3 Alasan Kenapa Kamu Bertahan dalam Hubungan yang Buruk

7-secret-signs-that-reveal-a-bad-relationship

Mungkin kamu tidak habis pikir kenapa teman kamu masih mau bertahan dalam hubungan percintaannya yang buruk. Kenapa pula teman kamu rela diperlakukan semena-mena oleh pasangannya? Bukannya memutuskan hubungan tersebut, atas nama cinta, teman kamu malah memilih untuk bertahan. Padahal hubungan yang buruk justru dapat menghancurkan dirinya sendiri. Apa sebenarnya yang membuat teman kamu itu sangat sulit untuk move on dari kekasihnya yang jelas-jelas tidak bisa memperlakukannya dengan baik?

Berada dalam sebuah hubungan percintaan yang buruk adalah sebuah dilema. Di satu sisi, hati masih ingin bersama. Di sisi lain, logika sudah jengah diperlakukan dengan buruk. Perlu keberanian dan ketegasan untuk membuat sebuah keputusan yang sulit. Intinya, jangan pernah takut dalam memutuskan hal yang baik, karena hanya dirimu lah yang bertanggung jawab penuh atas hidupmu. Mungkin akan terasa berat di awal, namun percayalah, ada banyak kemungkinan-kemungkinan yang baik setelahnya. Just like a rainbow after the rain, a good thing will always happen after you experience the pain.

Berikut adalah tiga alasan kenapa kamu (masih) bertahan dalam hubungan yang buruk:

443114-angry-couple
sumber foto: zeenews.india.com

1. Mewajarkan hal-hal yang salah

‘Dia memang orangnya begitu, kalau marah-marah suka pakai kata-kata kasar.’ Memiliki perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tapi memaki pasangan ketika bertengkar, bukanlah hal yang wajar. Apabila sedari awal kamu terbiasa mewajarkan hal-hal yang salah, maka perbuatan pasangan kamu yang salah pun kamu anggap itu adalah hal yang ‘wajar’. Oleh karena itu, tidak aneh kamu masih mentolerir semua tingkah laku pasangan kamu yang buruk. Sebagai contoh, kamu mengganggap ‘semua cowok itu pasti selingkuh’, jadi apabila pasangan kamu selingkuh, kamu cuma menghela nafas dan bilang,”Wajar kok, semua cowok kan selingkuh.” Tapi, apakah hal itu sebenarnya wajar?

BadBreakupLogo
sumber foto: magazine.foxnews.com

2. Sudah lelah (malas) mencari / takut kesepian

Tidak ada yang salah dengan hidup melajang (jomblo). Seseorang yang melajang mempunyai banyak waktu dan kesempatan untuk bersenang-senang dengan hidupnya. Selama melajang, kamu bisa fokus mengembangkan hobi, travelling, membaca buku, dan sebagainya. Namun sayangnya, secara tidak sadar, kita telah di-‘brainwash‘ dengan stigma bahwa menjadi jomblo itu buruk dan merupakan hal yang memalukan. Itu sebabnya beberapa orang lebih memilih bertahan daripada harus mencari lagi pasangan yang lain. Apalagi kondisi ini diperparah dengan mindset ‘kayaknya gue belum tentu dapet yang lebih baik’. Hasilnya, kamu malah ‘terjebak’ dalam hubungan yang buruk.

couple reconcile after fight
sumber foto: michaelhyatt.com

3. Tidak punya ‘garis tegas’ (strict line)

Banyak orang tidak tahu kapan mereka harus bilang,”Enough, we are done.”  sehingga mereka terus saja rela diperlakukan semena-mena oleh pasangannya. Mereka selalu berharap,”gue yakin suatu saat dia bakal berubah kok.” Padahal kenyataannya tidak begitu. Trust me, people will rarely change in a relationship. Berikan batasan sampai sejauh mana kamu bisa mentolerir kelakuan buruk pasanganmu. Apabila ternyata sudah melewati batas, you know what to do, right?

Memutuskan sebuah hubungan memang bukan keputusan yang mudah meskipun hubungan tersebut adalah hubungan yang buruk. Namun, saya percaya, kamu berhak bahagia dan diperlakukan dengan baik oleh pasanganmu. Single is happy, double is happier. If double isn’t happier, why bother double?

Advertisements

2 thoughts on “3 Alasan Kenapa Kamu Bertahan dalam Hubungan yang Buruk”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s