Menikmati Kesendirian

sumber foto: theodysseyonline.com
sumber foto: theodysseyonline.com
Bagi kebanyakan orang, sendiri itu sama dengan tidak bahagia. Kita berpikir dengan adanya kehadiran orang lain, maka kita akan bahagia. Pola pikir inilah yang membuat kita menjauhi kesendirian dan selalu berusaha mendekatkan diri pada keramaian. Sehingga, lama-kelamaan kita jadi lupa caranya menikmati kesendirian. Apabila kita tidak menikmati waktu yang kita habiskan bersama diri kita sendiri, bagaimana mengharapkan orang lain akan menikmati kebersamaannya dengan kita?

Bagi kita yang tinggal di kota besar, sulit rasanya untuk bisa menikmati kesendirian. Hampir di setiap saat kita selalu dikelilingi oleh manusia. Di rumah, di kantor, di mal, di berbagai tempat yang kita datangi untuk berlibur dan relaks, selalu ada manusia lainnya. Memang betul manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lainnya untuk bertahan hidup. Namun, kadang-kadang menyenangkan rasanya sesekali bisa lepas dari kerumunan manusia. Bukan hanya untuk menikmati kedamaian dan ketenangan, tetapi sesekali sendirian perlu untuk mengetahui apakah kita sudah benar-benar menikmati keberadaan diri sendiri.

Until you feel comfortable with solitude, you’ll never know if you pick somebody because of love or loneliness.

Dalam bukunya yang berjudul Hidup Sederhana, Desy Anwar berbagi cerita semasa kecilnya. Sewaktu kecil, jadwal padat kedua orang tuanya membuat dia banyak menghabiskan waktu sendirian di kamar. Alih-alih merasa sepi, Desy kecil justru merasa nyaman dan berteman baik dengan dirinya sendiri. Dia juga menikmati waktu yang dihabiskan dengan pikiran-pikirannya dan waktu sendirian tanpa diganggu oleh orang lain. Di momen inilah, Desy kecil menyadari bahwa tidak harus ada kehadiran orang lain untuk merasa bahagia. Karena sesungguhnya, kebahagiaan itu letaknya ada di hati masing-masing pribadi.

Di tengah aktivitasnya yang padat, sampai saat ini Desy juga masih meluangkan waktu setiap hari untuk menikmati kesendirian. Desy melakukannya sesederhana dengan menutup pintu atau mojok ke tempat yang jauh dari gangguan. Beberapa menit waktu yang diluangkan untuk menikmati kesendirian, sudah dapat mempengaruhi suasana hati dan mentalnya.

Kesendirian memberikan kita kesempatan untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Saat sendiri, kita belajar menikmati masa kini, saat ini. Kita tidak sibuk menyesali masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan. Selain menikmati masa kini, kita pun menjadi sadar bahwa penentu kebahagiaan adalah diri kita sendiri, bukan dipengaruhi oleh situasi atau respon dan kehadiran dari orang lain. Jadi, jangan ragu untuk menyendiri. Sebab bila kamu tahu caranya menikmati kesendirian, maka kamu tidak akan pernah merasa kesepian.

“Sometimes you need to be alone. Not to be lonely, but to enjoy your free time and being yourself,” – unknown.

Tulisan disarikan dari buku: Hidup Sederhana, karya Desy Anwar, tahun 2014, terbitan Gramedia Pustaka.

Advertisements

10 thoughts on “Menikmati Kesendirian”

  1. Reblogged this on karamelfrapucino and commented:
    Seringkali kesendirian atau sendiri dikaitkan dengan kesepian. Padahal, banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil waktu untuk menikmati dan mencintai kesendirian kita.

    “Until you feel comfortable with solitude, you’ll never know if you pick somebody because of love or loneliness.”

    Cerita Desy Anwar, yang disarikan oleh teman saya ini, mungkin dapat membantu Anda mengenal apa itu kesendirian, solitude, single dan beragam hal yang mungkin belum terpikirkan oleh Anda. Enjoy! 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s