Yuk, Review Ulang Temanmu di Jejaring Sosial!

sumber foto: path.com
sumber foto: path.com

Belakangan ini, media sosial heboh dengan kasus akun bernama Dinda menulis status berisi kebencian terhadap ibu hamil yang meminta duduk di kereta api dalam jejaring sosial path. Dinda marah dan kesal pengorbanannya bangun pagi demi mendapat duduk di KRL diganggu oleh wanita hamil itu. Semua keluh kesah soal ibu hamil yang meminta kesediaannya memberikan tempat duduk ditumpahkan ke sosial media tersebut. Dinda menyebut wanita hamil itu manja dan pemalas karena tak mau bangun lebih pagi atau ke stasiun terjauh untuk mendapatkan duduk. Ternyata status itu, di-capture salah satu temannya dan tersebar di jejaring sosial, hujatan dan makian pun tertuju pada Dinda. sumber: merdeka.com

Apabila kasus semacam Dinda ini muncul karena posting-nya di facebook, twitter dan instagram, saya masih maklum karena pada tiga jejaring sosial tersebut memang ‘diharuskan’ untuk melakukan pencitraan. Ironisnya, terhadap 150 orang teman pun (sekarang sudah bisa nambah jadi maksimum 500 orang), masih ada yang ‘menusuk’ kita dari belakang dengan capture screen tersebut. Path sendiri sudah mengantisipasinya dengan fitur inner circle. Dalam fitur tersebut, kita bisa memilih lagi mana teman – teman yang bisa kita percayai untuk bisa dibagikan keluh kesah yang sedang kita hadapi.

Fitur inner circle dari Path
Fitur inner circle dari Path

Pada dasarnya, setiap jejaring sosial punya karakteristiknya masing  – masing. Facebook berisi teman yang cakupannya lebih luas, misalnya, guru, teman sekolah, teman kuliah, keluarga, dan sebagainya hingga mencapai total maksimum 5.000 orang. Twitter dan instagram di lain hal, tidak mengharuskan kita harus berteman terlebih dahulu. Karena tujuan utamanya agar kita hanya mengikuti akun yang kita suka (baca: follow). Sehingga, sangat beragam pengguna yang membaca posting kita tergantung berapa banyak yang suka terhadap posting yang kita buat. Sedangkan, path mempunyai karakteristik sebagai private social network dengan cara membatasi teman yang kita miliki hanya 150 orang. Tujuannya, agar kita bisa lebih luwes dalam mengekspresikan diri kita sendiri tanpa harus dihakimi orang lain. Berbeda halnya dengan facebook, twitter dan instagram yang sarat akan pencitraan.

True friends stab you in the front.”- Oscar Wilde, penulis dan penyair.

Yuk, mulai sekarang cerdas dalam menggunakan jejaring sosial. Posting yang kita tulis harus disesuaikan dengan karakteristik masing – masing jejaring sosial yang sudah saya jelaskan di atas. Dan, khususnya untuk private social network seperti path, saya sarankan untuk review ulang teman – teman kamu. Apabila ada yang suka nyinyir dan comment negatif, sebaiknya di-unshared saja. Toh, kamu gak mau dong kejadian seperti Dinda terjadi pada kamu. Dan, untuk Dinda, well, it’s just so sad that you have b*stard friends even when you think you are ‘close’ with them. 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.