Apakah Anak Kecil Sulit Berbohong?

sumber foto: huffingtonpost.com
sumber foto: huffingtonpost.com

Sebagai orang dewasa, kita mengira bahwa anak kecil cenderung jujur dan sulit berbohong, padahal kenyataannya tidak. Ketika anak itu berbohong di usia yang sangat muda, orang tuanya pasti panik karena merasa ada yang salah dari karakter si anak, padahal berbohong adalah tanda bahwa anak tersebut telah memasuki sebuah tahap perkembangan tertentu. Peneliti dari University of Toronto Dr. Kang Lee mengatakan bahwa itu adalah pandangan yang keliru dalam menilai kebohongan anak kecil. Selama lebih dari 20 tahun, Dr. Kang telah melakukan penelitian bagaimana anak kecil belajar berbohong dan hasilnya cukup mengejutkan.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Kang terhadap seluruh anak di dunia mengungkapkan bahwa anak kecil mulai berbohong saat umur dua tahun! Dalam penelitian tersebut, Dr. Kang mengajak anak kecil untuk bermain tebak kartu. Apabila mereka bisa menebak kartu tersebut, maka mereka akan diberikan hadiah yang besar. Kemudian di tengah-tengah penelitian, si peneliti keluar ruangan dan meninggalkan anak itu sendirian di ruangan. Tapi, sebelum si peneliti itu keluar, dia berpesan kepada anak itu agar tidak melihat kartu tersebut. Seperti yang sudah diduga, 90% dari anak-anak yang diteliti akan mengintip kartu tersebut ketika si peneliti meninggalkan ruangan. Tapi, ketika si peneliti kembali dan bertanya kepada si anak,”Apakah kamu mengintip?” Apakah anak kecil itu akan mengaku atau malah berbohong?

Hasilnya cukup mengejutkan, pada anak umur dua tahun: 30% berbohong dan 70% lainnya mengaku. Pada anak umur tiga tahun: 50% berbohong dan 50% lainnya mengaku. Pada anak umur empat tahun, lebih dari 80% berbohong. Dan di atas umur empat tahun, mayoritas anak tersebut akan berbohong. Lantas, bagaimana menyikapinya ketika anak kecil mulai berbohong?

Dalam presentasinya di TED Talk, Dr. Kang menjelaskan bahwa alih-alih memarahi anak yang berbohong, sebagai orang tua harusnya bersyukur karena anak kamu telah memasuki tahap perkembangan tertentu.

Lebih lanjut, Dr. Kang menjelaskan bahwa ibarat sebuah masakan, ada dua “bahan utama” untuk membuat sebuah kebohongan yang sempurna. “Bahan utama” pertama adalah theory of mind atau dikenal dengan mind-reading ability yang merupakan kemampuan untuk mengetahui bahwa setiap orang memiliki pengetahuan yang berbeda mengenai situasi tertentu dan kemampuan untuk membedakan apa yang saya tahu dan apa yang kamu tahu. Kemampuan ini sangat penting dalam berbohong karena pada dasarnya kamu percaya atas kebohongan saya karena saya tahu apa yang kamu tidak tahu.”Bahan utama” kedua adalah self-control yang merupakan kemampuan untuk mengontrol nada suara (speech control), raut wajah (facial expression), dan bahasa tubuh (body language). Kemampuan ini sangat penting dalam menyampaikan kebohongan yang sempurna.

Menariknya, Dr. Kang menemukan bahwa anak kecil yang memiliki kemampuan mind-reading dan self-control yang baik akan mulai berbohong pada usia yang lebih muda dan merupakan pembohong yang ulung. Terlepas dari masalah berbohong, kemampuan mind-reading dan self-control sebenarnya sangat penting dalam kehidupan kita di masyarakat. Faktanya, anak kecil yang kurang menguasai dua kemampuan tersebut memiliki potensi untuk mengalami dua masalah perkembangan yang serius seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau dikenal dengan hiperaktif dan autisme.

Tulisan ini disarikan dari seminar Kang Lee di TED Talk yang berjudul: “Can You Really Tell If a Kid is Lying?”

Video lengkapnya:

Advertisements

2 thoughts on “Apakah Anak Kecil Sulit Berbohong?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s