Kenapa Karyawan ‘Biasa’ Mendapatkan Pekerjaan Terbaik?

silver-spoon-vs-scrapper-700
Sumber foto: TED Talk
Ketika dihadapkan pada dua pilihan kandidat antara karyawan dengan lamaran kerja yang ‘nyaris sempurna’ atau karyawan biasa namun berhasil melewati berbagai kesulitan hidup, HR Director dari perusahaan pengiriman UPS Regina Hartley selalu memberikan karyawan ‘biasa’ tersebut kesempatan untuk wawancara. Hartley yakin, karyawan yang memiliki Adversity Quotient (AQ) yang tinggi, memiliki kualitas untuk menjadi pemimpin yang kuat. Hartley juga menaruh harapan besar kepada karyawan yang memiliki tingkat ketahanan mental yang tinggi.

Dalam seminarnya di TED Talk, Hartley membagi kandidat karyawan ke dalam dua kategori. Kategori pertama diberi nama ‘the silver spoon‘ (sendok perak), karyawan yang memiliki banyak keunggulan dan ‘ditakdirkan’ untuk sukses. Hartley memberikan gambaran ‘silver spoon’ sebagai karyawan yang lulus dari perguruan tinggi terkemuka dengan nilai terbaik, banyak rekomendasi baik, dan lamaran kerja yang ‘sempurna’. Kategori kedua diberi nama ‘the scrapper‘ (si petinju), karyawan yang harus berusaha keras untuk mencapai posisi atau level tertentu dalam hidupnya. Jika dihadapkan pada dua pilihan tersebut, Hartley akan lebih memilih ‘the scrapper’.

fighter-punching-bag-boxing-1920x1200
Sumber foto: 123hdwallpapers.com
Ada korelasi yang kuat antara pemimpin yang sukses dengan tingkat Adversity Quotient (AQ) yang tinggi. Hartley mencontohkan, pendiri dari UPS Jim Casey adalah seorang scrapper sejati. Jim merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Ayahnya meninggal ketika Jim masih muda dan dia harus bekerja sejak umur 11 tahun. Kesulitan masa mudanya membuat Jim menjadi pribadi yang tangguh dan pekerja keras hingga akhirnya mampu membuat UPS menjadi salah satu perusahaan pengiriman terbesar di dunia.

Failure is only the opportunity to begin again, this time more intelligently – Henry Ford

Hartley juga menekankan, tidak ada yang salah menjadi seorang ‘silver spoon’, karena menjadi lulusan terbaik dari perguruan tinggi terkemuka tentu saja membutuhkan kerja keras dan banyak pengorbanan. Namun, perlu disadari, kesuksesan bukan berasal dari buku tapi dari pengalaman hidup. Selain itu, Hartley mempunyai pengalaman buruk ketika merekrut seorang ‘silver spoon’. Ketika diberikan job desk: temporarily doing manual labor to better understand an operation. Karyawan itu menolak dan kemudian mengundurkan diri. Coba bayangkan, jika job desk itu diberikan kepada seorang ‘scrapper’? Tentu saja akan jadi cerita yang lain, bukan?

Seorang ‘scrapper‘ digerakkan oleh sebuah keyakinan bahwa semua hal bergantung pada diri mereka sendiri. Keyakinan itu yang membuat seorang ‘scrapper’ tidak mudah menyerah dan mendorong diri mereka untuk keluar sebagai pemenang dari setiap kesulitan hidup yang muncul. Selama lebih dari 25 tahun pengalamannya berkarir di UPS, Hartley telah melihat bagaimana seorang ‘scrapper‘ bisa bertumbuh menjadi pemimpin yang sukses.

Fall seven times and stand up eight – Japanese Proverbs.

Tulisan ini disarikan dari seminar Regina Hartley di TED Talk yang berjudul: Why the best hire might not have the perfect resume.

Video lengkapnya:

Advertisements

2 thoughts on “Kenapa Karyawan ‘Biasa’ Mendapatkan Pekerjaan Terbaik?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s