Ajahn Brahm: Selamat Datang Kebahagiaan!

Sumber foto: youtube Ehi Passiko Foundation
Sumber foto: Ehi Passiko Foundation youtube

Bahagia. Sebagian orang menghabiskan hidupnya hanya untuk mencari kebahagiaan. Sebagian lainnya, merasa hidupnya menderita. Dan yang lainnya, sudah menemukan kebahagiaan dalam hidupnya. Pada dasarnya, semua orang pasti ingin bahagia! Itu alasannya kenapa lebih dari 2.500 orang (termasuk saya) berkumpul untuk mendengar talk show Ajahn Brahm: Hello Happiness, di The Palm, Mal Taman Palem, beberapa waktu lalu. Setelah dipaparkan oleh Ajahn Brahm, ‘resep’ untuk bahagia sebenarnya sederhana. Namun, terkadang hal yang sederhana adalah hal yang paling sering kita lupakan.

Dalam hidup, sebagai manusia kita sangat sulit untuk melepas (let go). Berpisah dengan orang yang kita cintai dan bertemu dengan orang yang kita benci membuat kita menderita. Seandainya kita bisa let go, maka kita akan bahagia. Ajahn Brahm mencontohkan, ketika ada orang memanggil kamu,’Bodoh!’. Orang tersebut hanya mengatakan sekali saja kata ‘bodoh’. Namun, apabila kamu menyimpan kekesalan itu di dalam hati dan mengulanginya terus menerus di pikiran kamu, kata ‘bodoh’ tersebut akan muncul berulang kali. Itulah mengapa kita harus let go apabila ingin bahagia.

Sumber foto: daunbodhi.com
Sumber foto: daunbodhi.com

Kata ‘let go’ erat kaitannya dengan berdamai, entah berdamai dengan diri sendiri atau dengan lingkungan. Sebagai contoh, ketika kita menyakiti orang yang kita sayangi dan kita tidak bisa memaafkan diri kita sendiri, kita akan sangat tersiksa. Sama halnya, apabila kita berada dalam lingkungan sekolah/kerja yang menyebalkan, ketika kita tidak berdamai dengan lingkungan, selama itu pula kita tidak akan merasa bahagia. Namun, ketika kita menyadari kita harus berdamai, perlahan akan muncul kebahagiaan dalam diri kita masing-masing. Saya percaya, kebahagiaan adalah pilihan. Mungkin kita tidak bisa mengubah keadaan, tapi kita bisa mengubah cara pandang kita untuk bahagia.

Selain let go dan berdamai, ada satu kata lagi yang penting yaitu ikhlas. Kata ‘ikhlas’ sebenarnya bukan kata asli Indonesia, namun berasal dari bahasa Arab. Ikhlas adalah kata yang mencakup semuanya: let go, berdamai, tulus, selfless (tidak egois), dan tanpa pamrih. Saking powerful-nya kata ini, dalam survei Indeks Kebahagiaan Dunia, Indonesia menempati urutan jauh di atas negara adidaya seperti Amerika. Itu artinya, kebahagiaan tidak dapat diukur dari uang. Kebahagiaan adalah cara kita menjalani hidup dan penerimaan kita atas keadaan.

Sumber foto: daunbodhi.com
Sumber foto: daunbodhi.com

Dalam kesempatan ini, Jaya Suprana juga turut hadir dan ikut berbagi cerita. Jaya membuka ceritanya dengan mengatakan,”Saya menghabiskan hidup saya untuk mencari kebahagiaan.” Sebagai pianis, bermain tunggal di konser megah merupakan sebuah impian. Jaya bercerita, saat itu ketika dia selesai bermain di Sydney Opera House dan semua orang melakukan standing ovation, Jaya merasa kosong. Jaya berpikir,”Sehabis ini, apalagi?” Jaya merasa tidak bahagia walaupun keinginannya sudah terkabulkan. Suatu hari, Jaya bertemu dengan Andy, seorang anak autis tuna netra yang mahir bermain piano. Kagum akan permainan piano Andy, Jaya merekomendasikan Andy untuk bermain piano di Sydney Opera House. Setelah konser selesai dan semua penonton melakukan standing ovation, Andy langsung berteriak memanggil Jaya. Ketika Jaya mendekat, Andy menggenggam erat tangan Jaya dan berkata,”Terima kasih, Pak Jaya.” Saat itulah, Jaya menemukan kebahagiaan yang selama ini dia cari.

Advertisements

2 thoughts on “Ajahn Brahm: Selamat Datang Kebahagiaan!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s