Kamu Tipe Karyawan Apa? Kambing atau Kayu Bakar?

Sumber foto: google.com
Sumber foto: google.com

Karyawan tidak sepantasnya meminta naik gaji karena yang meminta – minta itu hanya layak disebut pengemis. Karyawan bukanlah pengemis. Karyawan harus punya martabat. Supaya, punya martabat, karyawan harus punya value. Agar punya value, dia harus memberikan kontribusi baik. Dan ketika kontribusinya cukup baik, otomatis kesejahteraan atau kenaikan gaji akan didapat tanpa perlu meminta – minta.

Bagaimana jika ternyata perusahaan tidak memperhatikan nasib karyawan yang mempunyai kontribusi baik? Gampang! Jika kita yakin kita sanggup melakukan semua yang hebat untuk perusahaan, kita memiliki kontribusi bagus buat perusahaan dan kita menghasilkan sesuatu yang bernilai buat perusahaaan tetapi perusahaan tidak memperdulikan atau abai terhadap apa yang kita capai, PERGI SAJA DARI PERUSAHAAN ITU!!! Untuk karyawan high achiever dan berkontribusi bagus, pasti banyak perusahaan yang bersedia meminangnya.

Dalam teori sederhana, karyawan dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok untuk menunjukkan mana karyawan yang memiliki martabat dan mana yang tidak memiliki value sama sekali. Secara sederhana, empat kelompok itu adalah: Kambing, Kayu Bakar, Tukang Batu, dan Anak Asuh.

Kambing

Karyawan kanan atas (lihat gambar) adalah karyawan berpotensi bagus. Mereka punya integritas, sikap baik, sekaligus rajin dan pandai memanfaatkan kekuatannya. Karyawan semacam ini merupakan yang paling dicari perusahaan. Karyawan semacam ini diibaratkan sebagai kambing yang mencari rumput sendiri ketika dilepas di kebun. Bagi karyawan tipe ini, bekerja bukan sebagai beban tetapi sebagai sarana pengembangan diri. Kalau disia-siakan oleh perusahaan, karyawan ini pasti mudah mencari ‘kebun’ lain.

Kayu Bakar

Berlawanan dengan karyawan tipe Kambing yaitu tipe Kayu Bakar (kiri bawah). Karyawan tipe ini tidak memiliki komitmen terhadap pekerjaan maupun perusahaan. Dia juga tidak memiliki potensi serta malas. Karyawan ini biasanya banyak bicara dan sedikit kerja. Karyawan semacam ini sebaiknya dimasukkan ke tungku untuk dijadikan kayu bakar. Perusahaan akan menyesali mengapa bisa menerima karyawan tipe ini. Karyawan tipe ini merasa dengan banyak bicara, banyak ribut, seakan dia menjadi pahlawan.

Tukang Batu

Selain dua tipe yang disebutkan di atas, ada karyawan yang sebenarnya punya modal bagus, punya keterampilan, punya potensi dan seharusnya bisa meraih prestasi yang lebih baik. Namun sayangnya, karyawan tipe ini terlalu banyak ‘perhitungan’ dengan tenaganya. Tipe karyawan ini adalah tukang batu (kiri atas), hanya bekerja persis sesuai dengan bayarannya. Tak mau rugi, tak mau menanam budi. Karyawan jenis ini tidak butuh pelatihan. Dia hanya perlu disadarkan dan diajak bicara supaya bisa pindah masuk kelompok kanan atas (lihat gambar).

Anak Asuh

Sebaliknya, ada karyawan yang rajin, mau melakukan semuanya, mau kerja keras. Sayangnya, mereka kurang pandai. Potensinya pas – pasan. Karyawan tipe ini harus dilatih berkali – kali. Kalau orang lain butuh pelatihan sekali dua kali, karyawan tipe ini mungkin butuh pelatihan 10 kali. Karyawan tipe ini diibaratkan seperti anak kecil yang sedang senang berjalan kesana kemari. Bikin capek orang tua karena tidak bisa diam. Mondar mandir kesana kemari, tetapi anak ini perlu dibimbing, perlu diawasi, perlu diikuti supaya tidak salah dan tidak membahayakan dirinya.

Tulisan disarikan dari buku ‘Memetik Matahari’ Bab 12 yang berjudul ‘Kambing dan Kayu Bakar’ karya Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia, terbit tahun 2013 oleh Penerbit Buku Kompas.

Advertisements

One thought on “Kamu Tipe Karyawan Apa? Kambing atau Kayu Bakar?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s