility and accountability, ” – Leadership for Dummies book.

Don’t be lazy to check reports
Membaca laporan memang melelahkan. Tapi, lebih melelahkan lagi membuat laporan. Itu yang harus dipahami oleh seorang leader. Membaca dan memberikan feedback dari laporan yang telah dibuat adalah cara kamu menghargai hasil kerja tim kamu. Selain itu, pengecekan laporan adalah salah satu tool yang digunakan oleh seorang leader untuk melakukan monitoring.  Penting diingat bahwa orang hanya melakukan apa yang akan diperiksa, bukan apa yang diharapkan. Maksudnya, apabila kamu tidak mengecek laporan yang sudah dibuat, jangan salahkan tim kamu kalau di kemudian hari kamu baru menyadari laporan yang dibuat selama ini, ternyata tidak sesuai.

Be the problem solver
Kualitas leader akan diuji dari kemampuannya menyelesaikan masalah. Dalam setiap pekerjaan, selalu saja ada masalah yang muncul. Ketika masalah muncul, fokus perhatian seorang leader seharusnya pada akar masalah bukan pada gejalanya. Seorang pakar manajemen dari Jepang, Sakichi Toyoda, menjelaskan cara menemukan akar masalah melalui teknik 5 Why Analysis. Teknik pemecahan masalah ini merupakan praktik bertanya mengapa dan diulang sebanyak lima kali sampai menemukan akar masalahnya. Ibarat seorang dokter yang sedang mendiagnosa pasien yang sedang sakit, begitu juga teknik 5 Why Analysis itu bertujuan untuk membantu menemukan akar masalah sebelum mencari solusi dari masalah tersebut.

“A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way,” – John C. Maxwell.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s