Mengubah Kebiasaan Buruk dengan Rasa Penasaran

break bad habits
sumber foto: youtube.com

Seperti halnya sebuah pepatah:”Ada banyak jalan menuju Roma”, begitu pula dengan metode untuk mengubah kebiasaan buruk. Apabila kamu sudah mencoba beberapa metode tersebut dan tidak berhasil, mungkin kamu bisa mencoba metode yang dikembangkan oleh psikiater sekaligus ahli terapi adiksi dari Amerika Serikat, dr Judson Brewer. Metode ini menggunakan ‘rasa penasaran’ kita untuk mengubah kebiasaan buruk dan memperbaiki kualitas hidup kita menjadi lebih baik.

Dalam seminarnya di TED Talk, dr Judson menjelaskan, kita harus memahami bahwa sebuah kebiasaan memiliki pola yang mendasar. Pola dari sebuah kebiasaan terdiri dari pemicu (trigger), tindakan (behavior), dan ‘hadiah’ (reward). Melalui serangkaian pengulangan berkali-kali, pola tersebut akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. dr Judson memberikan sebuah ilustrasi, ketika ada makanan yang terlihat enak (trigger), otak kita mengirim sinyal untuk makan makanan tersebut (behavior), dan ternyata makanan itu rasanya enak, alhasil kita pun merasa senang (reward). Apabila pola tersebut diulangi terus-menerus, maka akan menjadi sebuah kebiasaan. Itulah yang menyebabkan ketika kita sedih atau stress, kita makan cokelat atau makan es krim untuk merasa lebih baik, hingga akhirnya menyebabkan kita menjadi stress eating. 

Pola yang sama juga berlaku dalam hal kebiasaan merokok. dr Judson menjelaskan, mungkin ketika kita masih sekolah, kita melihat ‘anak-anak gaul’ merokok kemudian pola merokok pun mulai terbentuk. Bagi anak-anak itu, merokok menjadi sebuah alasan untuk terlihat keren dan merasa senang (reward). Perasaan inilah yang akhirnya menyebabkan kita sulit untuk berhenti merokok atau berhenti melakukan stress eating.  

“The unfortunate thing about this world is that good habits are so much easier to give up than bad ones,” – Somerset Maugham.

Dalam mengubah kebiasaan buruk, dr Judson mengembangkan sebuah aplikasi yang bernama Craving to Quit. Aplikasi ini merupakan program 21 hari untuk mengubah kebiasaan buruk melalui hidup berkesadaran (mindfulness). Awalnya, program ini didesain khusus untuk mengubah kebiasaan merokok, namun ternyata program ini mampu diaplikasikan ke jenis kebiasaan buruk lainnya, seperti stress eating. Program ini juga sudah diuji di Yale University, Amerika Serikat dan telah terbukti dua kali lipat lebih efektif dibandingkan program terapi berhenti merokok lainnya seperti, program Freedom from Smoking dari American Heart Association.

Mindfulness membantu kita untuk memberikan perhatian penuh kepada kebiasaan buruk, seperti memperhatikan pikiran dan sensasi tubuh yang muncul. Melalui metode ini, kita mampu menyadari kapan kebiasaan buruk ini muncul, bagaimana kebiasaan ini berubah dari waktu ke waktu (beberapa orang menyatakan bahwa kebiasaan ini seperti ‘selalu ada’), dan kemudian memilih untuk melepas kebiasaan buruk tersebut.

“Everyone of us already has the seed of mindfulness. The practice is to cultivate it,”- Thich Nhat Hanh.

Tulisan ini disarikan dari seminar Judson Brewer di TED Talk yang berjudul: A simple way to break a bad habit.

Video lengkapnya:

Advertisements

2 thoughts on “Mengubah Kebiasaan Buruk dengan Rasa Penasaran”

  1. Bung Mike inspirasinya banyak dari TED Talk kayanya nih… Tapi saya belum nangkap nih inti dari membangun rasa penasarannya apa yang dimaksud oleh bung Mike. Mohon pencerahannya…

    Like

    1. Iya mas, banyak nonton TED jadi suka ditulis jadi bahan blog. Maksudnya rasa penasaran adalah latihan mindfulness atau lebih awamnya latihan meditasi. Jadi melalui mindfulness, kita jadi lebih sadar sensasi tubuh dan tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan. 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s