Menerima Perubahan, Awal Hidup yang lebih Hidup

Sumber foto: topyaps.com
Sumber foto: topyaps.com

Pada dasarnya, kita sedih dan menderita disebabkan karena adanya perubahan. Perubahan dari anak-anak menjadi remaja, remaja menjadi dewasa, bahkan apa yang bisa kamu pikirkan selama itu berubah, itu adalah penderitaan. Dalam talk show “Stop Suffering, Start Living” yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) Dharmayana beberapa waktu lalu, Bhikkhu Uttamo Mahathera menjelaskan, fase perubahan ini tidak bisa kita tunda atau kita tahan, yang bisa kita ubah adalah sikap mental kita terhadap perubahan.

Dalam hidup, kita harus mampu menerima perubahan sebagaimana adanya. Semua orang pasti ingin keinginannya terkabulkan, padahal tidak semua keinginan bisa menjadi kenyataan. Oleh karena itu, ketika ekspektasi tidak sesuai kenyataan, kita harus mampu mengubah keinginan dan menyesuaikan dengan keadaan. Uttamo memberikan contoh sederhana, ketika cuaca panas, tapi kamu ingin suasana sejuk. Kalau mau sejuk, ya gunakan kipas. Dengan mengubah keinginan dan menyesuaikan dengan keadaan, maka kamu akan bahagia.

Dalam hal menerima perubahan, Uttamo memberikan mantra yang sangat manjur yaitu mantra ‘untung’. Maksudnya adalah, dengan melihat segala sesuatu dari sudut keberuntungan, maka kamu akan lebih mudah menerima kondisi yang terjadi. Uttamo mencontohkan, ketika kamu bekerja tapi bos kamu suka marah-marah, kamu bisa mulai dengan berpikir,”Untung teman-teman kerjanya masih asik walaupun bos suka marah-marah.” Apabila ternyata bos kamu suka marah-marah dan teman kerja kamu tidak enak, kamu bisa mulai dengan berpikir,”Untung gajinya besar walaupun bos suka marah-marah dan teman kerjanya tidak enak.” begitu seterusnya. Intinya adalah cara pandang menentukan sikap atas keadaan yang sedang kamu hadapi.

Dengan menggunakan mantra ‘untung’, kita akan lebih mudah menerima keadaan – Bhikkhu Uttamo

Sebagai manusia, kita terbiasa untuk melekat pada masalah dan lupa untuk bersyukur. Uttamo mencontohkan, ketika jari kaki kamu terpentok meja, kamu malah mengumpat kasar. Bahkan, kamu menendang lagi meja tersebut dengan keras. Alhasil, kaki kamu makin sakit karena kamu menyikapi masalah dengan berlebihan. Padahal, apabila kamu merenung bahwa tidak setiap hari kaki kamu terpentok meja, maka kamu akan bersyukur. Dengan tidak menyikapi masalah secara berlebihan, maka kamu akan bahagia.

Selain menerima perubahan, sebagai manusia, kita harus berkarya. Berkarya berarti menghasilkan sesuatu dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Selagi masih hidup, pergunakanlah setiap kesempatan untuk melakukan hal-hal yang positif. Agar ketika kematian datang, kita sanggup untuk merelakan hidup ini. Karena inilah kenyataan hidup bahwa segala sesuatu berubah.

Hidup dimulai ketika kita mampu melakukan yang terbaik untuk hal yang bermanfaat dengan cara yang bermartabat – Bhikkhu Uttamo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s