STUDI KASUS: Perang Reputasi KPK Vs Polri

Sumber foto: okezone.com
Sumber foto: okezone.com

Sejak melewati era reformasi, di Indonesia muncul dua kekuatan besar yaitu, people power dan mass media power. Dukungan kedua kekuatan itu sanggup untuk menumbangkan pengusaha atau pemerintah. Ciri dasarnya yaitu, kedua kekuatan itu selalu mendukung yang ‘lemah’ dan ‘tertindas’. Untuk menggalang kedua dukungan itu diperlukan reputasi yang baik. Oleh karena itu, saya percaya reputasi yang baik akan menyelamatkan kamu, bahkan di saat terburukmu. Tidak percaya? Masih ingat kasus Prita dan rumah sakit Omni Internasional? Kasus Bambang wakil KPK yang ditangguhkan penahanannya? Kalau bukan karena dukungan dua kekuatan besar tersebut, tentunya mereka sudah mendekam di balik jeruji besi dalam waktu yang cukup lama.

12 Januari lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan penetapan calon tunggal Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK. Tentu saja, hal ini mencoreng nama baik Polri selaku salah satu lembaga penegak hukum di Indonesia. 11 hari setelah penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan, masyarakat kembali dikejutkan dengan aksi penangkapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Penangkapan Bambang ternyata memicu reaksi masyarakat secara masif baik di media sosial dengan tagar #SaveKPK yang menjadi topik paling terpopuler di Indonesia, selain itu juga diwarnai aksi turun ke jalan menuju gedung KPK sebagai aksi solidaritas.

Benci oknumnya, bukan institusinya!

Berkaca dari kasus di atas, saya yakin kecenderungan people power dan mass media power mendukung KPK karena selama ini KPK memiliki reputasi yang baik. KPK dinilai sebagai lembaga yang bersih dan mampu memberi perubahan yang besar dengan menyeret para koruptor mendekam di balik jeruji besi. Di lain pihak, reputasi lembaga Polri sudah dinodai oleh beberapa oknum sehingga reputasinya pun kurang baik. Walaupun Bambang ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskim Polri, people power dan mass media power tidak semudah itu percaya. Hal ini tentu saja berkat reputasi positif KPK dan Bambang sebagai individu.

Di era kebebasan informasi seperti sekarang, pengelolaan reputasi menjadi hal yang sangat penting, apalagi untuk lembaga negara. Karena institusi, lembaga atau perusahaan yang memiliki reputasi yang baik tentunya akan mudah mendapatkan dukungan dari people power dan mass media power. Perlu diingat, reputasi yang baik bukanlah topeng, akan tetapi reputasi yang baik berarti kesesuaian perilaku baik antara apa yang dicitrakan dengan perilaku semua orang yang ada di institusi, lembaga atau perusahaan tersebut.

If i take care of my character, my reputation will take care of me – Dwight L. Moody

Advertisements

4 thoughts on “STUDI KASUS: Perang Reputasi KPK Vs Polri”

  1. Kadang kasihan juga sama Polri, reputasi mereka tercoreng karena oknum-oknum yang gak bertanggungjawab. Padahal di luar sana masih ada Polri yang bersih dan tidak seperti yang dinilai orang banyak. PR buat Polri bagaimana mengembalikan nama baik mereka.

    Sedangkan KPK aku rasa orang-orang masih memberikan nilai positif mengingat banyaknya koruptor yang sudah ditangkap oleh mereka.

    Like

    1. Yup, betul banget. Maka itu, perlu adanya reformasi struktural dan juga perlu sosok yang bisa ngubah citra Polri. Nah, sosok itu bertugas untuk memberikan masyarakat harapan kepada Polri. Tapi kalau calon Kapolrinya aja ditetapkan tersangka oleh KPK, jadi sulit masyarakat percaya.

      Like

  2. Artikel sodara memberikan perspektif baru, keren.
    Sekarang media massa dimiliki oleh pemilik modal besar dan sangat mudah untuk membranding seseorang serta membentuk opini publik. Menarik sekali.
    Saya juga bahas tentang huru hara kpk Vs polri di blog saya. Mohon di koreksi yak.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s