Menjadi Takut itu Baik

Sumber foto: carrickbaptist.ie
Sumber foto: carrickbaptist.ie

Sedari kecil, kita diajarkan untuk menjadi orang yang berani, apalagi anak laki – laki. Lahir sebagai laki – laki berarti harus menjadi pribadi yang pemberani. Padahal, rasa takut bukanlah hal yang buruk. Rasa takut itu adalah hal yang baik, rasa takutlah yang membuat kita masih hidup hingga saat ini. Psikologi modern bahkan menegaskan rasa takut sebagai sumber energi untuk fight or flight — melawan atau melarikan diri. Ketika menghadapi bahaya, rasa takut secara spontan mendorong kita untuk melawan atau melarikan diri.

Ketakutan adalah suatu tanggapan emosi terhadap ancaman. Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Beberapa ahli psikologi juga telah menyebutkan bahwa takut adalah salah satu dari emosi dasar selain kebahagiaan, kesedihan dan kemarahan. Perlu dicatat bahwa ketakutan selalu terkait dengan peristiwa pada masa datang, seperti memburuknya suatu kondisi atau terus terjadinya suatu keadaan yang tidak dapat diterima. Sumber: Wikipedia.

Rasa takut mencegah kita melakukan hal – hal yang bodoh sehingga kita ‘melarikan diri’. Kita takut akan kematian, itu yang membuat kita selalu berhati – hati. Bayangkan, apabila kita tidak memiliki rasa takut, mungkin kita sudah meninggal sejak lama. Apabila, kita tidak takut ngebut ketika membawa kendaraan, mungkin kita sudah sejak lama tabrakan. Apabila, kita tidak takut melompat dari gedung bertingkat, mungkin kita sudah sejak lama lompat dari gedung bertingkat saat dibujuk atau diolok – olok oleh orang lain.

Di lain hal, rasa takut akan memburuknya suatu kondisi memaksa kita untuk ‘melawan’. Salah satu contohnya, rasa takut akan kemiskinan, memaksa kita untuk bekerja lebih keras. Rasa takut untuk menjadi gemuk, memaksa kita untuk diet dan berolahraga teratur. Rasa takut untuk menjadi bodoh, memaksa kita banyak membaca dan berdiskusi.

Menjadi takut adalah hal yang baik, yang harus kita lakukan adalah mengelola rasa takut bukan menghilangkannya. Rasa takut sama halnya dengan emosi yang lain. Jadikan rasa takut sebagai keuntungan kita meraih masa depan yang lebih baik! Mengutip dari seorang penulis buku, Judy Blume: Each of us must confront our own fears, must come face to face with them. How we handle our fears will determine where we go with the rest of our lives. To experience adventure or to be limited by the fear of it.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s