Cintai Dirimu dengan Self Compassion

Sumber foto: spotlight.com
Sumber foto: spotlight.com
Apa yang kamu lakukan ketika temanmu sedih? Kebanyakan dari kita akan berusaha menghibur, memeluk, memberikan pukpuk, mendengarkan, dan sebagainya. Tapi, apa yang kita lakukan apabila diri kita sendiri yang sedang sedih? Kita malah bersikap keras, menyalahkan diri sendiri atas keadaan, dan menyudutkan diri kita. Bukannya menyembuhkan, hal ini justru memperparah luka yang ada di hati kita.

Dalam sesi sharing komunitas Sane Step, di SCTV Tower beberapa waktu lalu (13/12), praktisi mindfulness Adjie Silarus menjelaskan, sebelum memahami konsep mencintai diri sendiri, kita harus mampu berdamai dengan diri sendiri dan memahami konsep penderitaan. Lebih lanjut, Adjie memaparkan, yang membuat seseorang menderita bukanlah sebuah masalah, namun luka batin atau sakit hati. Adjie mencontohkan, bagi orang yang tidak pernah kehilangan harapan ketika ditinggalkan pasangannya, pasti akan merasa biasa saja melihat seseorang mengalami hal tersebut. Namun, bagi orang yang pernah kehilangan harapan, maka orang itu akan merasakan penderitaan orang yang mengalami pengalaman serupa. Hal ini menjelaskan bahwa penderitaan orang lain akan me-recall luka batin atau sakit hati yang pernah kita alami. Masalah yang saya alami, belum tentu kamu anggap hal itu sebagai sebuah masalah. Hanya sakit hati atau luka batin yang menyebabkan masalah menjadi sebuah penderitaan.

Ketika punya masalah, janganlah sombong merasa hanya diri sendiri yang punya masalah. Karena, belum tentu masalah itu mau kamu miliki.

Saat kita menyadari bahwa penderitaan bukan disebabkan oleh masalah, maka akan mengubah cara pandang kita. Dalam menyembuhkan luka batin atau sakit hati, kita harus mampu berdamai dengan diri sendiri, tidak menyesali masa lalu, dan tidak mencemaskan masa depan. Penderitaan, kegagalan, dan ketidaksempurnaan adalah bagian dari hidup manusia pada umumnya. Melalui self compassion, kita akan menyadari bahwa diri kita sama seperti dengan orang lain. Ketika kita mengalami penderitaan, kita berhak mendapatkan kebaikan yang sama dari diri sendiri seperti halnya yang kita lakukan kepada orang lain yang sedang menderita. Self compassion sendiri berarti kita berusaha mencari cara untuk menghibur diri ketika mengalami kegagalan atau penderitaan.

Sumber foto: lorensworld.com
Sumber foto: lorensworld.com
Adjie menjelaskan enam langkah praktis untuk berlatih mencintai diri sendiri. Dalam menjalankan langkah-langkah tersebut, tidak perlu tergesa-gesa untuk melakukan semua langkah, perlahan saja. Langkah pertama: Sadari, saya bukanlah luka batin itu, saya lebih besar dari luka itu. Langkah kedua: Amati, ketika dihadapkan pada luka batin, otak manusia cenderung diatur oleh otak reptil yang merupakan insting dasar manusia ketika menghadapi bahaya: fight or flight. Kita harus berhenti untuk menyangkal luka batin atau larut dalam luka batin itu sendiri. Langkah ketiga: Terima, menerima bahwa penderitaan adalah hal yang wajar dialami oleh manusia dan bersifat sementara. Tidak apa-apa apabila sedang ada apa-apa. Ketiga langkah ini adalah fondasi awal yang harus dipahami dan dilatih terlebih dahulu sebelum masuk ke langkah selanjutnya.

Langkah keempat: Bahagia, ketika kita mulai menerima penderitaan sebagai hal yang wajar, maka akan muncul kebahagiaan dalam diri. Kita akan kembali ingat caranya bahagia. Langkah kelima: Lepaskan, tidak berharap keinginan untuk harus sesuai dengan kenyataan dan menerima apa adanya. Adjie menjelaskan, di fase ini, kita akan memahami bahwa keinginan adalah ibu dari penderitaan. Selain itu, kita juga memahami bahwa tidak setiap keinginan harus selalu terwujud. Langkah keenam: Bersyukur, mensyukuri segala hal yang terjadi. Perkara kecil akan tetap kecil karena menyadari semua kebaikan yang sudah diterima selama ini.

“Self compassion is simply giving the same kindness to ourselves that we would give to others” – Christopher Germer.

Advertisements

2 thoughts on “Cintai Dirimu dengan Self Compassion”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s