5 Keunikan Kota Padang

Sumber foto: Flickr.com
Sumber foto: Flickr.com

Selama ini, kita mengenal kota Padang hanya dari masakannya yang menggugah selera dan meruntuhkan iman (dalam kondisi diet). Namun, perjalanan tiga hari kemarin (16 – 18 November lalu) dalam acara OT Tradnovation 2014, bukan hanya sukses membuat lingkar pinggang saya bertambah, selain itu banyak keunikan yang saya temui soal kota Padang. Mulai dari ternyata orang Padang sayang mama hingga ramuan penambah semangat hidup. Berikut adalah lima keunikan kota Padang.

1. Sayang Mama

Masih ingat dongeng Malin Kundang, kisah anak yang durhaka kepada ibunya sehingga dikutuk menjadi batu? Kisah ini sangat populer di kalangan masyarakat Minang. Sedari kecil, anak – anak yang lahir di keluarga Minang selalu diberikan dongeng Malin Kundang sebelum tidur. Dongeng ini bertujuan untuk mengingatkan agar tidak pernah melupakan jasa orang tua apalagi sudah sukses. Maka itu, jangan heran kalau orang Minang sangat sayang mamanya.

2. Bekal Merantau

Anak laki – laki yang lahir di keluarga Minang dituntut untuk pergi merantau ketika menginjak usia dewasa. Ada dua ‘bekal’ yang harus dimiliki setidaknya salah satu oleh anak laki – laki tersebut sebelum merantau. Dua bekal itu adalah: bisa memasak dan ‘goyang – goyang kaki’. Memasak adalah keahlian yang diturunkan secara turun – menurun di keluarga Minang. Selain memasak, keahlian yang harus dimiliki adalah ‘goyang – goyang kaki’ yang artinya menjahit. Sedari dulu, keindahan kain tenun songket khas Padang sudah terkenal di seluruh Nusantara. Selain itu, anak laki – laki tersebut juga dibekali petuah dan nasehat oleh orang tua dan mamak (pamannya).

3. Punya Pantai, Punya Lembah, Punya Air Terjun

Wisata ke kota Padang memang terbilang cukup lengkap. Kamu suka pantai? Kamu wajib mampir ke Pulau Pagang, pulau dengan hamparan pasir putih yang berkilau dan air laut yang jernih. Di pulau ini, kamu bisa banana boat, snorkeling, underwater photo, dll. Selain itu, kamu bisa melanjutkan ke Pulau Pamutusan yang berjarak kurang lebih 10 menit dari Pulau Pagang. Naik ke atas bukitnya dan kamu pasti terpana akan keindahan pulau – pulau yang ada disana.

Untuk wisata alam, kamu wajib mengunjungi Ngarai Sianok, lembah curam yang letaknya di tengah kota Bukittinggi, Padang. Sedikit catatan: berkunjunglah ke Ngarai Sianok ketika matahari terbit atau terbenam, kamu pasti akan terpesona akan keindahannya.

Wisata lain yang wajib dikunjungi adalah Air Terjun Lembah Anai. Konon, air terjun ini dipercaya sebagai obat mujarab untuk awet muda. Sehingga, banyak wisatawan yang mampir untuk berfoto di depan air terjun dan membasuh wajah atau mandi disana. Namun, tenang saja, tak jauh dari lokasi sudah disediakan fasilitas untuk mandi.

4. Tidak ada ‘Restoran Padang’

Pertama kali menginjakkan kaki di bandara Minangkabau, saya sudah diinformasikan bahwa tidak ada restoran Padang di Padang. Sesaat saya sempat bingung, kok aneh ya di Padang tapi tidak ada restoran Padang. Dan memang benar, sepanjang perjalanan saya tidak menemukan restoran yang bertuliskan “Masakan Padang” atau “Restoran Padang”, tapi yang saya temui: Rumah Makan Sederhana, Simpang Raya, Lamun Ombak, Family Benteng, dll yang notabene menyajikan masakan Padang.

5. Ramuan Penambah Semangat Hidup

“Minum satu orang, enjoy dua orang”. Kalimat yang cukup powerful untuk membuat fokus perhatian saya ke bungkus ramuan Pinang di Home Industry Kiniko Tabek Patah. Ramuan Pinang dipercaya meningkatkan vitalitas pria, maka itu disebut sebagai ‘Ramuan Penambah Semangat Hidup’. Tour guide lokal kami juga sempat bercanda sambil berkata,”Apabila ada di antara kalian yang mau menikah, kirim undangannya ke saya, nanti akan saya kirimkan satu kardus Ramuan Penambah Semangat Hidup”.

Advertisements

4 thoughts on “5 Keunikan Kota Padang”

  1. Wiiih kampung halaman mama saya. 😀

    Kalau cerita soal kenapa nasi padang lebih banyak untuk yang dibungkus dibandingkan yang makan di tempat udah tau kenapa? 😛

    Like

    1. Wah, salam buat Uni. 😀

      Kalo soal nasi Padang, katanya sih banyak versi. Salah satunya, pas jaman penjajahan Belanda dulu, nasi Padang hanya bisa dinikmati golongan menengah ke atas, oleh karena itu orang Padang sengaja memberikan nasi yang banyak ketika dibungkus, supaya golongan bawah bisa menikmatiny berdua. Bener gak sih? :p

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s