3 Pesan Moral dari Film The Jungle Book (2016)

The-Jungle-Book-2016-Movie-Animated-Poster-WallpapersByte-com-1366x768
sumber foto: wallpapersbyte.com
Menceritakan ulang sebuah cerita yang sudah populer memang tidak mudah. Kendalanya adalah penonton sudah bisa menebak jalan ceritanya. Namun, di film ‘The Jungle Book’ (2016), sebuah dongeng klasik diceritakan ulang dengan sangat baik, hingga saya pun tidak merasa bosan ketika menonton filmnya. Apalagi ditambah efek visual yang terlihat sangat nyata sampai membuat saya berdecak kagum. Bukan cuma soal efek visual, seperti biasa Disney selalu menghadirkan film-film yang sarat pesan moral.

Berasal dari buku karangan Rudyard Kipling pada tahun 1894, film ‘The Jungle Book’ menceritakan tentang kehidupan dan petualangan Mowgli (Neel Sethi), seorang anak manusia yang tinggal dan dibesarkan di dalam kawanan serigala. Keberadaannya mulai terancam ketika seekor harimau Bengal bernama Sheer Khan (Idris Elba) bersumpah untuk membunuhnya. Mowgli pun terpaksa meninggalkan kawanan serigala untuk mencari tempat yang aman di desa manusia. Ditemani oleh harimau tutul yang baik hati bernama Bagheera (Ben Kingsley) dan beruang konyol  bernama Baloo (Bill Murray), Mowgli berusaha untuk menyelamatkan dirinya dari ancaman Sheer Khan.

Disclaimer: spoiler detected ahead!

Menonton film ‘The Jungle Book’ rasanya seperti menghidupkan kembali memori masa kecil saya tentang sosok Mowgli dan Baloo. Kedua karakter itu mempunyai kesan yang cukup dalam di benak saya. Selain terpana melihat detail karakternya melalui teknologi CGI, film ini juga mempunyai pesan moral yang cukup kuat. Saya telah merangkum tiga pesan moral dari film ‘The Jungle Book’:

Size Doesn’t Matter
Saat adegan Mowgli melawan Sheer Khan, saya jadi teringat kisah Napoleon Bonarparte. Pada masa Napoleon hidup, dia dijuluki Kopral Kecil oleh rekan-rekannya karena tubuhnya yang pendek dibandingkan tinggi rata-rata orang Eropa yang menjadi perwira artileri. Namun berkat kecerdikannya, Napoleon berhasil menjadi pemimpin berpengaruh di dunia yang menguasai hampir seluruh Eropa, bahkan mencakup Asia Barat, termasuk Mesir dan Palestina. Seperti dikisahkan dalam film ‘The Jungle Book’, walaupun secara fisik Mowgli kecil dan lebih lemah, namun ternyata dia mampu mengalahkan Sheer Khan berkat kecerdikannya. Di pertarungan terakhir, Mowgli berhasil memperdaya Sheer Khan hingga akhirnya harimau Bengal itu jatuh ke dalam hutan yang penuh kobaran api.

Jangan Tinggalkan Temanmu
Bagi serigala, kawanannya adalah segalanya. Pada film ini, Mowgli dan kawanan serigala tempat Mowgli dibesarkan selalu membacakan The Law of the Wolves setiap hari yang salah satu kalimatnya berbunyi,”For the strength of the pack is the wolf, and the strength of the wolf is the pack.” Saya pun merinding ketika menonton adegan pertarungan terakhir antara Mowgli dan Sheer Khan, teman-teman Mowgli seperti, Bagheera, Baloo, dan kawanan serigala lainnya membacakan The Law of the Wolves sambil berjalan maju melindungi Mowgli dari serangan Sheer Khan.

Ingatlah Siapa Dirimu
Karena dibesarkan oleh kawanan serigala, Mowgli harus mengikuti ‘cara serigala’ agar tetap diterima di dalam kawanannya. Mowgli dilarang menggunakan akal pikirannya dalam menyelesaikan masalah di hutan. Di suatu adegan, pemimpin kelompok serigala bernama Akela (Giancarlo Esposito) menegur Mowgli ketika dia menggunakan batok buah dan tali untuk minum air di sungai, karena itu bukan ‘cara serigala’ untuk hidup. Hingga akhirnya saat pertarungan terakhir melawan Sheer Khan, kalimat dari Bagheera menyadarkan Mowgli mengenai jati dirinya yang sebenarnya:“Don’t fight him as a wolf, fight him as a man.”

 

Advertisements

4 thoughts on “3 Pesan Moral dari Film The Jungle Book (2016)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s