TEDx Jakarta: New Endings (2014)

Sumber foto: TEDxJakarta Google+
Sumber foto: TEDxJakarta Google+

Akhir sebuah kisah selalu menjadi momok bagi semua orang tapi tidak bagi 10 pembicara yang tampil pada acara TEDx Jakarta: New Endings. Walaupun memiliki latar belakang dan masalah yang beragam, masing – masing pembicara bercerita bagaimana mereka bisa survive dari keadaan dan tampil sebagai “pemenang” atas kisah hidup mereka sendiri. Acara ini memberikan saya perspektif baru dalam memandang berbagai hal mulai dari lingkungan, makanan, musik, udang, sejarah, komunitas sosial hingga animasi.

Acara dimulai dengan sesi sharing dari si cantik Nadine Zamira, seorang parktivist. Nadine yang merupakan Miss Indonesia Earth 2009 menceritakan pengalamannya dalam merevitalisasi taman melalui gerakan @HiddenParkID. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk kembali memanfaatkan ruang terbuka hijau sebagai sarana rekreasi. Kemudian tampil pembicara kedua yaitu si nyentrik Angki Purbandono, seorang visual artist. Angki bercerita ada dua hal yang mengubah hidupnya, kamera digital dan kehidupan penjara. Sempat dipenjara selama setahun akibat ketahuan memakai ganja, membuat Angki memandang seni dalam sudut pandang yang berbeda. Hingga akhirnya dia bangkit dan menekuni scanography (teknik foto tanpa kamera dan menggunakan mesin scan) dan mendirikan Yayasan Seni Penjara bersama beberapa narapidana lainnya.

Ending is not terrifying, it is a ‘door’ to the limitless opportunities 

Selanjutnya, pembicara ketiga yaitu Rahung Nasution seorang food antropologist yang menceritakan kegalauannya mengenai minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap masakan asli Nusantara. Dengan berkeliling Nusantara, Rahung memiliki misi untuk memperkenalkan keunikan makanan dan budaya di semua tempat. Masih soal makanan, pembicara keempat TEDx Jakarta yaitu Andrien Ishak, seorang chef dari Namaaz Dining. Dalam sesi ini, Andrien melakukan demo masak menggunakan liquid nitrogen 196 derajat celcius. Penonton pun terkesima melihat cara memasaknya yang unik. Andrien percaya, memasak bukan hanya soal rasa tapi soal experience. Penasaran? Coba saja mampir ke Namaaz Dining di Senopati, Jakarta Pusat.

Pada sesi berikutnya, tampil pembicara kelima yaitu seorang profesor dari Harvard University yang juga merupakan “dokter udang”, Sidrotun Naim. Menjadi spesialis dalam menangani penyakit udang, Sidrotun memiliki misi untuk meningkatkan ekonomi pesisir yaitu para penambak udang, melalui peningkatan kesehatan udang di kolam budidaya. Bagaikan lilin, pembicara keenam, Yeni Dewi Mulyaningsih, founder Komunitas Taufan, menerangi orang tua anak penderita kanker. Melalui Komunitas Taufan, Yeni bersama 100 lebih sukarelawan telah mendampingi lebih dari 300 orang tua anak penderita kanker.

Sumber foto: tedxjakarta.org
Sumber foto: tedxjakarta.org

Selanjutnya, para peserta dimanjakan oleh penampilan pembicara ketujuh yaitu Andi Wiriantono, seorang pianis jazz profesional yang sudah jatuh cinta pada jazz sejak umur 13 tahun. Andi merupakan pianis jazz yang sudah sering mengikuti ajang bergengsi Java Jazz Festival. Datang dari Kuwait, pembicara kedelapan, Pinot dan Neverland Family, seorang Vine dan Instagram artist, bercerita bagaimana dia dan istri mengasah kreatifitas ketiga anaknya. Pinot juga bercerita bagaimana teknologi bisa membuatnya terhubung dengan banyak orang, salah satunya melalui Vine.

Kemampuan berbicara bahasa Indonesia yang fasih, membuat para peserta menghargai pembicara kesembilan TEDx Jakarta Peter Carey, seorang bule yang juga seorang sejarahwan. Pada sesi itu, Peter bercerita tentang kisah heroik Pangeran Diponogoro yang patut diteladani. Acara pun ditutup dengan penampilan dari pembicara terakhir yaitu Ronny Gani, salah satu animator dalam Pacific Rim dan Transformers: Age of Extinctions. Ronny bercerita bahwa animasi bukan hanya soal menggunakan software canggih, tapi harus memiliki ide brilian sehingga karyanya menjadi lebih artistik.

Terima kasih kepada founder, kurator, sukarelawan, pembicara, media partner dan sponsor sehingga acara TEDx Jakarta: New Endings dapat berjalan lancar dan menginspirasi para peserta. The ideas are really worth spreading!!! See you on August 2015 in another TEDx Jakarta’s event!

Advertisements

2 thoughts on “TEDx Jakarta: New Endings (2014)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s