Bagaimana Sebuah Posting di Media Sosial Mampu Menghancurkan Hidupmu

sumber foto: socialnetworktrends.com
Jika dahulu kekuasaan hanya milik penguasa atau pengusaha, sejak kebangkitan media sosial, kekuasaan bersifat kolektif. Media sosial memungkinkan semua orang memiliki hak yang sama untuk didengar. Di sisi lain, penggunaan media sosial yang kurang tepat malah berujung menghancurkan hidup dari pengguna tersebut. Dalam acara TED Talk, seorang penulis buku Jon Ronson menceritakan sebuah kisah tentang seorang wanita bernama Justine Sacco, yang hidupnya berantakan hanya karena sebuah tweet yang dibuatnya sebelum perjalanan dari Amerika ke Afrika.

Justine Sacco adalah seorang direktur public relations dari IAC, sebuah perusahaan besar di Amerika. Justine Sacco bukanlah seorang selebtwit, akun Twitter-nya hanya memiliki 170 followers. Di linimasa Twitter-nya, Justine sering menulis beberapa lelucon kasar. Seperti contohnya satu ini: Weird German Dude: “You’re in first class. It’s 2014. Get some deodorant.” -Inner monologue as inhale BO. Thank god for pharmaceuticals. Namun, karena jumlah followers-nya hanya sedikit, tidak ada satupun yang menanggapi. Hingga sebuah tweet yang dibuat sebelum perjalanan dari Amerika ke Afrika mengubah hidupnya.

Sebelum perjalanan panjang dari Amerika ke Afrika, Justine menulis,”Going to Africa. Hope I don’t get AIDS. Just kidding. I’m white!” di linimasa Twitter-nya. Ketika Justine tiba di Cape Town 11 jam kemudian, Justine mendapat SMS dari sahabatnya bahwa dia telah menjadi trending topic di Twitter. Apa yang sebenarnya terjadi? Yang terjadi adalah salah satu follower Twitter dari Justine mengirim tweet tersebut ke jurnalis dari perusahaan media Gawker, dan kemudian jurnalis tersebut me-retweet pesan itu ke 15.000 followers-nya dengan tambahan keterangan: And now, a funny holiday joke from IAC’s PR boss.

Seketika, tweet dari Justine langsung jadi topik pembicaraan paling populer di Twitter. Pengguna di Twitter mulai berlomba-lomba untuk menghujat wanita malang tersebut. Setelah kejadian tersebut, Justine kemudian dipecat dari IAC. Selain pemecatan, yang lebih buruk lagi adalah dampak psikologis yang dialaminya. Justine mengalami depresi dan insomnia. Twitter telah membuat hidupnya berantakan.

Pada dasarnya, saya yakin Justine tidak pernah bermaksud untuk menghina penduduk Afrika dan AIDS. Namun, perlu disadari bahwa ada hal-hal yang sensitif untuk dijadikan lelucon. Insiden Justine mengingatkan kita kembali untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial. Baca kembali tulisanmu sebelum kamu mem-posting segala sesuatu di internet, pahami segala konsekuensi yang mungkin muncul. That’s how to survive in this social media era.

Tulisan ini disarikan dari seminar Jon Ronson di TED Talk yang berjudul: What happens when online shaming spirals out of control

Video lengkapnya:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s