Apakah Waktu Menyembuhkan Luka?

sumber foto: genius.com
sumber foto: genius.com
You just need some time, after all, time heals all wounds. Kita sering mendengar perkataan tersebut. Tapi apakah itu benar? Saya rasa tidak. Waktu saja tidaklah cukup, kita perlu melakukan sesuatu untuk mengobatinya. Sebagai contoh, ketika kaki kita terluka dan berdarah, kita tidak membiarkan luka itu sembuh sendiri. Tapi kita memberikan antiseptik, pembalut luka, dan menjaga agar kaki kita tidak mengalami benturan. Tapi, apa yang terjadi apabila hati kita yang terluka? Apakah kita juga berusaha mengobatinya? Atau malah terjerat dalam pusaran luka itu sendiri?

Kita cenderung menganggap apa yang terjadi pada tubuh kita lebih penting ketimbang apa yang terjadi pada hati kita. Seorang psikolog lulusan NYU Medical Center, doktor Guy Winch Ph.D. menjelaskan, sedari kecil kita terbiasa menjaga tubuh kita agar selalu sehat melalui gosok gigi dan mandi setiap hari. Tapi, apa yang kita lakukan untuk menjaga hati kita agar tetap sehat? Apa yang kita lakukan untuk menjaga hati kita untuk lebih kuat dalam menghadapi penyesalan, penolakan, kesepian, atau hal-hal buruk lainnya yang mungkin melukai hati kita?

Kita cenderung menganggap remeh luka yang ada di dalam hati. Kita berpikir, luka yang ada di dalam hati pasti juga sembuh dengan sendirinya. Kenyataannya tidak. Hal ini dapat dibuktikan melalui contoh sederhana, setiap orang yang sehabis mengalami patah hati pasti memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk pulih. Ada yang butuh waktu sehari, tiga hari, seminggu, sebulan, setahun, atau mungkin beberapa tahun. Apabila waktu memang bisa menyembuhkan segalanya, kenapa waktu yang dibutuhkan seseorang untuk pulih dari patah hati berbeda-beda? Saya rasa kalimat di awal yang menyatakan ‘waktu menyembuhkan segalanya’ tidaklah valid. Yang membedakan waktu yang diperlukan setiap orang untuk pulih adalah kemampuan seseorang untuk memaafkan dan merelakan semua yang sudah terjadi.

Time doesn’t heal anything, it’s what you do with the time that heals.

Ketika hal buruk terjadi dalam hidup kita, kebanyakan dari kita akan merasa kesepian, gagal, dan kehilangan percaya diri. Semua emosi buruk itu akan menarik kita ke dalam pusaran penderitaan. Doktor Winch menyarankan, ketika hati kita terluka, rawatlah hati kita dengan penuh kasih seperti halnya seorang teman baik yang selalu melindungi kita. Jangan menyalahkan diri sendiri atas semua yang terjadi, jangan salahkan orang lain, dan jangan salahkan keadaan. Kemudian, kembalikan kepercayaan diri kita yang sempat menurun. Ketika kita kembali yakin atas diri sendiri, kita akan lebih kuat dalam menghadapi pikiran-pikiran negatif.

Selain itu, doktor Winch menyarankan, dalam menghadapi pikiran negatif, kita butuh pengalihan. Ketika tiba-tiba muncul pikiran negatif seperti kesepian, kegagalan, dan penolakan, coba alihkan fokus kita ke hal lain seperti memperhatikan nafas, berhitung dalam hati, dan hal lainnya. Banyak penelitian membuktikan, hanya dengan dua menit pengalihan, mampu menghilangkan keinginan yang sangat kuat untuk memikirkan kembali kejadian buruk yang sudah terjadi. Coba lakukan dan rasakan perbedaannya.

Dengan mulai memaafkan, merelakan semua yang terjadi, membangun kembali kepercayaan diri yang sempat menurun, dan disiplin dalam menghadapi pikiran negatif yang muncul, kita tidak hanya mengobati luka pada hati kita, namun lebih daripada itu, kita membuat sebuah sistem pertahanan di dalam hati. Seratus tahun yang lalu, masyarakat mulai mempraktekkan gaya hidup sehat, dan usia harapan hidup meningkat lebih dari 50% hanya dalam beberapa dekade. Oleh karena itu, doktor Winch yakin, kualitas hidup kita akan meningkat secara signifikan apabila kita mempraktekkan sistem pertahanan tersebut untuk menjaga hati kita.

Beberapa kutipan doktor Guy Winch di atas disarikan dari seminarnya di TED Talk yang berjudul: Why we all need to practice emotional first aid.

Advertisements

4 thoughts on “Apakah Waktu Menyembuhkan Luka?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s