Sisi Lain Bangsa Viking

sumber foto: digital-art-gallery.com
sumber foto: digital-art-gallery.com

Bangsa Viking adalah suku bangsa dari Skandinavia yang terkenal sebagai perompak pada abad ke-9 hingga abad ke-11. Tidak semua dari mereka merupakan perompak, di tempat asalnya, mereka berprofesi sebagai petani, nelayan, pedagang dan pengrajin. Selain itu, tak banyak orang yang tahu bahwa nenek moyang bangsa Swedia, Denmark, Norwegia dan Iceland ini ternyata sangat kreatif dan inovatif. Menariknya lagi, bangsa perompak ini sangat menghargai wanita.

Cerita tentang bangsa Viking dan negara – negara keturunannya adalah cerita hebat tentang kreativitas, inovasi dan cara cerdas untuk berkompetisi. Empat negara Skandinavia tersebut, dengan total populasi cuma 20 juta jiwa (0,3% dari penduduk dunia) mampu menghasilkan 3% total ekspor dunia. Beberapa merek besar dari negara – negara tersebut seperti, Ericsson, Volvo, Lego, IKEA, Absolute Vodka bahkan hingga pendongeng anyar Hans Christian Anderson. Selain itu, negara – negara dengan musim dingin yang panjang dan sumber daya alam yang terbatas itu memiliki lebih dari 50 pemenang nobel.

Inovasi ternyata telah mendarah daging sejak jaman nenek moyang mereka. Perahu Viking yang terkenal itu berukuran kecil, tidak impresif dan terlihat ‘culun’. Tapi, merupakan perahu tercepat dan bisa diangkat. Perahu tersebut diciptakan untuk bisa bergerak cepat di laut dan juga di sungai, sehingga mampu menyerang suatu negara dari dalam.

Viking hates small talks but loves storytelling, talk sense or be silent.

Bangsa Viking ternyata sangat menghargai puisi dan cerita – cerita. Proses pengembangan pikiran yang dipengaruhi dongeng, cerita dan kisah membuat ruangan berkreasi di dalam otak menjadi luas. Itulah dasarnya mengapa mereka bisa menjadi sangat kreatif dan inovatif. Mereka terbiasa berpikir dan berkhayal tentang make things better, mempertanyakan status quo.

Tentang emansipasi wanita, ternyata bangsa Viking sudah lebih dahulu dibandingkan negara di Eropa lainnya. Wanita diijinkan untuk menjalankan bisnis dan sawah. Kutipan dari ucapan wanita Viking terhadap orang Spanyol pada tahun 850 SM (Sebelum Masehi) kurang lebih menggambarkan situasi mereka saat itu,”We women are free. We only stay with our men as long as it pleases us.”  Sebagai contoh, di tahun 2006, 47% parlemen Swedia terdiri dari perempuan.

Wake early if you want another man’s life or land. No lamb for the lazy wolf. No battle’s won in bed. – The Havamal or Book of Viking Wisdom.

Tulisan ini disadur dari buku #Sharing karya Handry Satriago, CEO General Electric (GE) Indonesia tahun 2014 Bab: #Viking Hal 123 – 130. Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s