Ini yang terjadi di Otak Kamu ketika Menunda Pekerjaan

igm-rdm-interacting-1
sumber foto: waitbutwhy.com

Menunda pekerjaan adalah hal yang lumrah dilakukan oleh semua orang. Bahkan, boleh dibilang, menunda adalah “naluri alamiah” manusia. Perbedaannya adalah, ada orang yang bisa mengontrol dirinya untuk mulai melakukan dan ada orang yang tetap menunda. Apa yang membedakan kedua orang tersebut? Ternyata jawabannya ada di otak mereka. Dengan caranya yang unik, founder dari situs populer waitbutwhy.com, Tim Urban, menjelaskan apa yang terjadi di otak kamu ketika menunda pekerjaan.

Tim mengakui dirinya sebagai penunda sejati. Ketika masih kuliah,—seperti kebanyakan mahasiswa lainnya—Tim sering melakukan SKS (Sistem Kebut Semalam) dalam menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya. Bukan cuma tugas kuliah, kebiasan buruknya juga berlanjut ketika Tim harus menyelesaikan 90 halaman tesisnya. Tentu saja, Tim sudah membuat rencana untuk mengerjakan tugas tersebut sedikit demi sedikit. Tapi sayangnya, rencana tersebut tidak berhasil. Akhirnya, Tim baru mulai mengerjakan 90 halaman tesisnya dalam waktu tiga hari sebelum deadline tanpa tidur yang cukup. Dan, seperti yang diduga, hasilnya sangat buruk.

“Procrastination is like a credit card: it is a lot of fun until you get the bill,” – Christopher Parker.

Jadi apa yang terjadi pada otak Tim ketika dia menunda pekerjaan?

Dalam videonya di TED Talk, Tim menganalogikan ada dua makhluk imajiner yang ada di dalam otak setiap orang: Rational Decision-Maker dan Instant Gratification Monkey. Kedua makhluk imajiner ini memegang pusat kendali di otak kita dan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Rational Decision-Maker berfungsi untuk mengambil keputusan yang membuat kita produktif seperti mengerjakan tugas, mulai berolahraga, makan sehat, dan sebagainya. Sayangnya, Rational Decision-Maker sering diganggu oleh Instant Gratification Monkey. Karakter dari Si Monyet adalah melakukan segala sesuatu yang mudah dan menyenangkan. Celakanya, segala sesuatu yang mudah dan menyenangkan seringkali bukan merupakan hal yang baik.

“The best way to get something done is to begin,” – Unknown.

Tim memberikan contoh, ketika Rational Decision-Maker ingin mulai mengerjakan pekerjaan, Si Monyet langsung mengambil alih pusat kendali dan malah membujuk untuk menonton Youtube, membuka timeline media sosial, dan sebagainya. Tentu saja, di otak seorang penunda, dalam setiap pergumulan, Si Monyet selalu menang. Kondisi ini tentu saja sangat berbahaya. Jadi, bagaimana seorang penunda bisa menyelesaikan pekerjaannya?

Ada satu makhluk imajiner lainnya yang ditakuti oleh Si Monyet, Tim menyebutnya Panic Monster. Dalam keadaan normal, Panic Monster biasanya berada dalam keadaan “tidur”. Namun, Panic Monster dapat bangun tiba-tiba ketika ada hal buruk yang mungkin terjadi seperti: deadline yang semakin dekat, resiko dipermalukan di depan umum, kemungkinan dipecat, dan sebagainya. Ketika Panic Monster bangun, Si Monyet kabur dan meninggalkan pusat kendali. Tentu saja, ini kesempatan bagi Rational Decision-Maker untuk mengambil alih. Momen inilah yang memaksa kamu memulai untuk melakukan pekerjaan setelah menunda terlalu lama

“Procrastination makes easy things hard, hard things harder,” – Mason Cooley.

Sayangnya, apabila kamu hanya mengandalkan Panic Monster dalam menyelesaikan pekerjaan, itu merupakan strategi yang buruk. Tim menjelaskan, banyak hal di dunia ini yang tidak ada deadline, namun bisa membuat kita menyesal apabila diabaikan. Hal-hal seperti makan sehat, rajin berolahraga, membaca buku, dan sebagainya tidak memiliki deadline sehingga Panic Monster tidak muncul.

Sebagai orang yang suka menunda, Tim memberikan saran yang cukup ampuh. Tim mengilustrasikan hidup setiap orang selama 90 tahun yang disebutnya sebagai Life Calendar. Dalam hidup, pasti ada hal-hal yang kita tunda. Kalender kehidupan berfungsi sebagai pengingat kita terhadap hal-hal yang penting dalam hidup. Kita harus tetap waspada terhadap Instant Gratification Monkey. Semua hal baik perlu langkah awal untuk memulai dan ini merupakan tugas kita semua. Ayo mulai dari sekarang! Ya, mungkin tidak harus sekarang, tapi… ayo mulai dalam waktu dekat!

“If we wait until we are ready, we will be waiting for the rest of our lives,” – Lemony Snicket. 

Tulisan ini disarikan dari seminar Tim Urban di TED Talk yang berjudul Inside the mind of a master procrastinator.

Video lengkapnya:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s