Percayalah, Pengalaman Pertama tidak Seburuk itu!

WHERE-THE-MAGIC-HAPPENS-1000x642
sumber foto: stephaniedauphin.com
Mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman memang tidak mudah. Bahkan di saat kita tahu bahwa hal baru tersebut akan membawa dampak positif, tetap saja ada bagian dari diri kita yang berteriak,”JANGAN LAKUKAN! ITU BERBAHAYA!” Ya, itu adalah rasa takut (fear). Beruntungnya, bukan cuma teriakan itu yang muncul, ada lagi teriakan yang lain,”AYO LAKUKAN! ITU MENYENANGKAN!” Ya, itu adalah kegembiraan (excitement). Dalam banyak hal, saya memilih mengikuti kegembiraan daripada ketakutan. Bagaimana dengan kamu?

Bicara soal mencoba hal baru, beberapa waktu lalu, saya diberikan kesempatan untuk menjadi pembicara (spokesperson) untuk mewakili perusahaan tempat saya bekerja. Acara tersebut dihadiri oleh puluhan jurnalis dari berbagai media, puluhan blogger, dan ratusan wanita yang jadi peserta acara. Walaupun saya terbiasa mempersiapkan segala hal keperluan event, mulai dari siaran pers, cue card, sampai ke detail pertanyaan ketika talk show; menjadi pembicara yang berada di atas panggung tentu saja merupakan hal yang sangat berbeda.

“All in life is experiment. The more you experiments, the better,” – Ralph Waldo Emerson.

Dalam hal ini, ada rasa takut yang muncul di dalam diri saya, bagaimana bila ada perkataan saya yang salah? Bagaimana bila ada pertanyaan yang tidak bisa saya jawab ketika talk show? Bagaimana bila saya gugup ketika di atas panggung? Dan sejuta ketakutan lainnya. Beruntungnya, saya berhasil mengatasi ketakutan saya dan mempercayakan nasib saya pada rasa kegembiraan yang muncul. Tentu saja, ada beberapa pelajaran berharga yang berguna bagi perkembangan pribadi saya ke depannya.

Berikut adalah tiga hal yang saya pelajari dalam mengatasi rasa takut dan mencoba hal baru:

Make a Snap Decision
Kalau kamu ingin melakukan sesuatu hal yang baru, lakukanlah! Jangan berpikir terlalu banyak. Putuskan dengan cepat untuk lakukan hal tersebut sebelum rasa takut menguasaimu. Kamu harus sadar, rasa takut itu hanya ada di dalam pikiranmu saja dan bukan kenyataan.

Encouragement is Gold
Dukungan dari orang-orang terdekatmu sangat penting. Dalam hal ini, saya beruntung mendapatkan banyak dukungan dari orang tua, atasan, rekan kerja, sahabat, dan pasangan saya. Dukungan dari mereka memberikan keyakinan kepada diri saya bahwa saya bisa melakukan hal ini.

Do the Best and Let God do the Rest
Mungkin kalimat di atas terdengar klise, tapi itu benar adanya. Lakukan yang terbaik dan apapun hasilnya, percayalah bahwa itu adalah yang terbaik (untuk saat ini). Apabila hasilnya baik, jangan tinggi hati. Apabila hasilnya buruk, jangan kecewa dan berhenti mencoba. Percayalah, semua akan baik di saat yang tepat.

Kembali mengenai acara dimana saya menjadi spokesperson, well it turns out to be good! Acara berjalan lancar, saya tidak gugup, dan saya mampu menjawab semua pertanyaan dengan baik. 🙂

When you fail in the first time, it means you have to practice more. But if you succeed, considering it you are ‘lucky’,  – Michael Bliss.

Advertisements

2 thoughts on “Percayalah, Pengalaman Pertama tidak Seburuk itu!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s