Mengelola Ekspektasi dalam Hubungan

Sumber foto: inbetweenwithjudi.com
Sumber foto: inbetweenwithjudi.com

Sebagai manusia, kita semua pandai membuat hidup menjadi lebih rumit. Secara tak sadar, seringkali kita membuat ekspektasi yang entah bisa dipenuhi atau tidak oleh pasangan kita. Selain cinta dan komitmen, pengelolaan ekspektasi sangat menentukan apakah hubungan itu bisa bertahan atau tidak. Itulah yang membuat kita sering mendengar kalimat,”Love is just not enough.” Perlu disadari, akar dari kegagalan sebuah hubungan adalah ketidakpuasan dan kekecewaan. Ketika ekspektasi tak seindah realita, kamu punya dua pilihan: memutuskan atau menerima.

Sedari awal pacaran, sebaiknya kamu dan pasangan mengungkapkan ekspektasi masing-masing. Ini penting, karena pasangan kamu bukan seorang mind reader yang tahu apa yang kamu mau. Apalagi, pasangan kamu adalah orang yang baru mengenal kamu. Bantulah dia untuk memahami apa yang kamu suka dan tidak suka, apa harapan kamu dalam sebuah hubungan dan sebagainya. Dengan berbagi ekspektasi, diharapkan adanya dialog untuk membangun sebuah hubungan yang sehat.

Being in a relationship means you apply for a full time job, 24 hours 7 days a week. If you cannot do it, it means you are not ready.

Selain keterbukaan, ketika kamu mulai memberikan ekspektasi, kamu harus mampu melakukannya dengan konsisten. Misalnya, sedari awal kamu sudah membiasakan untuk mengucapkan “good night” sebelum tidur dan selang beberapa lama setelah pacaran, kamu berhenti melakukannya atau kamu melakukannya hanya ketika kamu ingat saja. Kelihatannya sepele, tapi mungkin pasangan kamu merasa ‘kamu berubah’. Padahal, sebenarnya kamu tidak berubah, kamu hanya mengurangi ekspektasi yang sebelumnya pernah kamu berikan ke pasangan kamu. Maka itu, pacaran atau menikah butuh usaha, tidak bisa hanya mengalir saja. Kalau kamu merasa malas dan konsisten itu merepotkan, itu tandanya kamu belum siap untuk menjalin hubungan percintaan dengan orang lain.

Dan, pada akhirnya apabila kedua ekspektasi kalian tak bisa bertemu dan memutuskan untuk berpisah, ingatlah kalimat yang selalu diucapkan oleh Hitmansystem,”Dalam cinta tidak ada korban, hanya ada sukarelawan. Jangan menyalahkan, karena kamu juga ikut berperan.” Spread the love!

Advertisements

2 thoughts on “Mengelola Ekspektasi dalam Hubungan”

  1. Jadi inget meme expectation vs reality. 😀
    Memang untuk menjalin suatu hubungan butuh komitmen yang tinggj karena nantinya akan berlanjut ke tingkat yang lebih jauh…

    Masalahnya berapa orang yang mau komitmen. 🙄

    Like

    1. Hahahaha. Nah itu dia, tapi seiring bertambahnya usia dan mengalami jatuh bangun patah hati, aku yakin hal tersebut akan ‘memaksa’ kita untuk belajar menghargai sebuah hubungan dengan lebih pantas. 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s