Apa yang Dilakukan ISIS Ketika Mereka tidak Menembak?

sumber foto: TED Talk
ISIS, Hezbollah, dan Hamas. Ketiga grup ini dikenal sebagai organisasi masyarakat garis keras. Tapi, apakah kita tahu apa yang mereka lakukan ketika mereka tidak melakukan kekerasan? Pengamat kebijakan internasional Benedetta Berti dalam presentasinya di TED Talk menjelaskan, selain kekerasan, organisasi ini juga banyak melakukan kegiatan sosial untuk memperoleh dukungan masyarakat. Dengan memahami lingkup kerja organisasi bersenjata, kita akan memperoleh strategi baru untuk menghentikan kekerasan dan memperoleh stabilitas keamanan.

Organisasi bersenjata masa kini merupakan organisasi yang kompleks, bukan sekedar sekelompok orang dengan pistol. Sebagai contoh, organisasi Hezbollah di Lebanon yang dikenal karena konfrontasinya melawan Israel. Sejak dibentuk pada tahun 1980-an, Hezbollah telah membangun partai politik, jaringan pelayanan sosial masyarakat, dan organisasi militer. Organisasi bersenjata ini juga memiliki sistem komunikasi yang kompleks, mereka menggunakan radio, televisi, internet, dan media sosial. Bahkan, ISIS memiliki majalah ISIS yang dicetak dalam bahasa Inggris dan diterbitkan untuk merekrut anggota baru. Selain itu, organisasi bersenjata masa kini juga berinvestasi pada pendanaan yang kompleks. Seperti contoh, mereka mendirikan perusahaan konstruksi. Kegiatan yang disebutkan di atas merupakan kunci dari perkembangan organisasi tersebut untuk meningkatkan pendanaan, merekrut orang-orang yang lebih baik, dan membangun merek mereka.

Armed groups rise because they fill the gap left by the government. They provide safety and security to the people.

Di sisi lain, organisasi bersenjata masa kini juga membangun ikatan dengan masyarakat setempat melalui aksi sosial. Organisasi tersebut membangun sekolah, rumah sakit, program pelatihan kerja, dan program pinjaman untuk usaha kecil. Hal ini dilakukan oleh organisasi Hezbollah di Lebanon. Organisasi ini memenangkan hati masyarakat dengan mengisi hal-hal yang tidak disediakan secara memadai oleh pemerintah: keamanan dan kesejahteraan. Sebagai contoh, kemenangan Hamas yang mengejutkan dalam pemilihan umum Palestina pada tahun 2006 juga berdasarkan kontribusi Hamas kepada masyarakat Palestina.

Memahami cara kerja organisasi bersenjata penting untuk menyelesaikan konflik keamanan, karena saat ini perang telah berubah. Sebagai contoh, dari 216 perjanjian perdamaian yang telah ditandatangani di dunia sejak tahun 1975 hingga 2011, 196 perjanjian di antaranya merupakan konflik internal antara pemerintah dan organisasi pemberontak.

sumber foto: TED Talk
Dalam menghadapi organisasi bersenjata, pendekatan non-militer justru lebih ampuh. Mengisi hal-hal yang sebelumnya tidak disediakan secara memadai oleh pemerintah merupakan pendekatan yang paling tepat. Seperti contoh, memberikan fokus yang lebih besar pada pendidikan, keamanan, kesehatan, dan penyediaan lapangan kerja kepada masyarakat merupakan perlawanan yang paling ampuh dalam menghadapi organisasi bersenjata. Mungkin kekuatan militer mampu memenangkan beberapa pertempuran, namun tidak akan pernah memberikan kedamaian atau stabilitas.

We live in a world of states, non-states, and in-between, and the more states are weak, like in the Middle East today, the more non-state actors like, Hezbollah, ISIS, and Hamas step in and fill that gap – Benedetta Berti.

Tulisan ini disarikan dari seminar Benedetta Berti di TED Talk yang berjudul: The surprising way groups like ISIS stay in power.

Video lengkapnya:

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s