Ingin Lebih Sukses? Ayo Berlatih Delayed Gratification

marshmallowtest_1012-4
Sumber foto: sltrib.com

Lebih cepat berarti lebih baik. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita terbiasa mendapatkan sesuatu dengan mudah. Lapar? Buat mi instan atau telpon delivery order. Ingin tahu sesuatu? Nyalakan internet dan cari di google. Mau beli baju? Cari di toko online. Sedang bosan dan perlu hiburan? Tonton video di youtube. Kemudahan-kemudahan inilah yang secara tidak sadar memprogram otak kita untuk selalu memuaskan setiap kali ada keinginan yang muncul. Padahal, dengan menunda untuk tidak langsung memuaskan keinginan, ternyata bisa membuat hidup kita lebih sukses.

Pada tahun 1960-an, professor dari Stanford University Walter Mischel melakukan serangkaian penelitian penting soal pemenuhan kepuasan. Dalam penelitian ini, Mischel mengajak ratusan anak-anak berumur 4-5 tahun ke dalam sebuah ruangan satu per satu. Dalam ruangan tersebut, Mischel menaruh satu buah marshmallow di atas meja dan membuat kesepakatan dengan anak tersebut. Apabila anak tersebut tidak makan marshmallow itu selama dia pergi, maka Mischel akan memberikan satu buah marshmallow lagi sebagai hadiah. Hasilnya seperti yang diduga, hanya sebagian kecil anak yang mampu menahan diri untuk tidak makan marshmallow tersebut (delayed gratification).

Penelitian tidak berhenti sampai disitu, penelitian lanjutan kepada anak-anak tersebut ketika mereka memasuki remaja mengungkapkan fakta menarik. Anak-anak yang mampu menahan diri untuk tidak makan marshmallow memiliki nilai yang lebih tinggi, kecenderungan obesitas yang rendah, dan memiliki social skills yang lebih baik. Beberapa puluh tahun kemudian, penelitian lanjutan kembali diadakan. Hasilnya juga semakin menarik. Ternyata, anak-anak yang mampu menahan diri untuk tidak makan marshmallow lebih sukses daripada anak-anak yang lain.

The longer you wait for something, the more you will appreciate it when you get it. Cause everything worth having, is definitely worth waiting.

Kenapa menunda pemenuhan keinginan bisa berdampak pada kesuksesan? Ada ilustrasi sederhana untuk menjelaskan hal tersebut: Jika kamu menunda untuk tidak nonton TV dan mengerjakan PR, maka kamu akan mendapatkan nilai yang lebih baik. Jika kamu menunda untuk tidak membeli junk food, maka kamu akan makan makanan yang lebih sehat di rumah. Beberapa contoh sederhana di atas menunjukkan bahwa dengan adanya pengendalian diri maka kita akan lebih sukses dalam hidup.

Seperti halnya otot yang dilatih di tempat gym, pikiran kita juga harus dilatih agar kita bisa menunda untuk memuaskan keinginan. Lakukan latihan itu berulang-ulang hingga otak kita berpikir: 1. Hal ini layak untuk ditunda 2. Ya, saya bisa melakukan ini.

Ada beberapa tahap untuk memulai latihan untuk menunda pemuasan keinginan. Pertama, mulai dengan hal yang paling mudah. Sederhananya, do something very easy that you can’t say no. Kedua, add one percent every timeOtak kita terprogram untuk selalu mencari hal yang paling mudah. Oleh karena itu, melakukan perubahan sedikit demi sedikit adalah cara kita untuk “memanipulasi” otak kita. Ketiga, jangan pernah berhenti. Ketika kita sudah mulai dengan hal yang paling mudah dan melakukan perubahan sedikit demi sedikit, selanjutnya adalah konsistensi. Tidak perlu memperdulikan hasil, yang penting adalah tetap lakukan hal tersebut terus menerus. Lakukan latihan untuk menunda pemuasan keinginan ini dan rasakan perbedaannya!

“You cannot change your future. But, you can change your habits. And surely your habit will change your future,” – A.P.J. Abdul Kalam.

Referensi tulisan:
Jamesclear.com

Advertisements

2 thoughts on “Ingin Lebih Sukses? Ayo Berlatih Delayed Gratification”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s