Kenapa Harus Botak?

sumber foto: shaveforhope.org
‘Kenapa harus botak?’ Ini pertanyaan yang sering muncul setelah saya mengikuti acara sosial Shave for Hope. Dan, setiap muncul pertanyaan tersebut, dengan senang hati, saya akan bercerita tentang sebuah gerakan sosial yang bertujuan untuk membantu anak-anak penderita kanker melalui donasi rambut. Melalui aksi dan kata-kata, saya mencoba menggalang kesadaran masyarakat seputar masalah kanker pada anak yang sering diabaikan.

Ini merupakan kedua kalinya, saya menjadi social angel -sebutan untuk orang yang mendonasikan rambutnya-. Jujur, secara pribadi, saya tidak menyukai gaya rambut botak karena membuat wajah saya semakin bulat. Seumur hidup, saya baru tiga kali memutuskan untuk botak secara sadar: pada saat MOS (Masa Orientasi Siswa) jaman SMP, Shave for Hope 2013, dan Shave for Hope 2015. Untuk yang pertama karena terpaksa, sedangkan yang kedua dan ketiga dilakukan dengan penuh kerelaan dan penuh sukacita. Awalnya memang berat, namun ada satu kalimat yang selalu terngiang di pikiran saya ketika akhirnya memutuskan untuk botak pada acara Shave for Hope 2013, yaitu ‘If being bald can ignite the hope for the kids with cancer, why not?’

Kids can’t fight cancer alone, let’s help them. Start with being bald. 

Shave for Hope adalah sebuah gerakan sosial, yang diinisiasikan oleh Asian Medical Students’ Association (AMSA) Indonesia dan Evio Production, berkolaborasi dengan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia – Community of Children with Cancer (YPKAI – C3). Ide ini berasal dari kesuksesan acara dengan konsep yg sama di negara-negara berkembang seperti Amerika Serikat, Singapura, dan Australia. Shave for Hope bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, menggalang dana, dan menunjukan empati terhadap anak-anak yang mengidap penyakit kanker di Indonesia. Sumber dari: shaveforhope.org

Shave for Hope mengajarkan saya tentang empati. Empati yang berarti saya harus kehilangan rambut saya. Memang saya tidak pernah tahu rasanya menghadapi kanker dan menjalani kemoterapi. Namun ini merupakan dukungan moral saya kepada adik-adik penderita kanker yang harus kehilangan rambutnya pasca kemoterapi.

Terima kasih telah mengajarkan saya tentang empati. Terus berjuang adik-adik, kalian pasti sembuh! God bless you!

Advertisements

4 thoughts on “Kenapa Harus Botak?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s