Latihan Kesadaran: Menengok Sejenak ke dalam Diri

Sumber foto: ritaharvey.counselling.co.uk

Kadang kita perlu duduk sejenak merangkul diam, tidak terperangkap masa lalu, dan tidak mengembara ke masa depan. Pada dasarnya, hidup butuh keseimbangan, seperti dalam filosofi yin-yang atau being-doing. Namun, kebanyakan dari kita lebih ahli di bagian yang, doing. Tapi, masih lemah di bagian yin, being. Timpang, tidak seimbang. Hal ini penting karena hidup tak hanya terus bergerak dalam riuh, tetapi juga butuh diam dalam hening.

Dalam melatih yin, being, praktisi meditasi berkesadaran Adjie Silarus memperkenalkan praktik mindfulness dalam bukunya yang berjudul ‘Sadar Penuh, Hadir Utuh’. Menurut guru meditasi profesor Jon Kabat-Zinn, mindfulness berarti memperhatikan dengan cara tertentu, terarah, di sini, saat ini, dan tidak memberikan penilaian. Dengan hadir utuh di sini, kita menjadi lebih menyadari apa yang kita pikirkan, rasakan, dan lakukan. Hal ini bertujuan, agar kita mampu melihat segala sesuatu secara apa adanya, tanpa membesarkan hal tersebut. Dan, pada akhirnya, kita dapat memilih, melihat, dan mengambil tindakan dengan lebih bijaksana.

Hidup itu perlu merayakan saat ini, di sini-kini. Tidak terikat masa lalu dan tidak berkhayal masa depan.

Hal sederhana untuk memulai latihan mindfulness adalah berhenti melakukan aktivitas multitasking. Pada dasarnya, otak tidak mampu memperhatikan lebih dari satu aktivitas kompleks pada saat yang bersamaan. Yang terjadi adalah, saat multitasking, pikiran berpindah perhatian secara cepat dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Hal ini tentu saja sangat melelahkan.

Biasakan diri untuk melakukan satu kegiatan di satu waktu (one task in one moment). Saat makan, hanya makan. Saat berlari, hanya berlari. Saat menulis, hanya menulis. Saat melihat aktivitas teman-teman di media sosial, hanya melihat aktivitas teman-teman di media sosial. Dengan menikmati setiap momen dalam hidup, kemampuan untuk hadir utuh di sini, di masa kini, akan semakin tajam. Luangkanlah waktu meski sejenak untuk mengistirahatkan raga, pikiran, dan jiwa sehingga diri menjadi lebih tangguh dan tidak mudah terganggu.

Sometimes, you need to press ‘pause’ to let everything sink in – Sebastian Vettel.

Tulisan ini disarikan dari buku Sadar Penuh Hadir Utuh, karya Adjie Silarus, terbitan Transmedia Pustaka, tahun 2015.

Advertisements

One thought on “Latihan Kesadaran: Menengok Sejenak ke dalam Diri”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s