5 Tips untuk Komunikasi yang Lebih Baik

sumber foto: marketingnv.com
sumber foto: marketingnv.com

Sejak munculnya media sosial, setiap orang berlomba-lomba untuk ‘berbicara’. Kita bisa bebas mengekspresikan diri kita melalui status, foto, video, dan tulisan. Namun, di era ini setiap orang rasanya perlahan-lahan mulai kehilangan kemampuan untuk mendengarkan. Padahal, percakapan yang baik memerlukan keseimbangan antara berbicara dan mendengarkan. Penelitian yang dilakukan oleh Pew Research kepada 10.000 orang dewasa di Amerika menemukan fakta bahwa saat ini kita semakin terpecah belah dan sulit untuk menerima pendapat orang lain dibandingkan hubungan kita di masa sebelumnya. Artinya, sekarang ini kita sulit untuk mendengarkan satu sama lain.

Dalam seminarnya di TED Talk, pembawa acara dari Amerika Celeste Headlee memberikan 10 tips yang bisa kita gunakan untuk memperlancar komunikasi kita dengan orang lain. Jika dulu tips komunikasi yang pernah kamu baca seperti, menjaga kontak mata dengan lawan bicara, mengangguk dan tersenyum, mengulang kembali apa yang dikatakan, dan sebagainya, Celeste menekankan untuk melupakan semua tips di atas karena semua itu tidak masuk akal. Apabila kamu memang benar-benar memperhatikan lawan bicara kamu, maka kamu tidak perlu belajar untuk menunjukkan bahwa kamu sedang memperhatikan. Dari 10 tips itu, saya sudah memilih lima tips yang paling penting.

“We have two ears and one mouth so that we can listen twice as much as we speak,” – Epictetus.

Berikut adalah lima tips untuk komunikasi yang lebih baik:

Jangan Multi-tasking
Multi-tasking disini bukan hanya soal tidak bermain handphone ketika kamu berbicara dengan orang lain. Lebih jauh lagi, Celeste menekankan kita harus hadir disini kini (be present). Jangan berpikir hal lain ketika kamu sedang berbicara dengan orang lain. Misalnya, kamu berpikir nanti malam mau makan apa atau kamu memikirkan percakapan dengan atasan kamu. Kamu harus hadir sepenuhnya di dalam percakapan tersebut.

Ikuti Arus Komunikasinya
Ketika ada sebuah pikiran terlintas saat percakapan terjadi, kamu harus lepaskan pikiran tersebut. Celeste mencontohkan, pernahkah kamu melihat sebuah wawancara ketika seorang narasumber sedang berbicara selama beberapa menit, kemudian setelah itu si pembawa acara bertanya tentang hal yang tidak nyambung atau hal yang sudah dijawab dari pemaparan sebelumnya? Hal itu terjadi karena si pembawa acara berhenti mendengarkan ketika dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Kita pun sering begitu, ketika sedang berbicara dengan orang lain dan tiba-tiba ada pikiran lain muncul, saat itu terjadi kita sudah berhenti mendengarkan lawan bicara kita.

Mendengarkan dengan Baik
Kita sulit mendengarkan karena pada dasarnya kita lebih suka berbicara. Ketika kita berbicara, kita memegang kendali pembicaraan. Kita menjadi pusat perhatian. Celeste menjelaskan, memang sulit untuk mendengarkan orang lain, tapi apabila kamu tidak mendengarkan orang lain dengan baik, maka kamu tidak berada dalam percakapan itu. Kalian berdua hanyalah dua orang yang berteriak satu sama lain dalam percakapan yang tidak nyambung sama sekali.

“Most of us don’t listen with the intent to understand. We listen with the intent to reply,” – Stephen Covey.

Katakan dengan Singkat
“Komunikasi yang baik itu seperti rok mini, cukup pendek untuk menarik perhatian, tapi cukup panjang untuk membahas sebuah topik,” kutip Celeste dari pernyataan adiknya. Percakapan yang terlalu panjang bukan hanya melelahkan, tetapi juga akan menjadi tidak relevan. Selain itu, Celeste mengingatkan kita untuk tidak mengulang sebuah kalimat. Ketika berbicara, kita cenderung memberikan penekanan pada beberapa pernyataan sehingga muncul beberapa kali pengulangan. Jangan lakukan itu.

Tertarik pada Lawan Bicara
Inti dari semua tips di atas adalah ketertarikan kita terhadap lawan bicara. Dalam sebuah percakapan, penting untuk memiliki sebuah mindset bahwa kita akan mendapatkan sesuatu hal yang baru. Dengan mindset ini, kita akan masuk ke dalam sebuah percakapan dengan mengesampingkan pandangan kita dan hanya fokus mendengarkan apa yang disampaikan. Celeste yakin, setiap orang merupakan ahli pada bidangnya masing-masing. Itulah yang dilakukan Celeste selama ini, dia menutup mulutnya, membuka pikirannya, dan selalu terkejut dengan pemikiran lawan bicaranya.

“If your mouth is open, you’re not learning,” – Buddha.

Tulisan ini disarikan dari seminar Celeste Headlee di TED Talk yang berjudul: 10 ways to have a better conversation.

Video lengkapnya:

Advertisements

2 thoughts on “5 Tips untuk Komunikasi yang Lebih Baik”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s