Pinocchio Effect: Kebohongan Terungkap lewat Hidung

wallup.net
sumber foto: wallup.net

Masih ingat film Pinocchio? Film yang diproduksi oleh Walt Disney pada tahun 1940 ini bercerita tentang boneka kayu yang hidungnya bertambah panjang setiap kali berbohong. Ternyata ini bukan sekadar dongeng, para peneliti dari University of Granada di Spanyol telah menemukan fakta bahwa ketika seseorang berbohong, temperatur di sekitar hidungnya meningkat, inilah yang dinamakan “Pinocchio Effect”. Penemuan ini sangat berguna untuk mendeteksi kebohongan yang tidak bisa dideteksi melalui intonasi suara, raut wajah, dan bahasa tubuh.

Para peneliti dari University of Granada, Emilio Gomez Milan dan Elvira Salazar Lope menggunakan termografi untuk melihat adanya kenaikan suhu di sekitar hidung ketika seseorang berbohong. Kenaikan suhu ini berjalan secara otomatis dan tidak dikendalikan oleh pikiran kita. Hal ini disebabkan karena di bawah kulit kita terdapat jaringan pembuluh darah yang banyak. Ketika terjadi perubahan emosi, maka aliran pembuluh darah kita juga mengalami perubahan secara halus. Perubahan ini tentu saja tidak bisa dideteksi secara kasat mata.

Pada perkembangannya, peneliti dari University of Toronto Dr. Kang Lee menciptakan teknologi pencitraan (imaging) terbaru yang dinamakan transdermal optical imaging. Cara kerja teknologi ini terbilang cukup sederhana, hanya menggunakan kamera biasa untuk merekam seseorang ketika mengalami berbagai emosi yang tersembunyi. Dengan menggunakan teknik pengolahan citra (imaging processing technology), maka dapat dilihat gambar transdermal dari perubahan aliran pembuluh darah di wajah. Dengan tingkat akurasi sebesar 85%, kita dapat mendeteksi perubahan tersebut yang kemudian dapat diasosiasikan dengan berbagai emosi yang tersembunyi. Dalam hal mendeteksi kebohongan, kita dapat mendeteksi adanya emosi-emosi yang tersembunyi seperti rasa takut, bersalah, malu, dan sebagainya.

Bukan cuma untuk mendeteksi kebohongan, transdermal optical imaging juga dapat digunakan dalam hal pendidikan. Melalui teknologi ini, guru dapat mendeteksi murid mana yang mengalami rasa cemas dan gelisah yang tinggi dalam mempelajari sebuah topik tertentu. Selain itu, kita dapat menggunakan teknologi ini dalam hal kesehatan. Dr. Kang mencontohkan, setiap hari saya melakukan video call melalui Skype dengan orang tua saya. Melalui teknologi ini, saya dapat mengetahui detak jatung (heart rate), stress level, dan kondisi mood yang sedang dialami. Mungkin ke depannya, teknologi ini dapat digunakan untuk mengetahui resiko dari serangan jantung atau hipertensi.

Selain pendidikan dan kesehatan, teknologi ini juga bisa digunakan pada saat berkencan. Sebagai contoh, ketika teman kencan kamu tersenyum, teknologi ini dapat mendeteksi apakah dia benar-benar tertarik atau hanya berusaha untuk sopan?

Dr. Kang menekankan, transdermal optical imaging adalah teknologi yang masih baru dan butuh banyak pengembangan. Di masa yang akan datang, Dr. Kang memprediksi akan banyak aplikasi baru terkait teknologi ini yang tidak akan pernah terbayangkan sebelumnya.

Referensi tulisan:
Ted.com
Dailymail.co.uk

Advertisements

2 thoughts on “Pinocchio Effect: Kebohongan Terungkap lewat Hidung”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s